Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Inspektorat Kota Gunungsitoli Diduga Lamban Tangani Laporan Pembangunan MCK Desa Hiligodu

Selasa, 24 April 2018 | 9:39 pm
Reporter: Selamat Harefa
Posted by: redaksi
Dibaca: 432
MCK di Dusun V Desa Hiligodu Ombolata Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara disinyalir kuat dengan sarat KKN.(24/04)

MCK di Dusun V Desa Hiligodu Ombolata Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara disinyalir kuat dengan sarat KKN.(24/04)

poto Bangunan MCK di Dusun V Desa Hiligodu Ombolata Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara disinyalir kuat dengan sarat KKN.(24/04)

 

Gunungsitoli LintasPe –

Pelaksanaan pekerjaan pembuatan MCK di Dusun V Desa Hiligodu Ombolata Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara disinyalir kuat dengan sarat KKN.(24/04)

Atas dasar inisiatif dari sekelompok masyarakat telah dibangun suatu bangunan yang di danai dari APBD Pemkot Gunungsitoli tahun anggaran 2014. Bangunan yang seyogyanya menjadi tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) oleh warga setempat, saat ini terbengkalai dan tak dipergunakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh LintaPe Selasa (27/3/2018), salah seorang warga berinisial WL memaparkan bahwa awal pelaksanaan pekerjaan tersebut dilakukan oleh perencana pelaksana kegiatan dari Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Kebersihan Kota Gunungsitoli.

“Saya menilai, dari Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Kebersihan Kota Gunungsitoli yang telah mengutus tim perencana belum mencermati perencanaan, perhitungan dan pelaksanaan pada paket pekerjaan tersebut dengan baik. Sehingga pada pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak dapat difungsikan dengan baik dan benar serta tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat”. Katanya.

Bangunan tersebut hingga saat ini, sama sekali tidak berfungsi dan tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat selaku pemanfaat dari hasil pekerjaan tersebut. Dimana terdapat enam(6) bak penampungan air pada masing-masing ruangan dan 1 (satu) bak penampungan air berukuran besar tidak pernah terisi.

“Disebabkan bangunan tersebut banyak yang retak dan diduga pada pelaksanaan tersebut sarat dengan tindakan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian keuangan negara”. Ujarnya.

Sebelumnya saat pengajuan pada pelaksana paket pekerjaan pembangunan tersebut tahun 2015 dimulai pada saat kepemimpinan Pj kades Hiligodu Ombolata Lusius Lase alias Ama Desni Lase dan beberapa kelompok masyarakat lainnya.

Pada pembiayaan pelaksana pekerjaan dimaksud diduga sebesar kurang lebih dua ratus delapan puluh tiga juta rupiah(Rp 283.000.000) dan jika dinilai taksiran dari biaya pekerjaan fisik tersebut yang telah terlaksana diduga kurang lebih seratus lima puluh jutaan rupiah(Rp 150.000.000,-) diduga sarat dengan tindak pidana korupsi. Jumlah dana yang telah dikeluarkan sebesar 100%. Indikasi dugaan pembiayaan tersebut sarat dugaan korupsi dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat desa.

“Untuk perkiraan biaya fisik (pembiayaan alat dan bahan bangunan) lain tidak termasuk upah kerja, itu merupakan usulan kelompok masyarakat secara inisiatif (swadaya)”. Terangnya.

WL mengharapkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli serta inspektorat Kota Gunungsitoli untuk segera mengaudit dan usut serta diperiksa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.

Pantauan LintasPe di sekitar lokasi bangunan MCK tersebut, saat ini dimanfaatkan sebagai tempat gudang, seperti selang/pipa besar dibiarkan disudut ruangan dan beberapa dedaunan pepohonan berserakan di dalam ruangan.

Bangunan dengan pagu dana dua ratus delapan puluh tiga juta rupiah(Rp 283.000.000,-) di perkirakan oleh tenaga ahli atau tukang bangunan diduga hanya menghabiskan dana sekitar kurang lebih seratus lima puluh jutaan rupiah(Rp 150.000.000,-) saja, yang lebih disayangkan lagi MCK yang dibangun tidak ada manfaatnya. Seperti yang disampaikan oleh salah seorang  masyarakat yang inisialnya WL, ia mengatakan kepada media bahwa Pembangunan MCK  hanya suatu kesiasia-siaan saja, sampai saat ini diduga inspektorat gunungsitoli lamban menangani laporan pembangunan MCK tersebut”. Ungkapnya.

Saat dikonfirmasi kepada Motani Telaumbanua sebagai Inspektur kota Gunungsitoli. Senin (23/04/18) kemarin diruang kerjanya mengatakan, “baru hari Kamis 19 april 2018 kami menerima surat dari kejaksaan negeri gusit untuk mengaudit laporan tersebut dan saya sudah menugaskan dua(2) orang untuk memproses laporan MCK itu, untuk menentukan setiap kasus laporan indikasi korupsi serta kami menanti petunjuk dari pimpinan kami (Walikota Gusit), jika pimpinan mengatakan lanjut maka kami teruskan dan begitu juga sebaliknya”. Ujarnya

Penuturan Yus Iman Harefa selaku Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) kejaksaan negeri gunungsitoli saat dikonfirmasi diruang kerjanya dirinya mengatakan, “kami sudah menyurati kepala inspektur gunungsitoli guna menindak lanjuti laporan masyarakat desa hiligodu dan silahkan konfirmasi berikutnya ke kantor inspektorat”. tegasnya.

Ditempat terpsiah, saat dihubungi melalui via seluler selasa 24 april 2018 saba’aro zebua selaku pejabat pembuat komitmen(PPK) pada pelaksanaan pembangunan MCK di desa hiligodu kecamatan gunungsitoli selatan, ia menjelaskan “pembangunan tersebut ia hanya sebagai menfasilitas saja yang lebih mengetahui pembangunan itu adalah tim teknis lapangan yaitu rafik zebua, jika ada dugaan indikasi dalam pekerjaan itu biarlah diproses secara hukum yang berlaku di NKRI”. Tegasnya sambil mengakhiri.

Diwaktu bersamaan awak media LintasPe mencoba menghubungi rafik zebua selaku tim teknis lapangan di pembangunan MCK, tidak merespon sama sekali hingga berita ini ditayangkan.(Selamat Harefah)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.