Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

“DCS KIP Mendominasi” Bukti Kec. Peureuluak Barometer Perpolitikan DPRK Atim 2019

Rabu, 15 Agustus 2018 | 9:28 am
Reporter: Muhammad Thaib
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 432
Ketua Aceh DPRK KIP CDS

Foto : A. Rahmad Dasda, SP,  (Inisiator GAMS Aceh). Selasa, (14/08/18)

Ketua Aceh DPRK KIP CDS
Foto : A. Rahmad Dasda, SP,  (Inisiator GAMS Aceh). Selasa, (14/08/18)

 

Aceh Timur LintasPe-

Bakal Calon Legeslatif (Bacaleg) DPRK Kabupaten Aceh Timur Tahun pemilihan umum tahun 2019, yang pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) / KPU Aceh Timur pada Media Harian terbitan Lokal pada Selasa (14 Agustus 2018) mendapat tanggapan dari beberapa kalangan pemerhati politik Aceh Timur.

Tanggapan ini dari salah seorang inisiator Gerakan Aneuk Muda Sosial (GAMS) Aceh, A. Rahmad Dasda, SP. pada Media LintasPe- di Kediamannya di Kecamatan Peureulak Barat pada Selasa (14 Agustus 2018) yang menyebutkan, dari lima (5) dapil di Aceh Timur calon anggota legeslatif pada masing-masing partai politik baik nasional (Parnas) maupun partai politik local (Parlok) dengan jumlah partai peserta pemilu legeslatif di Aceh Timur sebanyak 18 partai politik, 24 Kecamatan wilayah Aceh Timur, Kecamatan Peureulak sangat mendominasi jumlah bakal calon yang di munculkan setiap partai politik peserta pemilu legeslatif 2019 untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kabupaten Aceh Timur belum termasuk Bacaleg untuk DPRA Aceh”. Kata Rahmad Dasda.

Dan menurutnya ini sesuatu yang sangat luar biasa, hemat kami bakal calon legeslatif yang bermunculan ikut dalam kancah perpolitikan di tahun ini pada umumnya para kaula muda, sesuatu kemajuan bagi Aceh Timur khususnya Kecamatan Peureulak yang masuk dalam Dapil 2 Aceh Timur pada Pileg di Tahun 2019, dan bila mereka nantinya yang muda-muda dapat dipercaya terpilih sudah tentu pasti akan berdampak pada perkembangan kemajuan daerahnya di setiap dapil di mana tempat mereka berasal, dan diharapkan kepada pemegang peran di masing-masing organisasi partai politik yang ada, agar jangan menjadikan calon kader yang telah direkrut sebagai pelngkap kuota keterwakilan partai“. Ujar A.Rahmad Dasda.

Namun demikian, bagi kami selaku Inisiator gerakan kepemudaan Aceh Timur yang tidak masuk dalam ranah politik sudah tentu akan melakukan evaluasi dan control setiap perkembangan jalannya roda pemerintahan atas dukungan program dewan perwakilan rakyat di parlemen Kabupaten Aceh Timur di masa mendatang, itu sudah tentu pasti, jadi calon legeslatif di pileg 2019 DPRK Aceh Timur bila kelak terpilih tetap akan berhadapan dengan kami di gerakan Kepemudaan dalam control kenerja legeslatif ini dilakukan guna menyingkronkan laju pembangunan di segala sector dalam kepentingan masyarakat”. Kata A. Rahmad Dasda.

Di tempat yang berbeda, Agus Rijar Yahya, S.H, M.H. Mantan anggota DPRK Aceh Timur yang juga putra kecamatan peureulak yang berdomisili di Kota Langsa Via Hand Phone, pada LintasPe, selasa (14 Agustus 2018) memberikan sedikit gambaran terkait bacaleg dari dapil 2 Kecamatan Peureulak yang di umumkan pada daftar calon sementara, lebih kurang 65 orang  peserta di masing-masing partai politik adalah berasal dari Kecamatan Peureulak di banding Kecamatan Idi Rayeuk di dapil 1 yang merupakan wilayah pusat pemerintahan Aceh Timur dengan jumlah bacaleg lebih kurang 46 orang, padahal Idi Rayeuk Ibu Kota Aceh Timur, ini merupakan barometernya perpolitikan di Aceh Timur, adalah Kecamatan Peureulak, hampir setiap perhelatan perpolitikan kecamatan peureulak terus mendominasi dari periode ke periode”. Kata Agus Rijar.

Kami berharap keberanian para calon legeslatif untuk DPRK Aceh Timur yang bermunculan para kaum muda di setiap partai politik, telah membuktikan kemajuan Aceh Timur dalam kiprahnya untuk mampu berperan membangun daerah melalui politik, ini patut kita apresiasikan, kami tidak melihat latar belakang partai mana namun yang jelas para kaum muda yang tampil itu yang positif.

Namun menurut pandangan Agus Rijar, masih ada sedikit kelemahan di masing – masing partai politik baik parnas dan parlok, menurutnya kurangnya kader-kader yang direkrut dari daerah pedalaman yang dimunculkan, sehingga umumnya bertumpu pada wilayah perkotaan, maka dari tahun ke tahun wilayah pedalaman kurang perhatian ini karena wilayah tersebut tidak ada keterwakilannya, bila kita lihat pengumuman Daftar Calon Sementara DPRK Aceh Timur oleh KIP Aceh Timur yang terbit pada hari ini di Media harian local yang ditetapkan pada tanggal 12 Agustus 2018 pada sidang pleno KIP Aceh Timur, terlihat calon legeslatif dari wilayah pedalaman masuk di dapil 3 seperti Kecamatan Simpang Jernih, Lokop dan Kecamatan Peunaroen masih dibawah 10 orang calon yang muncul antara 6 dan 4 orang yang tampil pada kecamatan yang disebutkan tadi”. Katanya.

Sementara kecamatan Banda Alam, Idi Tunong wilayah tengah Pedalaman dan Pante bidari, Madat wilayah Barat pedalaman Aceh Timur rata-rata melebihi 10 orang calon legeslatif yang muncul dan tampil di pileg 2019, ini juga menjadi acuan bagi seluruh partai politik yang ikut serta pada pertarungan pileg 2019 Kabupaten Aceh Timur sudah dapat untuk mengembangkan sayapnya guna mencari kader-kader anggota partainya di wilayah pedalaman, kami rasa mereka-mereka warga masyarakat di sana juga memiliki potensi sumber daya manusia yang dapat di ajak dan dilibatkan dalam pembinaan organisasi kepartaian, walau kita melihat masih daftar calon sementara yang di umumkan hari ini, namun itu tidak jauh meleset nantinya menjadi daftar tetap sebagai calon legeslatif“ Kata Agus Rijar. (Muhammad Thaib)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.