Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Satgas Karhutla Provinsi Sumsel Resmi Berakhir

Kamis, 1 November 2018 | 5:59 pm
Reporter: Red/Rilis
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 139

PALEMBANG SUMSEL, LintasPe-

Seiring dengan membaiknya udara dan bersihnya kabut asap dari udara di wilayah Sumatera Selatan, maka dengan sendirinya tugas dan tanggung jawab dari Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dibentuk Pemerintah Provinsi Sumsel juga berakhir pada Rabu (31/10), artinya tugas dan tanggung jawab Satgas Karhutla yang di Komandani oleh Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman, S.E. sudah selesai.

Hal ini juga berdasarkan Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 102/KTPS/BPBD-SS/2018 tetang penetapan Siaga Karhutla ditetapkan mulai tanggal 1 Februari hingga 31 Oktober 2018 yang secara resmi telah dilakukan acara penutupan Satgas Karhutla Provinsi Sumsel oleh Gubernur Sumsel bertempat di Hotel Santika Premiere Jln. Gubernur H. Asnawi Mangku Alam Palembang, Kamis (1/11/2018).

Komandan Satgas Karhutla yang juga menjabat sebagai Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman, S.E. dalam laporannya menyampaikan, bahwa kekuatan Satgas yang terlibat mencapai 7 ribu personel, bahkan pernah mencapai 8 ribu pada 50 hari dengan datangnya pasukan bantuan dari pusat khusus dalam rangka mensukseskan Asian Games XVIII Tahun 2018. “Kami jalankan tugas sesuai dengan undang-undang dan dan aturan yang berlaku ditambah sedikit taktik militer, dengan harapan pada tahun ini kita tidak masuk dalam situasi bencana. Dan alhamdulillah selama 8 bulan bertugas dengan kemarau yang cukup panjang, operasi dapat dilaksanakan dengan baik,” terang Dansatgas.  

Satgas ini berhasil mencegah bencana Karhutla, tetapi permasalahan inti belum selesai, khususnya di wilayah OI dan OKI, karena di sana terdapat 900 ribu hektare lahan gambut dari 1,4 juta hektare lahan gambut Sumsel, yang apabila terbakar arah angin langsung ke Palembang, sehingga ada 7 juta penduduk Palembang akan berdampak akibatnya. “Dan alhamdulillah dari waktu tugas tersebut kami dapat menahan indeks ISPU dalam kondisi sehat artinya dibahwah 50 ppm, hanya ada 2 hari yang dalam kondisi tidak sehat selanjutnya kita dapat bertahan dalam kondisi baik hingga sekarang”, jelas Kolonel Budiman.

Seiring dengan berakhirnya tugas ini, secara otomatis tugas penanggulangan Karhutla beralih kembali kepada otoritas otonomi secara mandiri di tingkat Provinsi dan Kabupaten. Dan mudah-mudahan dalam kondisi yang mudah dalam situasi biru, otoritas tersebut dapat melakukan dengan baik.

“Situasi kedaruratan ini terjadi sejak tahun 2015 dan sebelumnya, seolah-olah tugas pokok dalam menjaga dan mencegah asap akibat Karhutla dibutuhkan bantuan dari TNI dan Polri, sehingga perangkat reguler yang ada belum dapat berfungsi dengan maksimal, padahal Perda dan perangkat di Provinsi, Kabupaten, Kecamatan hingga Desa menurut saya sudah lengkap. Ada hal-hal yang perlu ditegakkan dengan saling melengkapi dan menegakkan sehingga Perda tersebut memiliki kewibawaan yang cukup disegani”, pungkas Kolonel Budiman.  

Sementara itu, Kelapa Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel H. Iriansyah, S.Sos, SKM, M.Kes. dalam laporannya mengatakan, bahwa penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel dikatakan relatif berhasil dengan indikasi tidak adanya asap pada saat pelaksanaan Asian Games mulai dari pembukaan hingga penutupan, kemudian jarak pandang di bandara SMB II relatif baik rata-rata diatas 10 km dan angka Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) dengan nilai rata-rata dibawah 50 ini cukup baik.

“Dalam operasi udara, Helikopter yang terlibat Water Bombing sebanyak 13 unit dengan jumlah penerbangan sebanyak 1.173 kali penerbangan, dengan water bombing 27.097 kali dengan air yang dituangkan lebih dari 103 juta liter air serta Pesawat yang terlibat TMT sebanyak 4 unit dengan lebih 120 kali penerbangan dengan bahan semai 123.520 kg bahan”, urai Iriansyah.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.