Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pathi Riduan Bantah posko pengawasan terpadu di lahan milik warga

Selasa, 24 April 2018 | 3:44 pm
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 152

Pathi Riduan di ruang kerjanya saat di wawancarai awak media Selasa 24/04/2018

 
 MUBA LintasPe
 
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin(DISHUB) H. Pathi Riduan SE.,STD. Saat di wawancarai awak media membantah pembangunan Pos Pengawasan Terpadu di desa Beruge Kecamatan Babat Toman Provinsi Sumatera Selatan bahwasannya dibangun di atas lahan milik warga. Menurut beliau lokasi tersebut merupakan areal demarkasi jalan yang dibangun dengan persetujuan warga termasuk kepala desa Beruge Syamsuri.
 
“Ini bukti notulennya dimana ada tanda tangan kepala desa, Camat Babat Toman termasuk instansi lain beserta kepolisian,” kata Pathi Riduan diruang kerjanya, Selasa, (24/04/18)
 
Menurut Pathi Riduan, Udin bin Aguscik yang ikut menandatangani notulen tersebut dikarenakan lokasi pos terpadu berada didekat lahan miliknya. Oleh karena itu sebelum di adakan kegiatan pembangunan posko pengawasan terpadu tersebut tim juga meminta izin dan persetujuannya.
 
“Bukan berarti itu lahan dia, lahan tersebut berada dalam demarkasi jalan. Dan saya tegaskan, kami tidak pernah menjanjikan bagi hasil atau apapun dengan dia,” tegas Pathi. 
 
Pathi Riduan menambahkan, tidak ada profit atau keuntungan yang diperoleh Dishub Kab. Muba dari keberadaan pos pengawasan terpadu di Desa Beruge tersebut. Bahkan jika ada jajarannya yang menarik retribusi dari pengguna jalan yang melintas dijalan tersebut maka dengan tegas akan memberi tindakan. 
 
 “Kalau katanya bagi hasil, hasil dari mana?  kita tidak menarik retribusi apapun dan dari pihak manapun, bahkan kalau ada oknum yang bermain pasti akan kita tindak,” ujarnya.
 
Sebelumnya diberitakan, Udin bin Aguscik warga Desa Beruge Kec. Babat Toman mengaku protes dengan keberadaan pos pengawasan terpadu tetsebut. Menurut pendapatnya pos tersebut dibangun dilahan miliknya. Sementara sewaktu akan dibangun dulu pihak Dishub menjanjikan pinjam pakai lahan dalam bentuk swakelola , dengan arti kata ada keuntungan bagi dirinya. 
 
Namun setelah 5 bulan posko tersebut berdiri ternyata tidak ada keuntungan satu Rupiahpun yang diperolehnya. Udinpun berharap agar keuntungan yang dijanjikan agar dapat diberikan sehingga dapat dinikmati.
 
Dalam Pantauan awak media belum lama ini, Pos pengawasan terpadu tersebut, terlihat kumuh tidak terawat. Sementara petugas Dishub yang biasanya bertugas sebagaimana layaknya sebuah Pos pengawasan tidak terlihat serta tidak ada kegiatan sama sekali di posko tersebut dan Pathi Riduanpun membenarkan bahwa pos pengawasan terpadu tidak perlu di jaga dan di tunggu.
 
“Posko Pengawasan Terpadu itu tidak perlu di jaga atau di tunggu karena takutnya nanti jika di tunggu atau di jaga maka justru nanti akan memberi peluang oknum tertentu untuk melakukan pungutan liar” jelas Pathi Riduan.
 
Tidak berfungsinya Pos Pengawasan terpadu Dishub Muba di Desa Beruge ini dibenarkan oleh Syamsuri Kades Desa Beruge. Menurutnya sejak dibangun sekitar 5 bulan lalu, pos terpadu tersebut tidak pernah difungsikan sebagai mana mestinya.
 
“Pos terpadu tersebut dibangun diatas tanah milik Udin bin Aguscik salah satu warga Desa beruge status numpang atau pinjam pakai saja, dan belum pernah difungsikan hingga saat ini,” kata Syamsuri.
 
Idham Zulfikri selaku Ketua Koordinator Lembaga Pengawasan Pembangunan Sumetera Selatan, Biro Muba, LSM,PP Sumsel menilai ada yang  dalam proses kegiatan pembangunan pos tersebut, diantaranya tidak ada papan proyek yang terlihat dilokasi saat kegiatan saat pembangunan pos pengawasan terpadu tersebut.
 
“Dalam pantauan Lembaga kami tidak adanya papan proyek di lokasi saat kegiatan dalam pembangunan pos milik Dishub tersebut terkesan janggal dan di paksakan, apalagi dibangun diatas lahan milik warga yang belum digantirugi. Seharusnya setiap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah lahannya harus dibebaskan dulu, karena bangunan berikut tanah akan menjadi aset pemerintah atau Negara ,” tutup Fikri. (Ahmad Jahri)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.