Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Diduga Proyek Normalisasi Sungai Sebagut di jadikan Ajang Korupsi 

Kamis, 14 Februari 2019 | 4:17 pm
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 198

Foto: Proyek Normalisasi Sungai Sebagut Diduga Stop sebelum usai.

 
Foto: Proyek Normalisasi Sungai Sebagut Diduga Stop sebelum usai.
 
PALI SUMSEL, LintasPe
 
Normalisasi Sungai Sebagut Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi hingga Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  merupakan proyek bernilai milyaran rupiah diduga mangkrak atau putus di tengah jalan dan terindikasi adanya kegiatan korupsi sehingga menimbulkan tanda tanya besar khusunya bagi masyarakat setempat. Proyek Normalisasi sungai tersebut berasal dari anggaran Pemerintah (Pemprov) Sumsel tahun 2018 Diduga tidak rampung di kerjakan oleh Kontraktor. 
 
 
Menurut salah satu warga setempat mengatakan pada wartawan bahwasannya sudah tidak ada lagi kegiatan di lokasi proyek dan seluruh sarana dan prasarana telah di angkut salah satunya alat berat Excavator tanpa berkoordinasi terhadap pemerintah Desa. 
 
 
“Kalau sungai yang di Desa Panta Dewa dan Desa Babat selesai dikerjakan, tetapi kenapa yang ada di Desa kami Mangkrak, bahkan pemborongnya itu, meninggalkan pekerjaan yang belum selesai, bahkan, sisa pekerjaan berserakan dimana-mana,” kata salah satu warga setempat, kamis (14/2/2019).
 
Lebih lanjut warga tersebut menerangkan, “kami dengar bahwa anggaran normalisasi tersebut menelan biaya milyaran. Kami selaku warga ingin anggota Dewan Provinsi menanyakan ke instansi terkait, apakah anggaran normalisasi sungai Sebagut hanya sebatas itu, atau ada penyelewengan dalam pekerjaan tersebut,” terangnya. 
 
Kemudian Kepala Desa (Kades) Gunung Menang Sumantri mengungkapkan bahwasannya PT KUBN pelaksana proyek Normalisasi Sungai tersebut telah menarik semua peralatan sejak 5 February yang lalu tanpa adanya komunokasi dengan pemerintah Desa dahulu. 
 
“Kami selaku Pemerintah Desa mengharapkan apabila pekerjaan ini belum selesai, tolong dikerjakan lagi, tetapi apabila memang sebatas ini, kami minta pihak pelaksana atau instansi terkait untuk memberikan informasinya kepada kami, agar masyarakat tidak curiga,” Ungkap Sumantri.
 
Sementara itu Asgianto Alwi ST. salah satu anggota DPRD Prov. Sumsel komisi IV bidang (Pembangunan) ketika di konfirmasi mengatakan agar masyarakat setempat melaporkan kepihak yang berwenang Jika memang benar proyek tersebut putus di tengah jalan.
 
 
“Kroscek kalau memang demikian, laporkan ke pihak yang berwenang, agar masyarakat tidak di rugikan. Dan juga kalau benar adanya berita ini, atau proyek tersebut tidak tuntas, di selesaikan kepada Pemprov Sumsel agar memblacklist perusahaan tersebut,” Jawab Asgianto melalui via Whatshappnya, Kamis 14/02/2019. (Ahmad Jahri)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.