Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Warga Dahadano Gawu-Gawu, Bantah Aniaya LSM

Minggu, 1 April 2018 | 10:36 pm
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 405

Poto ST Lase (Korban) saat dirawat di rumah sakit umum gunung sitoli. Minggu(01/04/2018)

Poto ST Lase (Korban) saat dirawat di rumah sakit umum gunung sitoli. Minggu(01/04/2018)

Gunungsitoli lintasPe –

Pasca, sepekan viralnya pemberitaan penganiayaan oknum anggota LSM berinisial ST Lase disalah satu media online, yang sedang tersohor dikalangan para pembaca dan pemburu informasi, saat ini di kota Gunungsitoli.

Sejumlah 2 (Dua) dari 4 ( Empat ) orang warga Desa Dahadano Gawu-Gawu yang namanya telah di catut di pemberitaan,tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Sebagian dari mereka, merasa dipermalukan dan melanggar hak perivasi seseorang.

Hal itu di sampaikan Ina Karlen, saat dirinya dikonfirmasi di kediamannya minggu, 01/04/2018  jalan Menuju Desa Dahana, Dusun II Desa  Dahadano Gawo-Gawu Kecamatan Gunungsitoli.

Dirinya kecewa dengan rasa  keberatan, dimana tanpa sepengetahuannya. Penyataan yang dilontarkan secara spontan tersebut di catut di dalam pemberitaan.

sedangkan dirinya tak tau menahu, bahkan belum melihat kejadian yang sedang terjadi, pada malam tersebut (diduga  penganiayaan kepada oknum LSM Berinisial ST Lase ; Red).

Dia jelaskan, bahwa Pada malam tersebut 23/03/2018 Sekitar Pukul 24:00 WIB dirinya terbangun dari tempat tidur.

“Karena saya terkejut dan mendengar ada suara kegaduhan di seberang luar rumah. secara Spontan saya berujar ” Hana wamibunuh ia = kenapa kalian bunuh dia”, dan pernyataan tersebut, perlu diluruskan bahwa diri saya pada saat tidak ada di lokasi TKP”, tegasnya.

“saya tak mau keluar rumah, karena hal tersebut secara adat istiadat di Nias ( tak elok dipandang ), apalagi saya ini Perempuan”. Ujarnya

Senada hal tersebut, Buala Lase alias Ama sanongoni lase  ( bapak mertua ) Ina Karlen menambahkan, saat itu dia belum mengetahui adanya pertikaian yang menimbulkan saudara  ST Lase Luka bercucuran darah di atas pelipis matanya itu pak. Karena saat itu suasana gelap gulita dan tempat kejadian penganiayaan tersebut bukan di lokasi hiburan pesta pernikahan karena musik Kyboard nya sudah lama  berhenti.

Saya sudah datang ditengah kerumunan Orang banyak ( jalan umum ; Red ) tersebut. dan secara langsung saya mendekati ST Lase dipinggiran dekat sepeda motor yang diparkirnya, untuk mengajaknya agar cepat pulang, karena waktu sudah mau pagi. saya pun sudah persilahkan agar nanti dia bisa datang lagi, karena rangkaian acara masih lanjut beberapa jam kedepan”, ujarnya.

Karena dia tak menggubris apa  saran saya, saya pun langsung balik kerumah lagi untuk istirahat.tuturnya, pada awak media.

Hingga pemberitaan ini di muat, ST Lase (Korban) belum bisa dijumpai dan dimintai pendapatnya oleh awak media. (Selamat Harefah).

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.