Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Peran Petugas Sirkulasi Dalam Mendukung Gerakan Literasi Sekolah

Selasa, 10 Juli 2018 | 1:07 pm
Reporter: Red. Irma SE
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 166

Red. IRMA, SE. Tenaga Perpustakaan Sekolah Unit Kerja : SMP Negeri 6 Unggul Sekayu.

Red. IRMA, SE. Tenaga Perpustakaan Sekolah
Unit Kerja : SMP Negeri 6 Unggul Sekayu.

 

Muba Sumsel LintasPe –

Perpustakaan dibentuk dengan tujuan untuk melayani kebutuhan informasi pemustaka. Dengan kata lain, perpustakaan merupakan suatu institusi yang menyediakan jasa/layanan informasi bagi para pemustaka.

Perpustakaan sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sumber informasi yang berupaya memberikan pelayanan sebaik-baiknya agar tujuan perpustakaan tercapai. Layanan perpustakaan merupakan tugas yang amat penting dan muara dari semua kegiatan di perpustakaan.

Pelayanan perpustakaan berarti kesibukan yang tiada akhir kecuali pelayanan perpustakaan dinyatakan ditutup. Bahkan ketika perpustakaan ditutup, tugas pustakawan di bagian pelayanan tidak serta merta terbebas dari pekerjaan. Pustakawan di bagian pelayanan masih harus mela¬ku¬kan statistik perpustakaan, merapikan berkas peminjaman dan kartu buku, menginput data dan laporan peminjaman dan pengembalian bahkan melakukan penyusunan bahan pustaka pada rak masing-masing berdasarkan nomor kelas dan lain-lain.

Walaupun bagian pelayanan ini merupakan bagian yang secara langsung berhadapan dengan pemakai dan mungkin dianggap bagian yang paling penting, namun setiap perpustakaan harus menya¬dari bahwa kelancaran layanan perpustakaan juga tergantung kepada unit-unit lain di perpustakaan.

Gerakan Literasi Sekolah atau biasa disingkat GLS merupakan program yang diadakan oleh pemerintah yang pada prinsipnya mewajibkan peserta didik untuk membaca buku non pelajaran selamat 15 menit sebelum kegiatan belajar dimulai.

Program Gerakan Literasi Sekolah tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Program ini didasari rendahnya pemahaman dan minat membaca peserta didik yang ada di Indonesia. Gerakan Literasi Sekolah yang mewajibkan peserta didik untuk membaca buku tentunya akan berhubungan langsung dengan perpustakaan yang notabene menjadi penyedia sumber informasi yang dibutuhkan di sekolah baik bagi peserta didik maupun warga sekolah yang lain.

Program GLS ini bisa dimanfaatkan oleh perpustakaan untuk meningkatkan jumlah pengunjung maupun peminjam di perpustakaan sekolah.

Program Gerakan Literasi Sekolah yang dilaksanakan di SMP Negeri 6 Unggul Sekayu yaitu membaca buku 15 menit sebelum apel pagi, paparan literasi oleh peserta didik setiap apel sore pada hari Kamis, kultum 7 menit setelah membaca yasin bersama setiap hari Jum’at, membuat mading (majalah dinding) sekolah, mengelola pojok baca, kegiatan wajib kunjungan ke perpustakaan, pemberian reward kepada pengunjung terbanyak setiap akhir semester, sumbangan 1 buah buku dari Kelas IX ke perpustakaan setiap tahun.

Dalam upaya mendukung GLS, di sini perpustakaan sebagai penyedia buku harus berperan aktif agar peserta didik dapat memanfaatkan koleksi buku yang ada mulai dari pelayanan, peminjaman sampai dengan pengembalian buku.

Sedikit berbagi pengalaman tentang kegiatan GLS yang di laksanakan pada SMP Negeri 6 Unggul Sekayu mulai tahun pelajaran 2016/2017, salah satunya membaca buku 15 menit sebelum apel dan peserta didik diharuskan membawa buku baik dibawa dari rumah atau meminjam di perpustakaan SMP Negeri 6 Unggul Sekayu.

Program ini dilaksanakan setiap hari, khusus kelas VII untuk tahap awal karena belum memahami prosedur peminjaman untuk sistem peminjaman akan di bagi perkelas selama 1 bulan dan apabila sudah selesai membaca diperbolehkan menukar di petugas sesuai prosedur. Dengan cara seperti ini, tentunya peminjaman buku di perpustakaan sangat meningkat dibandingkan sebelum adanya program GLS.

Namun sebelum memulai kegiatan GLS ini, petugas perpustakaan harus membuat data kelas VII setiap kelas. Sedangkan untuk teknis pembagian buku adalah satu hari sebelum jadwal kegiatan GLS dilaksanakan pada saat jam istirahat atau sebelum pulang sekolah sehingga ketika hari Senin pagi berangkat ke sekolah, buku sudah ada di tangan peserta didik dan siap untuk dibaca sebelum kegiatan apel pagi dimulai. Dengan kegiatan GLS ini, kita bisa memastikan bahwa semua peserta didik setidaknya pernah meminjam buku perpustakaan, karena sebelum kegiatan ini tentunya ada banyak peserta didik yang belum pernah meminjam buku perpustakaan.

Jika kegiatan GLS ini dilakukan selama satu bulan penuh, peminjam buku yang tercatat tentunya akan mencapai ribuan dan menjadi sebuah kebanggaan bagi petugas perpustakaan ketika membuat laporan bulanan maupun tahunan karena statistik peminjam buku meningkat.

Selain meningkatkan jumlah peminjam buku perpustakaan, kegiatan GLS dengan memanfaatkan buku perpustakaan yang ada di SMP Negeri 6 Unggul Sekayu juga cukup membuat kewalahan petugas perpustakaan. Petugas perpustakaan yang hanya 2 orang staf harus melayani seluruh peserta didik tentunya akan memakan waktu yang cukup lama, karena masih menggunakan sistem manual sehingga harus mencatat buku apa saja yang akan dipinjamkan ke peserta didik. Belum lagi ketika istirahat melayani peminjaman buku yang bukan untuk GLS.

Pekerjaan perpustakaan yang lain misalnya mengolah buku baru, inventarisasi, katalogisasi juga sedikit terbengkalai karena kegiatan GLS ini dilakukan setiap hari. Semoga kedepan dengan meningkatkan pelayanan yang prima pada perpustakaan SMP Negeri 6 Unggul Sekayu, dapat mendukung pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah.(red) 

Biodata Penulis Artikel
Nama : IRMA, SE
TTL : Kayuara, 01 Februari 1986
Jabatan : Tenaga Perpustakaan Sekolah
Unit Kerja : SMP Negeri 6 Unggul Sekayu.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.