Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Tindakan Brutal Satpol PP Terhadap PKL, LSM Penjara Indonesia Desak Ir. Lakhomizaro Zebua Pecat

Rabu, 17 Juni 2020 | 1:34 pm
Reporter: Selamat Harefa.tim
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 3940
Suasana tegang saat oknum anggota Satpol PP saat penertiban PKL di kawasan jalan sudirman, Kelurahan pasar, Kota Gunungsitoli, Minggu (14/06/2020).

Suasana tegang saat oknum anggota Satpol PP saat penertiban PKL di kawasan jalan sudirman, Kelurahan pasar, Kota Gunungsitoli, Minggu (14/06/2020).

Suasana tegang saat oknum anggota Satpol PP saat penertiban PKL di kawasan jalan sudirman, Kelurahan pasar, Kota Gunungsitoli, Minggu (14/06/2020).

Suasana tegang saat oknum anggota Satpol PP saat penertiban PKL di kawasan jalan sudirman, Kelurahan pasar, Kota Gunungsitoli, Minggu (14/06/2020).

Suasana tegang saat oknum anggota Satpol PP saat penertiban PKL di kawasan jalan sudirman, Kelurahan pasar, Kota Gunungsitoli, Minggu (14/06/2020).

Suasana tegang saat oknum anggota Satpol PP saat penertiban PKL di kawasan jalan sudirman, Kelurahan pasar, Kota Gunungsitoli, Minggu (14/06/2020).

 

 

Gunungsitoli Lintas Peristiwa –

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Indonesia kota Gunungsitoli mendesak Penjabat Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua, memberhentikan oknum anggota Satpol PP yang bersifat arogan pada saat penertiban beberapa pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan jalan sudirman, Kelurahan pasar, Kota Gunungsitoli, Minggu (14/06/2020). Hasilnya, sekitar peralatan lapak PKL dirazia ke Kantor Satpol-PP Kota Gunungsitoli.( 17/06/2020 )

Penertiban itu menuai protes dari sebagian dari beberapa organisasi masyarakat, meminta Satpol PP jangan terkesan melakukan penertiban dengan cara tindakan arogan.

Insiden cacian yang diiringi dengan makian tersebut sudah terekam dalam sebuah video berdurasi singkat dan beredar luas di media sosial pada minggu (14/06/2020). Tindakan Oknum Satpol PP dengan cara memaki bergaya premanisme ketika hendak mengangkut paksa tempat atau dagangan yang akan di perjual belikan serta tetap melayani pengunjung saat New Normal kota Gunungsitoli.

Efrizal  menilai, tindakan oknum Satpol PP yang menghalangi mobilitas warga, terlebih warga yang berprofesi pedagang yang hendak menyalurkan bahan kebutuhan pokok.

Sekretaris LSM Penjara Indonesia kota Gunungsitoli Efrizal Caniago  sangat mengapresiasi tindakan Satpol PP dalam penegakkan aturan yang berlaku. Hanya saja Efrizal menyebut penertiban tersebut justru melanggar Undang-undang karena dilakukan dengan cara kekerasan(gertakan  suara bernada kurang beretika).

Dia menjelaskan, salah satu prinsip dalam menegakkan hukum adalah harus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dan menghargai hak asasi manusia dan tidak boleh dilakukan dengan cara melanggar ketentuan hukum lainnya, apalagi aturan yang lebih tinggi.

“Dalam kasus ini Satpol PP hendak menegakkan aturan Peraturan Walikota namun cara yang dilakukan justru melanggar peraturan hukum level UU yakni Pasal 351 KUHP tentang Penganiyaan dan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama atau Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan barang,” katanya.

Maka dari itu, LSM Penjara Indonesia mendesak Kepala Satpol PP Pemkot Gunungsitoli untuk memberikan sanksi pemberhentian sebagai anggota Satpol PP yang terbukti bersalah melakukan kesalahan terhadap pedagan jualan sayur dan ikan.

Efrizal juga meminta Wali Kota Gunungsitoli untuk menegur Kasatpol PP agar senantiasa mengingatkan anggotanya untuk menegakkan aturan yang sesuai dengan prinsip-prinsip hukum dan HAM.

jika Satpol PP Gunungsitoli dinilai gagal atau lamban dalam menghentikan tindakan represif yang dilakukan oleh anggotanya

“LSM Penjara Indonesia senantiasa siap dan sangat bersedia untuk mengawal dan membela kepentingan hukum teruntuk para korban kekerasan aparat oleh oknum anggota Satpol PP Kota Gunungsitoli,” tandasnya

Hingga saat berita ini di muat, Kepala Satpol PP Gunungsitoli belum menyampaikan permintaan maaf atas tindakan premanisme bawahannya yang memaki seorang pedagang saat hendak melayani pembeli dan juga dapat kita melihat video pada saat kejadian. (Tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.