Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Anggota Komisi IX DPR RI Bareng BPOM Di Banda Aceh Sosialisasikan KIE Obat dan Makanan di Lhoksukon

Senin, 19 Maret 2018 | 1:40 pm
Reporter: Mahdi Ismail
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 708

Foto; Kepala BBPOM di Banda Aceh, Drs.Zulkifli.Apt. Sabtu, (17/03/2018)

H. T. Khaidir sedang mempresentasi obat-obatan, kosmetik dan makanan pada acara pemberdayaan masyarakat melalui KIE obat dan makanan di GOR Lhoksukon, sabtu (17/03/2018)

Aceh Utara LintasPe –

Anggota Komisi IX DPR RI, H. T. Khaidir Abdurrahman S.IP bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan(BPOM) di Banda Aceh melakukan sosialisasi KIE(komunikasi, informasi, dan edukasi) obat dan makanan kepada masyarakat, di GOR Lhoksukon kabupaten Aceh Utara propinsi Aceh, Sabtu (17/03/2018).

Diketahui, sosialisasi ini menghadirkan 500 peserta lebih dari Kepala BBPOM di Banda Aceh, Drs. Zulkifli Apt, Anggota DPR RI. Tgk. Khaidir. S.IP, Bupati Aceh Utara diwakili oleh T. Safwansyah, SE, alim ulama, tokoh masyarakat, para peserta Komunikasi Informasi dan Edukasi serta par undangan lainnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Keamanan Pangan dan Produk Halal”.  Penyelenggara adalah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan(BBPOM) di Banda Aceh bekerja sama Anggota Komisi IX DPR RI, H. T. Khaidir Abdurrahman, S.IP. yang membidangi kesehatan, tenaga kerja, dan transmigrasi.

Anggota Komisi IX DPR RI, H. T. Khaidir Abdurrahman, S.IP mengatakan, program sosialisasi tersebut merupakan program Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja BPOM

“Bertujuan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai obat, makanan dan kosmetik yang mengandung zat berbahaya,” katanya.

“Saya mengajak warga di kabupaten Aceh Utara ini tidak menjadi korban produk berbahaya atau palsu,” ujar Kepala BPOM di Banda Aceh, Drs. Zulkifli Apt.

Sosialisasi tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai obat, makanan dan kosmetik yang mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu masyarakat tidak asal membeli makanan dan obat obatan, sehingga harus jeli dan teliti sebelum mengkonsumsi.

“Mengingat banyak beredar obat-obatan dan makanan di masyarakat.  Begitu juga soal makanan, harus dilihat izin edar yang dikeluarkan BPOM,  kemudian kadaluarsa atau belum,” katanya.

Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat tidak lagi menjadi korban dengan makanan atau obat obatan yang ilegal.

“Mari kita terapkan pola hidup sehat. Sebelum konsumsi cek dulu labelnya. Ada gak label dari Departemen kesehatan atau dari Badan POM, kalau ada berarti aman untuk dikonsumsi,” ajaknya.

Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib yang diwakili oleh Staf Ahli. T. Safwansyah. SE mengatakan pengetahuan terkait keamanan, manfaat dan mutu sediaan farmasi dan pangan mutlak diperlukan. Maka saya menghargai dan apresiasi kepada H. T. Khaidir Abdurrahman, S.IP sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan BBPOM di Banda Aceh dengan program sosialisasi KIE obat dan makanan.

Menurut dia, kegiatan sosialisasi KIE Obat dan Makanan ini merupakan salah satu program komisi IX DPR RI. 

“Kita bangga dengan adanya kepedulian Bapak Khaidir Abdurrahman,  karena beliau yang ada di komisi IX  DPR RI yang menangani kesehatan dan ketenagakerjaan. Tentu sebagai wakil rakyat yang memperjuangkan aspirasi masyarakat, Tgk. Khaidir bersedia turun ke masyarakat,” terangnya.

Oleh karena itu pihaknya berharap, H. T. Khaidir  Abdurrahman dapat lebih memperjuangkan dengan membuat regulasi  terkait beredarnya obat dan makanan yang terlarang.

“Mari kita do’akan BPOM yang kita percayakan mengawasi sediaan farmasi dan pangan di negara ini tetap mampu menjalankan tugas dengan baik demi masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Usai acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, antara peserta dengan Ketua Balai BBPOM di Banda Aceh yang dipandu H. T. Khaidir Abdurrahman, S.IP. Serta disediakan hadiah bagi peserta yang mampu menjawab pertayaan. (Mahdi)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.