Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Diduga Lambat Tangani Kasus PDD, Masyarakat Nganti Ancam Gelar Aksi Demo

Jumat, 8 Maret 2019 | 10:54 am
Reporter: Tim
Posted by: Lintas Peristiwa
Dibaca: 384

Foto: awak media ketika bincangi masyarakat Desa Nganti Kecamatan Sanga Desa Musi Banyuasian Sumatera Selatan, Minggu 03/03/2019

 

MUBA SUMSEL, LintasPe

Munculnya berbagai macam persepsi di tengah tengah masyarakat Desa Nganti Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera selatan terhadap aparatur penegak hukum atas laporan penyalah gunaan Pendapatan Dana Desa (PDD) oleh Kades setempat sebesar Rp. 214.000.000 yang berasal dari plasma PT Wahana Potensi Guna (WPG).

Ketika di bincangi, Minggu 03/03/19 masyarakat Desa Nganti mengungkapkan keluhannya pada awak media, terhadap unit Tipikor Polres Muba diduga terkesan lambat dalam menangani persoalan warga sehingga laporan tersebut sudah memakan waktu kurang lebih 6 bulan namun hingga saat ini proses tersebut diduga jalan di tempat.

“PDD sebesar Rp.214.000.000 yang bersumber dari plasma kebun sawit PT.WPG habis diduga disalahgunakan oleh kepala Desa tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu kepada masyarakat, dan menurut kami, ada yang janggal serta tidak transparannya dalam mengelola PDD tersebut,” tutur salah satu warga setempat.

Lebih lanjut, “Kami pun melaporkan perkara tersebut ke Unit Tipikor Polres Muba pada tanggal 18/09/2018 lalu. Tetapi sekian lama kami menunggu hasil proses dari pihak kepolisian, kini menimbulkan tanda tanya besar sehingga timbul keraguan tehadap aparat dalam menegakkan hukum,” sambungnya.

Dia menambahkan, Aksi demo yang bakal digelar itu, sekaligus sebagai cara memantau apakah pihak kepolisian serius atau tidak menangani kasus itu, dan mereka meminta Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti, apabila terbukti bersalah oknum kepala Desa itu harus ditindak sesuai hukum yang ada.

Selain itu, Masyarakat berharap polisi harus cepat proaktif dan tidak menganggap sepele persoalan ini, karena menurut mereka, uang tersebut merupakan uang milik orang banyak dan hak masyarakat Desa Nganti, dan apabila persoalan ini tidak selesai di Polres Muba maka mereka akan melaporkan hal tersebut ke Polda Sumsel.

Ketika di konfirmasi awak media, Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti SE MM, melalui Kanit Tipikor Polres Muba, IPDA. Jhon Kenedy SH. Mengatakan melalui via whatsapp pribadinya terkait hal itu bahwasannya kasus tersebut masih dalam proses.

“Sedang dalam proses pak, tidak bisa instan seperti pidana umum, banyak yang harus di periksa, bahkan ahli, Bapak sabar, pasti bapak akan tau hasilnya,” Jelasnya singkat via whatsapp kamis (7/3/2019). (Tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.