Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Dansatgas Pimpin Rapat Penutupan Status Siaga Darurat Asap Akibat Karhutla Provinsi Sumsel

Kamis, 1 November 2018 | 12:13 pm
Reporter: Red/Rilis
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 76

 

PALEMBANG SUMSEL, LintasPe-

Bertempat di Ruang Posko Satgas siaga darurat becana asap akibat kebakaran hutan dan lahan Provinsi Sumsel TA 2018 Kantor BPBD Provinsi Sumsel Jln. Gubernur H. Asnawi Mangku Alam Palembang, Dansatgas Karhutla yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman, S.E. memimpin Rapat Penutupan Posko Satgas Karhutla Provinsi Sumsel TA 2018.

Rapat yang dilaksanakan pada Rabu (31/10) siang ini berkaitan dengan telah berakhirnya Satgas, sebagaimana yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 102/KTPS/BPBD-SS/2018 tertanggal 1 Februari 2018 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumsel TA 2018.

Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman, S.E. selaku Komandan Satgas Karhutla Provinsi Sumsel dalam arahannya menyampaikan, saat ini tanggal 31 Oktober sudah memasuki hari terakhir Status Siaga Karhutla, selama 49 hari dalam Status Siaga Merah, indeks ISPU menunjukkan ISPU Sumsel baik, hanya satu hari ISPU dalam keadaan sedang. “Siaga Merah ditetapkan oleh Dansatgas selama 50 hari (49 hari ISPU Baik dan 1 hari ISPU dalam keadaan Sedang. Persepsi Karhutla belum mencapai sempurna tetapi data yang dihasilkan sebagai bahan atau data untuk pembanding tahun depan,” jelas Dansatgas.

Selain itu, Kolonel Inf Iman Budiman, S.E. juga menyampaikan, bahwa dilaksanakannya rapat ini bertujuan untuk menyusun data dan informasi dari berbagai Operasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan Karhutla, agar dibuat laporan sebagai bahan pertanggungjawaban kepada Gubernur Sumsel. “Ini merupakan kehormatan bagi Korem 044/Gapo yang ditunjuk sebagai Dansatgas Karhutla dan berharap mudah-mudahan rapot kinerja kita juga baik”, tegas Kolonel Budiman.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel yang diwakili oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat, Ansyori melaporkan secara kinerja sudah sangat bagus, tetapi secara administrasi ada beberapa yang kurang dari adiministrasinya.

Sementara Sub Satgas Gakkum Polda Sumsel, melaporkan seperti arahan Dansatgas kita harus mengoptimalkan kegiatan pencegahan Karhutla yang dilakukan adalah mitigasi contohnya pemasangan  spanduk, pamplet, penyebaran maklumat, patroli Sinergitas dengan rekan-rekan yang tergabung dalam Satgas. Kegiatan mitigasi yang ditotal dari setiap  Polres  dan dibandingkan dengan jumlah titik api atau hot spot maka akan ditemukan/disimpulkan kurva yang berbanding terbalik artinya semakin besar mitigasi yang dilakukan ini membawa pengahruh terhadap jumlah hot spot yang terjadi dalam suatu daerah.

“Untuk kegiatan penegakan hukum sendiri  berkordinasi dengan pihak Bareskrimsus  ada 7 kasus yang sudah disidik. Satu kasus Korporasi kemudian enam kasus perorangan, enam kasus perorangan ini tiga kasus sudah tahap P21 berkas juga dinyatakan lengkap oleh DPU dan yang tiga kasusnya dalam proses penyidikan ditindak dan ini perlu diekspose di media sehingga masyarakat tahu bahwa pembakaran hutan itu ada sangsinya dan ada hukumannya”, terangnya.

“Jadi paling tidak biar tahu bahwasanya pembakaran hutan adalah perbuatan yang salah sehingga diharapkan bisa membawa efek jera dan tentunya akan mengurangi niat-niat dari para pembakar lahan yang akan melakukan pembakaran”, tutupnya.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.