Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

12 Sumur Milik Pertamina Akan Dialih Fungsikan ke Petro Muba

Selasa, 18 September 2018 | 4:52 pm
Reporter: M Ericho
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 439

Suasana rapat pasca penutupan sumur minyak milik PT Pertamina di Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman di ruang rapat randik. Selasa (15/09/2018)

Suasana rapat pasca penutupan sumur minyak milik PT Pertamina di Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman di ruang rapat randik. Selasa (15/09/2018)
 
MUBA SUMSEL LintasPe-
 
Pasca penutupan sumur minyak milik PT Pertamina di Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali menggelar rapat tindak lanjut di ruang rapat randik. Selasa (15/09/2018)
 
Rapat tersebut dipimpin oleh Sekertaris Daerah (Setda) Drs H Apriyadi Msi, dihadiri oleh Skk Migas, Pertamina, Perwakilan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Direktur Petro Muba, Kapolres Muba, Dandim 0401 diwakili, dan Jajaran kepala OPD Muba.
 
Rapat ke dua kalinya ini menindak lanjuti surat dari Pertamina berkaitan dengan permohonan agar Pemerintah dan pihak Polres Muba dalam hal ini untuk melakukan penutupan 17 sumur di Desa Mangun Jaya Kec Babat Toman, dimana  sumur yang dulunya sudah ditutup oleh Pertamina dan saat ini sebanyak 12 sumur terbuka dan kembali dikelola oleh masyarakat.
 
“Dari 17 sumur yang sudah ditutup, 12 diantaranya dibuka kembali oleh masyarakat. Kami pihak Skk migas maupun pertamina tidak akan bisa berhadapan langsung dengan masyarakat, karena kami tidak memiliki kemampuan untuk mencegah. Jika kami dihadapkan dengan masyarakat tentunya akan ada konflik”, terang salah satu perwakilan dari SKK Migas.
 
Menindak lanjuti laporan tersebut, selaku pimpinan rapat, Setda Muba Drs H Apriyadi Msi mengatakan bahwa keputusan tersebut hanya dapat ditentukan oleh Kementrian ESDM, pemerintah Muba hanya dapat memberi solusi sebagaimana fungsi dan terbaiknya untuk masyarakat.
 
Dikatakan Apriyadi, kalau tidak menyalahi aturan – aturan masih bisa di perbaiki agar tidak terjadi Pro dan Kontra antar masyarakat yang membuka sumur tersebut terhadap skk migas,pertamina dan pemkab muba. Diusulkannya agar pengelolaan ke 12 sumur tersebut diserahkan kepada Pemerintah daerah melalui Petro Muba dan kembali ke Pertamina, serta akan bekerjasama dengan masyarakat untuk mengelola sumur tersebut.
 
“Jika pertamina masih berkeinginan untuk menutup kembali sumur tersebut, maka kami pemerintah lepas tangan dan urus sendiri urusan seperti ini”, ujarnya
 
Selanjutnya, ujar Apriyadi, terkait permasalahan tersebut dan arahan atau solusi dari pemerintah muba, pemerintah akan mengrimkan surat ke Kementrian ESDM bahkan kalau bisa sampai ke Presiden RI.
 
Kecaman Setda tersebut serontak mengejutkan perwakilan pertamina yang hadir pada rapat tersebut. Dikatakannya jika lokasi 12 sumur tersebut berada di tanah Pertamina tentunya pihak pertamina dan skk migas tidak dapat melepaskan sumur tersebut, untuk itu nanti akan ada pengecekan kembali. Sambungnya bila Kementrian ESDM turut mengesahkan bahwa 12 sumur tersebut di lepaskan dan dialihkan ke Petro Muba, skk migas dan pertamina tidak bisa menolak. (M. Ericho)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.