Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Tingkatkan PAD; Petro Muba Diduga Tampung Minyak Ilegal

Rabu, 22 Mei 2019 | 1:34 am
Reporter: Tim
Posted by: redaksi
Dibaca: 285
Station Storage dan station setling oleh PT Petro Muba yang beralamat di jalan poros sekayu – lubuk linggau Km. 165 Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) tepatnya di Kel. Mangun Jaya. Selasa malam

Station Storage dan station setling oleh PT Petro Muba yang beralamat di jalan poros sekayu – lubuk linggau Km. 165 Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) tepatnya di Kel. Mangun Jaya. Selasa malam , (21/05/2019)

Station Storage dan station setling oleh PT Petro Muba yang beralamat di jalan poros sekayu – lubuk linggau Km. 165 Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) tepatnya di Kel. Mangun Jaya. Selasa malam
Station Storage dan station setling oleh PT Petro Muba yang beralamat di jalan poros sekayu – lubuk linggau Km. 165 Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) tepatnya di Kel. Mangun Jaya. Selasa malam , (21/05/2019)

Musi Banyuasin Sumsel LintasPe –

Minimnya minyak mentah yang dihasilkan sejumlah sumur tua di Babat Kukui diduga menjadi alasan Petro Muba membeli minyak ilegal dari berbagai daerah. Diduga tidak hanya dari Jambi,  Petro Muba ternyata juga diduga menampung minyak ilegal asal Musi Rawas demi memenuhi kuota yang ditetapkan Pertamina.

Salah satu petinggi Petro Muba,  Bunyamin yang dikonfirmasi via akun whatsapp nya Selasa (21/5/2019) tidak secara tegas membantah hal tersebut. Ia malah dengan bangga mengatakan setelah 15 tahun berdiri Petro Muba akhirnya mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejak setahun terakhir. Sepertinya ia tidak peduli apakah cara yang dilakukan Petro Muba guna meraih profit dengan menampung minyak ilegal dari berbagai daerah tersebut dapat di benarkan.

“Insyaallah tidak seperti itu,  semua kita buat untuk Muba, dan setelah 15 tahun berdiri, selama setahun terakhir Petro sudah mampu mencetak laba dan menyumbang PAD untuk Muba, “ujarnya.

Disisi lain, tim Investigasi yang melakukan pengamatan dilokasi storage Petro Muba, Selasa (21/5/2019) menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Sejumlah tanki besar pengangkut minyak yang diduga adalah milik PT PBSA yang menjadi penanggung jawab angkat angkut minyak Petro Muba terlihat melakukan aktifitas bongkar minyak yang langsung dipindahkan ke tangki pengangkut Pertamina tampa melalui proses pengecekan dan pengujian di storage tersebut. Sejumlah sumber dilokasi tidak menampik jika minyak tersebut berasal dari luar Muba.

“Tak cukup pak,  kalau cuma mengandalkan hasil sumur tua. Ini ada yang dari Jambi maupun Musi Rawas, ” kata salah satu pekerja di lokasi.

Disisi lain,  tujuan awal Pemerintah Musi Banyuasin mendirikan perusahaan milik daerah BUMD guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tentunya program ini patut diacungi jempol. Seperti yang disampaikan Dodi Reza Alex Bupati Musi Banyuasin pada saat peresmian Stasiun Storage beberapa waktu lalu, menurut Dodi dengan dibangunnya Stasiun itu, Muba akan bisa menjadi salah satu Kabupaten  yang pertama menjadi Kabupaten lumbung energi.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru Gubernur Sumatra Selatan juga mengharapkan dengan dibangun Stasiun Stogage ini dapat menampung minyak dari sumur tua yang di kelola oleh masyarakat, hanya tinggal kepala daerahnya saja bagaimana melegalkan.

Namun sangat disayangkan program yang patut diacungi jempol ini diduga dijadikan tempat penampungan minyak ilegal hasil pengeboran masyarakat secara tradisional, bahkan luar Muba. Sementara dari sumur tua itu diduga dijadikan tameng saja,  bukan hanya itu bahkan menampung minyak dari luar Musi Banyuasin, seperti dari Musi Rawas dan dari Jambi.

Hal ini bisa terjadi dikarenakan minyak yang dikelola oleh masyarakat dari hasil sumur tua itu tidak maksimal mengingat cuma ada dua lokasi yang dilegalkan yaitu di lokasi Babat Kukui dan 12 sumur di Kelurahan Mangun Jaya yang mustahil dapat memenuhi target yang disepakati Petro Muba dan pihak Pertamina. Dan untuk memenui target tersebut pihak Petro Muba berkerjasama dengan pihak PT. PBSA sebagai angkat angkut.

Dari hasil pantauan media ini dilapangan sekian banyak mobil yang bertulisan Petro Muba yang diduga milik PT. PBSA melakukan aktifitas mengangkut minyak yang diduga ilegal hasil pengoboran masyarakat secara manual ke Pertamina Ramba Kecamatan Sungai Lilin.(Tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.