Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

‘Lawang Wetan’ Pro dan Kontra Beras Sejahtera

Kamis, 3 Mei 2018 | 1:43 pm
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 238
Bahrum Rangkuti Menjelaskan Perihal Beras Sejahtera di Ruang Kerjanya Senin 30/04/2018

Beras Bulog / Beras Sejahtera

 

MUBA LintasPe-

Seiring program pemerintah pusat dalam mengatasi kemiskinan salah satunya mengubah Beras Miskin (Raskin) menjadi Beras Sejahtera (rasta) menjadi Pro-Kontra dan menuai tanda tanya pasalnya beberapa warga Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan Kabupeten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan mengeluhkan hal tersebut karena di sinyalir masih harus mengeluarkan biaya tebusan sebesar Rp.10.000/10kg. (Sepuluh ribu rupiah per sepuluh kilo gram) Kamis, 27/04/18.

Dalam pantauan awak media, beberapa warga desa tersebut yang namanya tidak kami tuliskan mengeluhkan dan membeberkan perihal adanya biaya dalam penebusan  beras rasta tersebut, dan menanyakan untuk apa dan di kemanakan dana tersebut.

“Kami masih bayar pak satu karung ukuran 10kg. Harganya Rp.10.000 dan kalau tidak ada uang tersebut kami tidak bisa nebus dan uangnya untuk apa katanya sekarang gratis kok kami masih bayar, ” ujarnya dengan raut wajah yang penuh kebingungan.

Mentri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan pada salah satu media Presiden RI.go.id inilah terobosan baru dalam upaya pengentasan kemiskinan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program rastra. BPNT telah dilaksanakan secara bertahap di 44 kota pada tahun 2017. Selanjutnya, pada tahun 2018 BPNT akan diperluas pelaksanaannya di 118 Kabupaten dan 98 Kota.

“Sementara bagi yang belum mendapatkan BPNT akan diberikan Bansos Rastra, yang menandakan bahwa penerima program menerima secara gratis tanpa bayar apapun,” ungkap Khofifah.

Selanjutnya awak mediapun mendatangi kantor Camat Lawang Wetan Senin, 30/04/ guna menanyakan permasalahan perihal beras Rasta tersebut, Bahrum Rangkuti .SSTP.M.Si. Selaku Camat Lawang Wetan tentunya menanggapi perihal tersebut dan iapun  mengucapkan terimakasih pada awak media, atas kerja sama yang telah terjalin sehingga menjadi salah satu controling dalam roda pemerintahan. Beliaupun menyarankan agar sebaiknya konfirmasi langsung ke kepala desa setempat guna memastikan kebenarannya dan tidak menjadi berita sepihak serta menyudutkan tanpa ada hak jawab dari yang bersangkutan.

“Terimakasih pak tentunya kami sangat merasa terbantu dan akan selalu bermitra dengan media, mengenai laporan warga kami kepada media perihal adanya biaya penebusan beras rasta seyogyanya, bapak konfirmasi dulu kekepala desa yang di maksud agar tidak menimbulkankan kegaduhan, dan tanyakan juga jika memang ada biaya tebusan tersebut untuk apa dan dikemanakan,” jelas Bahrum.

Bahrum Rangkuti kemudian menegaskan secara teknis dan aturan main bahwasannya tidak adalagi pungutan atau uang tebusan mengenai beras rasta tersebut, dan jika memang ada sebaiknya di telusuri dulu siapa tau itu semua sumbangan masyarakat dalam bentuk suka rela.

“Secara teknis memang tidak di benarkan adanya pungutan dan biaya pak, tapi sebaiknya di telusuri dulu y kalau bahasa medianya di investigasilah begitu pak,” imbuh Bahrum sambil tersenyum.

Kemudian kelang beberapa menit awak mediapun langsung konfirmasi kekepala desa setempat dan kebetulan saat itu, Zawawi selaku kepala desa Tanjung Durian tersebut berada di kantor Camat Lawang Wetan. Ketika di wawancarai reporter ListasPe, Zawawi menerangkan serta memaparkan perihal beras rasta tersebut.

“Bukan uang tebusan atau pungutan pak dan tidak pula di wajibkan namun sumbangan suka rela, ya harganya tidak kami patok dan tergantung kemampuan masyarakat. seikhlasnya pak ada yang Rp.10.000, ada yang Rp.5000 dan ada pula yang Rp.1000. Hasil sumbangan sukarela tersebutpun untuk beli gula dan kopi, ya untuk anak anak begadang di depan rumah menjaga beras sembari mendatanya,” papar Zawawi.

Kepala desa Tanjung Durianpun mengatakan bahwasannya sumbangan seikhlasnya tersebut hasil musyawarah dan mufakat bersama sebelum beras rasta tersebut di berikan atau di salurkan kepada masyarakat setempat.

“Kami juga punya hasil musyawarah tersebut secara notulen dan tentunya itu hasil kesepakatan warga desa, yang memang benar benar ikhlas memberikan sumbangan tersebut.” tutup Zawawi. (Ahmad Jahri)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.