Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Sekda Muba; Jangan Menimbulkan Pro dan Kontra, Wartawan Harus Proaktif

Selasa, 23 Januari 2018 | 4:05 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 1515

Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs. H. Apriyadi M.Si saat dikonfirmasi diruang kerjanya. Selasa (23/01/2018)

Pimpinan Redaksi Sumatera Ekspres menandatangani Mou Koran Masuk Desa di Audotorium Pemkab Muba. Senin (22/01/2018)

Sekayu Muba LintasPe-

Dalam rangka memadukan langkah dan strategi sehingga terciptanya sinergi diantara para Kepala Desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan penyebaran luas informasi Desa untuk masyarakat Desa sampai pelosok pedesaan. Sumatera Ekspres dan Harian Musi Banyuasin (Muba) bersedia mendistribusikan Koran 227 Desa dalam 15 kecamatan di Kabupaten Muba. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk media lainnya baik media cetak maupun online juga dipersilahkan untuk kerjasama sesuai dengan kebutuhan desa dan jarak jangkauan yang bisa ditempuh. Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Muba, Edi Safari saat dikonfirmasi usai MoU Koran masuk desa di Audotorium Pemkab Muba. Kemarin (22/01/2018).

“Penandatangan ini hanya sebagai formalitas saja. Untuk media massa ini telah dianggarkan oleh Alokasi Dana Desa (ADD) yang diatur oleh Peraturan Menteri Desa No. 19 Tahun 2017 penetapan prioritas penggunaan dana desa tahun 2018 pasal 5 tentang pembangunan dan pemberdayaan dan dipertanggung jawabkan oleh masing-masing desa”, ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Muba Drs. H. Apriyadi Ssos, Msi saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya menyampaikan bahwa penandatanganan Mou ini bermula dengan audiensi dengan bapak Bupati yang ingin bekerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba untuk melaksanakan program koran masuk desa. Selasa (23/01/2018).

Lanjutnya, mengingat di Pemkab Muba ini tidak ada program tersebut, sehingga disarankan lah dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Muba. Dan ternyata, dana desa di DPMD memang ada untuk informasi yaitu salah satunya koran. Oleh karena itu, dikoordinasikan dengan Apdesi.

“Dibawah payung Apdesi lah, kita melakukan koordinasi dengan Sumeks dan Harian Muba, tapi kami bantu memfasilitasi sehingga terjalinlah kerja sama atau MoU. Dengan adanya kerja sama itu tidak menutup kemungkinan ada media lain yang bersedia masuk ke desa, tinggal rundingan dengan Apdesi”, ujar Apriyadi.

Dengan adanya penadatanganan Mou ini, banyak media lain yang sebelum-sebelumnya yang lebih dulu masuk desa takut terlenser dan menimbulkan pro dan kontra.  Namun Sekda mengatakan “Kenapa harus terlenser dan harus ada pro dan kontra, kamu nya media lain yang harus proaktif, kenapa Sumeks bisa kamu tidak bisa, mustinya kamu berpikir kesitu, yang proaktifkan ini sumeks ya berarti Sumeks, yang pasti Sumeks dan Harian Muba bersedia mengantarkan kepelosok desa, dibayar tiga bulan sekali dan kades sepakat. Tinggal kamu media lain sanggup tidak dengan pola mereka, tidak ada interpensi atau intimidasi dari pemerintah Daerah”, ungkapnya. (WindaC). 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.