Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

ACT Ajak Syaikh dari Palestina Kunjungi Sekayu

Rabu, 24 April 2019 | 9:42 am
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 330

Suasana Syaikh dari Palestina kunjungi MAN Model Sekayu. Rabu (24/04/2019)

Suasana Syaikh dari Palestina foto bersama ACT. Rabu (24/04/2019)

Suasana Syaikh dari Palestina tausiah di Masjid yang ada di Sekayu. Rabu (24/04/2019)

Suasana Syaikh dari Palestina tausiah di Masjid yang ada di Sekayu. Rabu (24/04/2019)

Sekayu Muba LintasPe-
 
Guna memberikan edukasi kepada masyarakat dan siswa/i tentang bagaimana keadaan Palestina, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melakukan road show dengan mengajak tamu istimewanya “Syaikh Lo’ay Ahmed Rashid El-Najjar”. Rabu (24/04/2019)
 
Syaikh yang berasal dari Jalur Gaza, Palestina ini melakukan kunjungan dibeberapa titik di Kota Sekayu selama dua hari sejak tanggal 22 – 23 april, yakni aula MAN Model Sekayu, sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Jami’ Annur Sekayu, sholat Magrib berjamaah di Masjid Al-Ashri dan sholat Shubuh berjamaah di Masjid Baitul Hasanah komplek Randik.
 
Dalam paparan Edukasi Syaikh yang diterjemahkan oleh penerjemah dari ACT yang berasal dari Muara Enim lulusan Universitas Internasional di Sudan, mengucapkan terima kasih dari saudara di Palestina kepada Indonesia. Karena Indonesia adalah negara yang selalu memberikan bantuan-bantuan kepada palestina. 
 
“Palestina bukan hanya tanah milik Umat Islam di Palestina saja tapi melainkan tanah diseluruh dunia. Karena seperti kita percayai bahwa Rasulullah SAW itu di Mi’raj kan ke Sidratul Muntaha melalui masjid Al-Aqso yang kita ketahui masjid itu ada di Palestina sekarang ini”, ujar Syaikh.
 
Jadi, sambungnya. “Kita harus benar-benar menjaga nya bila kita tidak bisa berjuang kesana maka berilah amunisi berupa makanan dan minuman untuk saudara kita yang berjuang disana”, tambahnya.
 
Syaikh juga menceritakan keadaan tentang Gaza tempat tinggal beliau sekarang yang sangat tidak layak lagi dihuni, karena 98% sudah diracuni, 2 jam perhari saja listrik mengalir, separuh lebih warga disana terpaksa menganggur, 53% warga disana dalam jurang kemiskinan. 
 
Faktanya, kini hampir seluruh warga Gaza menggantungkan hidupnya hanya pada bantuan kemanusiaan dari negera lain, termasuk dari Indonesia.
 
“PBB memprediksikan bahwa Gaza akan berakhir ditahun 2020. Tapi mereka tetap berjuang meskipun setiap harinya diperangi Israel Laknatullah. Sekolah, rumah dan gedung disana selalu dihujani Rudal, Jet tempur 24 jam selalu mengelilingi kota gaza, diperbatasan darat dialiri listrik bertegangan sangat tinggi dan selalu dijaga oleh Tank Baja”, beber Syaikh.
 
Tidak hanya itu, lanjutnya. Dari laut selalu dijaga Kapal tempur dan kapal selam yang siap menghancurkan kota gaza setiap waktu, mereka juga melarang umat islam disana untuk  sholat di Masjid Al-Aqso, dijaga ketat oleh tentara Zionis yang sangat kejam. Tapi, mereka tetap mempertahankan tanah dan Masjid yang Allah muliakan dalam Al-Quran surat Al-Israa’ ayat 1. 
 
“Selama 20 hari, saya roadshow di Indonesia sudah 70 saudara kita meninggal dalam keadaan syahid karena terkena tembakan dan rudal yang hujani tentara Zionis. Mungkin jika menceritakan tentang Palestina tidak cukup waktunya 1 tahun karena begitu banyak kekejaman yang dilakukan oleh Isreal Laknatullah”, ujarnya.
 
Sementara itu, Koordinator ACT Sekayu, Suharwijoyo dalam kesempatan itu mengajak keikhlasan hati dari pada Jamaah masjid yang mendengarkan untuk membantu saudara di Palestina dengan menyisihkan harta dan rejekinya melalui ACT karena setiap tahun nya ACT selalu memberikan bantuan nya melalui Kapal Kemanusiaan Palestina yang berisikan 10.000 ton Beras, Gula, Tepung, dan Minyak. 
 
“Mari salurkan donasi terbaik kita melalui BNI Syariah–> 66 0000 5505, Mandiri–> 127 000 781 6612, atas nama Aksi Cepat Tanggap atau bisa konfirmasi ke nomor 0812 – 4086 – 0600”, ujar Suhar. (Winda)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.