Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Besok Pasar Sekayu Ditertibkan, Ini Yang Akan Dilakukan Pemerintah

Rabu, 10 Oktober 2018 | 7:34 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 2674

Suasana rapat persiapan penertiban pasar pagi sekayu di ruang rapat randik. Rabu (10/10/2018)

Suasana rapat persiapan penertiban pasar pagi sekayu di ruang rapat randik. Rabu (10/10/2018)
 
Muba Sumsel LintasPe-
 
Dalam penertiban Pasar Pagi Sekayu Jalan Kapten A. Rivai (Talang Jawa) yang akan dilakukan besok, Kamis (11/10/2018) pukul 08.30 wib sesuai jadwal yang telah ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) akan menurunkan 200 personil. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muba H. Zainal Arifin pada rapat persiapan aksi pemindahan pasar di ruang rapat randik. Rabu (10/10/2018)
 
“Dalam hal ini, kami meminta bantuan 200 orang personil untuk turun kelapangan, diantaranya 100 orang dari Polisi Pamong Praja (Pol – PP), 50 orang dari Polres Muba dan 20 orang dari Kodim 0401/Muba, selebihnya dari Disperindag”, ungkapnya.
 
Dalam laporan Zainal, berdasarkan data dari Camat dan Lurah sebanyak 478 pedagang yang akan direlokasi dari lahan milik H. Syarial Abbas, Dedi Irawan, H. Yusuf, Gani dan Pen Japar. Namun setelah di pilah – pilah, 146 dari 478 pedagang tersebut tidak dilakukan relokasi. Jadi, hanya 332 pedagang yang akan di relokasi. 
 
“Nah, kami sudah mempetakan di lokasi pasar randik, dan kami bisa menampung 369 pedagang disana”, terangnya.
 
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi S.Sos selaku pimpinan rapat mengatakan bahwa niat Pemerintah memindahkan pedagang ini guna menciptakan keindahan kota. Untuk itu, pihaknya akan tetap konsisten untuk melakukan penertiban pasar pagi besok. 
 
“Kita sudah mengikuti prosedur, mulai dari sisi administrasi, sisi pendekatan, teguran hingga berupa peringatan. Jadi, sudah selayaknya kita melakukan penertiban dalam bentuk fisik melakukan aksi lapangan”, ucapnya.
 
Menurutnya, dalam memindahkan pedagang pasar ini pihaknya telah menyiapkan fasilitas dan masyarakat sebenarnya mau pindah tapi pemilik lahan atau pemilik halaman rumah ini yang memprovokasi mereka dan ini perlu di sikapi.
 
“Sebenarnya saya ragu, setelah pedagang dipindahkan, apakah kita akan tetap konsisten untuk kedepan terus menjaga atau mempertahankan agar pedagang tidak kembali ketempat semula. Apapun yang terjadi besok kita coba dulu, pokoknya turun dulu, karena jika kita tidak turun kita dianggap main – main”, ucap Sekda penuh dengan rasa ragu.
 
Dalam hal ini, Sekda meminta untuk sebisa mungkin hindari bentrok, barang – barang pedagang jangan sampai dirusak dan jika pedagang tidak mau bubar, angkat barangnya. Walaupun ada bentrok jangan sampai pihaknya yang memulai memprovokasi. Jika terjadi bentrok artinya ini akan ada yang diusut siapa yang memprovokasi.
 
“Hindari bentrok, kalaupun gak bisa, ya apa boleh buat. Siapapun yang kena saya minta untuk dilaporkan kepolisi, jangan lupa untuk divideokan. Nanti akan diusut, jangan masyarakat semau – mau nya sampai lempar – lemparan. Untuk itu, saya minta pak kapolsek, tolong dikawal dan tidak menutup kemungkinan ini akan ada yang melapor baik dari kita maupun dari pihak pedagang tergantung siapa yang memulai”, imbuhnya.
 
Lanjutnya, kepada Dinas Perhubungan ia memerintahkan besok dini hari untuk tutup total disimpang 4 Rumah Dinas Bupati dan simpang 5 Petro Muba, jangan ada satupun kendaraan yang boleh masuk, arahkan kendaraan ke arah lain. 
 
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Balai Agung Edi Herianto menyampaikan segala aspirasi pedagang pasar pagi. Ia pun memberikan saran jika ingin memindahkan pedagang harusnya tempat yang akan ditempati pedagang sudah jelas, masing – masing pedagang telah mendapatkan nomor los atau kios sesuai tempatnya.
 
“Saran kami pak, dalam pemindahan pedagang pasar ini alangkah bagusnya jika tempat yang disediakan sudah maksimal. Jika belum, besar kemungkinan pedagang tidak akan pindah dan akan menjadi masalah besar lagi”, ujar lurah.
 
Menanggapi saran pak lurah, Zainal Arifin menjelaskan bahwa pihaknya mendata para pedagang tidak memberikan nomor los atau kios kepada pedagang dikarenakan pedagang dipasar pagi tidak ada yang mau pindah dan bahkan mereka membuat surat pernyataan bertanda tangan materai dan telah dilayangkan ke Gubernur Sumsel.
 
“Kita memfasilitasi tempat dulu, selanjutnya kita perintahkan mereka pindah, jika sudah pindah kita baru masukkan pak, yang berjualan ikan kita masukkan dilos penjual ikan,  yang berdagang sayur kita masukkan di los sayur nanti. Tapi mereka harus pindah dulu, jika mereka tidak pindah tidak bisa juga karena belum ada pernyataan sikap dari pedagang”, terangnya.
 
Dalam kesempatan itu, Sekda mengambil kesimpulan bahwa besok pihaknya tetap akan turun, tindak  tegas dengan alasan tidak ada izin, cuman jangan terprovokasi.
 
“Malu kalau kita besok tidak turun, kalau tidak mau pagi, siang kita turunnya, kondisinya agak sepi kita beresi sekitar pukul 10.00 wib. Apapun resiko, berhasil atau tidak akan tetap kita lakukan, mana yang bisa kita eksekusi kita eksekusi”, tegas Sekda. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.