Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Polres Nias Gelar Silaturahmi Dengan Tokoh Dan Ormas Islam

Selasa, 30 Oktober 2018 | 9:54 am
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 160

Gunungsitoli, LintaPe-

Sejumlah Tokoh dan Ormas Islam di kepulauan Nias sepakat menjaga kondusifitas dan kerukunan antar umat beragama diwilayah masing-masing.

Kapolres nias AKBP. Deni kurniawan. Sik, menggelar sarasehan atau silaturahmi dengan berbagai pimpinan tokoh dan ormas Islam di wilayah hukum polres nias. dalam rangka Untuk menciptakan Harkamtibmas yang aman, sejuk dan kondusif.

silaturahmi di awali dengan pembacaan do’a pembuka oleh Ustadz Abdul Hadi Caniago ketua MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) kota gunungsitoli.

Sejumlah tokoh dan perwakilan ormas Islam hadir dalam kegiatan yang dilangsungkan pd senin (29/10/2018) petang tadi. Bertempat di aula polres nias, jl melati, kel ilir, kota gunungsitoli.

Amatan para awak media, peserta di ikuti dari beberapa tokoh dan ormas islam diantaranya; H. Agusman Gea( wakil ketua Majelis ulama indonesia kota gunungsitoli ), Drs. Basrah Zebua( Ketua PC NU Kota Gunungsitoli ), Karsani Aulia Polem, SE,( Ketua ), Rahmad syah telaumbanua( Wakil ketua ), Amran Zebua, S.Sos.I( Wakil sekretaris ), Ajmal hia( Banser NU ), dan Efrizal Caniago ketua koordinator sosial dan humas PC GP Ansor kepulauan Nias 1, ( Kabupaten Nias, Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Utara ), Syarif usman Mendrofa( ketua PD Muhammadiyah Kota Gunungsitoli ), Armansyah Zebua S.Pd( perwakilan Kemenag kota gunungsitoli ), Misrin Lawolo( ketua PC NU dan MUI Kabupaten Nias ), Makmur polem( wakil ketua PC NU Kabupaten Nias ), Abdul majid, C.SE. M.Si( ketua Aswaja centre kota gunungsitoli juga wakil ketua MUI Kota Gunungsitoli ), khus’in polem ( wakil ketua PCNU Kabupaten nias ), ibu Ramlah buaya( ketua BKMT Kabupaten nias ), Abdul gani zalukhu( Wakil ketua MUI kota Gunungsitoli ) dan Wakapolres Nias beserta beberapa Kasat yang ikut ambil andil pada bagian acara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Nias, AKBP Deni kurniawan, S.iK dalam pengantarnya mengajak seluruh tokoh islam untuk bersatu dan tidak terpengaruh dengan isu – isu yang terjadi di daerah lain seperti di Garut.

“Apalagi saat ini sudah memasuki pemilu legislatif dan pemilu presiden sehingga isu – isu apapun dapat menjadi bom waktu dan berpotensi memecah belah,” katanya sore tadi.

Ia mengajak kepada umat islam di kota gunungsitoli dan sekitarnys untuk tetap menjaga ukhwah dan silaturahmi agar dalam situasi yang genting sekalipun tetap dalam keadaan yang kuat.

Ia mengingatkan agar masyarakat (secara umum) jangan mau dipecahbelah oleh kepentingan politik dan jangan mengait – ngaitkan hal yang tidak berkaitan.

“Jangan terpengaruh berita – berita hoax yang belum tentu kebenarannya apalagi sesama umat muslim jangan mau dipecahbelah. Saya minta jangan sampai itu terjadi,” tegasnya.

Ia mengajak kepada semua yang hadir untuk bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama, saling hormat menghormati sesama umat dan menghargai perbedaan.

Para pimpinan/perwakilan ormas juga diminta berperan aktif guna menciptakan dan menjaga suasana kondusif di wilayah yang dipimpinnya.

“Mari kita saling bersinergi guna menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, dan menjaga suasana yang sejuk dan kondusif di Kabupaten nias, maupun kota gunungsitoli,” ajaknya.

Sementara itu, Karsani Aulia Polem SE, Ketua PC GP ANSOR Kepulauan Nias 1, mengatakan, bahwa PC GP ANSOR maupun BANSER NU siap mendukung apa yang menjadi komitmen Polres nias dalam hal menjaga keutuhan NKRI atau pemberantasan faham_faham ormas radikal jika itu berkembang di kota gunungsitoli pada umumnya se- kepulauan Nias tuturnya.

Ayahanda PC NU Kota Gunungsitoli, Drs. Basrah Zebua menegaskan bahwa NU dan Muhammadiyah maupun Alwasliyah selalu akan kompak dan tidak pernah ada masalah. Yang bermasalah itu organisasi baru. Seperti HTI, Wahabi, Salaffi, Ahmadiyah, LDII dan lain sebagainya, alhamdulillah hingga saat ini di kepulauan nias belum banyak berkembang faham dari ajaran tersebut diatas.Ia meminta ormas islam yang ada harus bersatu. Nias harus rukun, kalau ada gejolak yang pusingkan juga semuanya, tuturnya pada saat acara silaturahmi tersebut.

Berbeda hal yang sisampaikan PD Muhammadiyah kota gunungsitoli, ayahanda Syarif Usman mendrofa Ia juga mengaku dan menyayangkan persoalan pembakaran bendera tersebut oleh oknum Banser NU. Mestinya kalau bisa yang membakar bendera tauhid tersebut juga harus di adili oleh penegak hukum ( POLRI ) supaya tidak adanya keributan dimana_mana. Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak bijaksana menyikapi persoalan yang ada.

Diakhir kegiatan, para tokoh dan ormas islam yang hadir berfoto bersama dengan jajaran petinggi polres nias beserta para kasat yang turut hadir. Sekaligus dengan membacakan penolakan terhadap Ormas dan lambang HTI atau ormas yang berbaur dengan faham_faham aliran radikal di NKRI harus dimusnahkan demi menjaga keutuhan dan kerukunan umat beragama di wilayah kepulauan nias.(Tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.