Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Masa Pandemi COVID-19 PMI Pidie Stok Darah Menipis

Sabtu, 19 Desember 2020 | 3:42 pm
Reporter: Saumi Ramadhan
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 116
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sigli Kabupaten Pidie, stok darah tidak mencukupi, tampak diruang uji saring IMLTD

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sigli Kabupaten Pidie, stok darah tidak mencukupi, tampak diruang uji saring IMLTD

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sigli Kabupaten Pidie, stok darah tidak mencukupi, tampak diruang uji saring IMLTD
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sigli Kabupaten Pidie, stok darah tidak mencukupi, tampak diruang uji saring IMLTD
 
 
PIDIE ACEH, LINTASPERISTIWA.COM, – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sigli Kabupaten Pidie, stok darah tidak mencukupi pada masa pandemi COVID-19, warga yang membutuhkan sangat tinggi. Sabtu, 19/12/2020.
 
Donor Darah PMI Kota Sigli Kabupaten Pidie tetap melakukan kegiatan perencanaan, rekruitmen, penyediaan, pendistribusian darah, dan komponennya bagi pasien di rumah sakit dengan tujuan menyembuhkan dan memulihkan kesehatan. 
 
Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sigli Pidie, Marzuki Ahmad mengatakan sebelum pandemi, PMI Kota Sigli Pidie setiap hari bisa mendapatkan donor darah sekitar 500. Tetapi kini hanya 100 atau 200 kantong. 
 
Jelas, kita masih kekurangan stok darah, tetapi tidak semua ada juga masyarakat yang meminta darah seperti O kadang kala di PMI yang tersedia darah A dan B, hanya golongan darah tertentu yang terjadi kekosongan. Oleh karena itu kita terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya mendonor darah untuk tubuh semakin sehat dan peredaran darah semakin lancar. 
 
Tambahnya, maka perlu adanya pendonor tambahan agar persediaan darah mencukupi bagi yang membutuhkan. Sebab banyak warga yang butuh darah dalam beberapa bulan terakhir ini, membuat pihaknya sedikit kewalahan dimasa covid tersebut. 
 
Maka donor darah sangat penting bagi kita, selain demi kesehatan dan juga ada delapan manfaat bagi masyarakat yang rutin mendonorkan darah, dulu tiga bulan sekarang secara medis bisa dua bulan setengah dalam sekali donor. 
 
Dan terangnya lagi bahwa mungkin dulu ada imej negatif ditengah masyarakat, PMI jual darah. Harus kita pahami sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) dan turunannya Peraturan Bupati (Perbup) bahwa sekarang sudah ada dana Biaya Penganti Berdonor Darah (BPBD) biaya yang diganti oleh pemerintah melalui BPJS, artinnya masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan dana. 
 
Terkadang, pada saat terjadi kekosongan darah di PMI otomatis kita berharap kepada masyarakat kita tidak lagi malakukan kegiatan penganti pendonor, ini yang kita terapkan di PMI Kabupaten Pidie. 
 
Tidak ada lagi penganti pendonor, inilah yang terus kita harapkan kedepan mudah mudahan bisa terus berkiprah membantu PMI dalam rangka melaksanakan pemenuhan darah untuk kita droping ke enam Rumah Sakit di Pidie dan Pidie Jaya. 
 
Dan sekali lagi harapan kita kepada masyarakat, bahwa selama ini kita lihat PMI Pidie rutin lakukan giat sosial menyangkut donor darah dilapangan dimana setiap pada hari Jum’at juga hari besar jika ada undangan dan selama ini dari aparatur Pemerintahan Desa, unsur TNI dan Polri rutin kita lakukan donor darah massal, darah tersebut kita distribusikan ke RS Pidie dan Pidie Jaya. (Saumi). 
 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!