Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Kadis Inspektorat di Duga TutuP Mata Atas Kasus MCK

Senin, 9 April 2018 | 3:22 pm
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 531

Gunungsitoli LintasPe –

Motani Telaumbanua selaku kepala dinas inspektorat kota gunungsitoli hingga saat ini belum mengutus staf anggota nya untuk memanggil tim perencana yang telah mencermati perencanaan, perhitungan dan pelaksanaan pada paket pekerjaan tersebut dengan baik Senin 09/04/18

Sehingga pada pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak dapat difungsikan dengan baik dan benar serta tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bangunan tersebut hingga saat ini, sama sekali tidak berfungsi dan tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat selaku pemanfaat dari hasil pekerjaan tersebut. Dimana terdapat 6 (enam) bak penampungan air pada masing-masing ruangan dan 1 (satu) bak penampungan air berukuran besar tidak pernah terisi.

“Disebabkan bangunan tersebut banyak yang retak dan diduga pada pelaksanaan tersebut sarat dengan tindakan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian keuangan negara,” ujarnya.

Sebelumnya saat pengajuan pada pelaksana paket pekerjaan pembangunan tersebut tahun 2015 dimulai pada saat kepemimpinan Pj Kades Hiligodu Ombolata Lusius Lase alias Ama Desni Lase dan beberapa kelompok masyarakat lainnya.

Pada pembiayaan pelaksana pekerjaan dimaksud diduga sebesar kurang lebih Rp 283.000.000 dan jika di perkirakan dari biaya pekerjaan fisik tersebut yang telah terlaksana diduga kurang lebih Rp 150.000.000 sarat dengan tindak pidana korupsi. Jumlah dana yang telah dikeluarkan sebesar 100%. Indikasi dugaan pembiayaan tersebut sarat dugaan korupsi dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat desa.

“Untuk perkiraan biaya fisik (pembiayaan alat dan bahan bangunan) lain tidak termasuk upah kerja, itu merupakan usulan kelompok masyarakat secara inisiatif (swadaya),” terangnya.

WL mengharapkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli serta Kepala Inspektorat Kota Gunungsitoli untuk segera mengaudit dan usut serta diperiksa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.

Pantauan lintaspe di sekitar lokasi bangunan MCK tersebut, saat ini dimanfaatkan sebagai tempat gudangnya, seperti selang/pipa besar dibiarkan disudut ruangan dan beberapa dedaunan pepohonan berserakan di dalam ruangan.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Inspektorat ia menjelaskan laporan tentang MCK itu perlu waktu dan akan kami kabari kepada orang bapak nantinya,ungkapnya melalui via seluler dengan nomer contak person 0812649xxxxx.

Sedangkan melalui stafnya yang bernama Erwin Gulo saat ditemui beberapa hari yang lalu (02/04) dirinya mengatakan kasus tersebut sedang diproses dan kami dari inspektorat menunggu surat dari kejaksaan Negeri Gunungsitoli untuk bergerak bersama,apalagi kami ada MOU dengan kejaksaan negeri gunungsitoli,ujar Erwin Gulo.

Kristian zebua selaku ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI ) Kota Gunungsitoli,mengatakan” meminta kepada kepala dinas inspektorat kota gunungsitoli agar segera diproses kasus MCK di desa hiligodu kecamatan gunungsitoli selatan tersebut,sebab diduga ada indikasi korupsi.ucap kristian zebua saat dihubungi melalui via seluler

Kemudian kristian zebua menambahkan kasus MCK tersebut masih tanggung jawab pak motani telaumbanua yang saat ini menjabat sebagai kepala dinas inspektorat kota gunungsitoli,sebab kita ketahui ianya dulu masih menjabat sebagai kepala dinas tata ruang,perumahan dan kebersihan kota gunungsitoli,maka dari itu kadis inspektorat jangan tutup mata,tegas kristian zebua.

Hingga berita ini dimuat lagi Saba’aro Zebua selaku PPK(Pejabat pembuat komitmen ),belum bisa ditemui oleh beberapa media untuk dikonfirmasi. (Selamat Harefah)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.