Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Terkait MCK, Jaksa Diminta Periksa KSM dan Pihak Terkait

Rabu, 30 Mei 2018 | 4:23 pm
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 310
Red. Fhoto Sekretaris LSM PENJARA Indonesia Efrizal Canigo

Red. Fhoto Sekretaris LSM PENJARA Indonesia Efrizal Canigo

 Red. Fhoto Sekretaris LSM PENJARA Indonesia Efrizal Canigo
Red. Fhoto Sekretaris LSM PENJARA Indonesia Efrizal Canigo. Selasa, (29/05/18)

 

Gunungsitoli LintasPe –

Pembangunan Mandi Cuci Kakus(MCK) di Desa Hiligodu Ombolata Dusun V Desa Hiligodu Ombolata  Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara disinyalir kuat dengan sarat Korupsi Kolusi dan Nepotisme(KKN). Selasa, (29/05/18)

Atas dasar inisiatif dari sekelompok masyarakat telah dibangun suatu bangunan yang di bersumber dari APBD Pemkot Gunungsitoli tahun anggaran 2014.

Bangunan yang seyogyanya menjadi tempat mandi, cuci dan kakus(MCK) oleh warga setempat, saat ini terbengkalai dan tak dipergunakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh lintaspe Selasa (29/5/18), salah seorang warga berinisial WL memaparkan bahwa awal pelaksanaan pekerjaan tersebut dilakukan oleh perencana pelaksana kegiatan dari Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Kebersihan(Tarukim) Kota Gunungsitoli.

“Saya menilai, pihak Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Kebersihan Kota Gunungsitoli yang telah mengutus tim perencana belum mencermati perencanaan, perhitungan dan pelaksanaan pada paket pekerjaan tersebut dengan baik, sehingga pada pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak dapat difungsikan dengan baik dan benar serta tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat”. Katanya.

Bangunan tersebut hingga saat ini, sama sekali tidak berfungsi dan tidak dirasakan manfaatnya oleh kami masyarakat selaku pemanfaat dari hasil pekerjaan tersebut.

Dimana terdapat enam(6) bak penampungan air pada masing-masing ruangan dan satu(1) bak penampungan air berukuran besar tidak pernah terisi diisebabkan bangunan tersebut banyak yang”. Ujarnya.

Sebelumnya saat pengajuan pada pelaksana paket pekerjaan pembangunan tersebut tahun 2015 dimulai pada saat kepemimpinan Pj kades Hiligodu Ombolata Lusius Lase alias Ama Desni Lase dan beberapa kelompok masyarakat lainnya.

Pada pembiayaan pelaksana pekerjaan dimaksud diduga sebesar kurang lebih dua ratus delapan puluh tiga juta rupiah(Rp 283.000.000) dan jika dinilai taksiran dari biaya pekerjaan fisik tersebut yang telah terlaksana diduga kurang lebih seratus lima puluh jutaan rupiah(Rp 150.000.000,-) sedangkan dana yang telah dikeluarkan sudah mencapai sebesar 100%.

“Untuk perkiraan biaya fisik (pembiayaan alat dan bahan bangunan) dan tidak termasuk upah kerja, itu merupakan usulan kelompok masyarakat secara inisiatif (swadaya)”. Terangnya.

ML mengharapkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli serta inspektorat Kota Gunungsitoli untuk segera mempercepat hasil audit dan jika perlu oknum yang berperanan pada proyek tersebut juga di usut  dengan serius oleh pihak berwajib jika terbukti tilap dana Negara.

“Harus segera diperiksa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI”. Tandasnya.

Saat dikonfirmasi kepada Inspektur kota Gunungsitoli. Selasa (28/5/18) melalui Via seluler Waps app nya, Motani  Telaumbanua terkesan menutupi informasi perkembangan hasil audit yang telah di kerjakan anggota staf nya.

Sebelumnya, Laporan tersebut telah diberikan tugas untuk dua(2) orang dalam mengusut tuntas laporan indikasi korupsi dari laporan masyarakat.

Sudut berbeda,  Pimpinan Daerah (Walikota Gusit) belum ada gerangan saat ini untuk memanggil inspektur terkait hasil laporan tersebut.

Saat dihubungi melalui via seluler selasa 29/05/18 Famaha Lase alias Ama Memo Lase selaku anggota kelompok masyarakat pada pelaksanaan pembangunan MCK di desa hiligodu kecamatan gunungsitoli selatan, ia menjelaskan bahwa saat ini pembangunan tersebut sedang di teruskan atas perintah dari Inspektur Kota Gunungsitoli.

Diwaktu bersamaan awak media mencoba menghubungi inspektur melalui Via Seluler secara berkali-kali ternyata tak ada penjelasan dari Inpektur sama sekali hingga berita ini ditayangkan.(Selamat Harefah)

 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.