Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

M. Soleh Naim Himbau Masyarakat Tidak Golput

Jumat, 20 April 2018 | 7:23 pm
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 289

H. M. Soleh Naim Saat menjelaskan masyarakat agar tidak golput saat pilkada Babat Supat Jum'at 20/04/2018

Suasana Saat H. M. Soleh Naim memaparkan pentingnya memilih pemimpin yang tidak berpolitik uang Jum'at 20/04/2018

 
MUBA LintasPe –
 
Dalam rangka pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada) yang jatuh pada tanggal 27 Juni 2018 H. M. Soleh Naim SE MM, selaku kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (kesbangpol) kab. Muba menghimbau dan menegaskan agar masyarakat kecamatan Babat Supat umumnya masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin agar tidak Golput saat pilkada nanti. Hal tersebut di paparkannya di halaman kantor camat Babat Supat Jum’at 20/04/18.
 
Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Badan Perencanaan Daerah(Bapeda) H. M. Yusuf Amiin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa(PMD) Drs. Habiburahman, kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Hariadi Karim, Seluruh Kepala Desa dan Kepala Sekolah sekecamatan Babat Supat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat beserta tamu dan undangan.
 
H. M. Soleh Naim mengatakan bahwasannya ia menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat kec. Babat Supat umumnya masyrakat Kab. Muba bisa memberikan hak pilihnya dalam pesta demokrasi nanti. Selain itu M. Soleh Naimpun menegaskan dan memberi pandangan bahwasannya agar kita semua stop dan tolak jika ada politik uang.
 
“Mari kita gunakan hak pilih kita pada tanggal 27 Juni 2018 pastikan kita jangan golput karena satu suara kita tentunya bisa menentukan sumatera selatan untuk 5tahun kedepan”, ujar M. Soleh Naim.
 
Sementara itu kec. Babat Supat ini ada 16 desa 85 Tempat Pemungutan Suara(TPS) dan 24.555 mata pilih Kemudian kita juga harus bisa menolak politik uang karena, jika kita memilih pemimpin yang memakai politik uang maka sama saja kita sudah memilih, mendukung dan menciptakan pemimpin yang koruptor,” tegas M. Soleh Naim.
 
Keaneka Ragaman dan Perbedaan itu yang membuat indah, dan jangan kita jadikan perbedaan ini sebagai perpecahan dan saling menyalahkan karena sejatinya perbedaan inilah yang menyatukan kita dan membuat warna warni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 
 
“Karena saat ini banyak partai namun jangan sampai ada perpecahan diantara kita keaneka ragaman dan perbedaan harus kita hormati dan saling menghargai filosofinya  karena perbedaanlah dunia ini ramai laksana suatu musik tentunya ada suling, gitar, orgen(piano), gendang walaupun berbeda suara. Namun, jika di gabungkan dan berbunyi sesuai fungsi dan porsinya maka akan menjadi kesatuan irama yang indah dan merdu. Artinya, karena perbedaan partailah sehingga muncul seni dalam berpolitik”, tutupnya (Ahmad Jahri).
 
 
 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.