Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Bhabinkamtibmas Babat Supat Mediasi Warga Berdamai Secara Kekeluargaan

Selasa, 24 September 2019 | 5:36 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 510

Suasana problem sloving di babat Supat. Selasa (24/09/2019)

Suasana problem sloving di babat Supat. Selasa (24/09/2019)

MUBA LINTASPE –

Problem solving merupakan cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan warga tanpa melalui jalur hukum.

Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menjalankan perannya diwilayah binaannya, salah satunya adalah dapat membantu menyelesaikan / memecahkan permasalahan (problem solving) yang dialami oleh warga masyarakat namun melalui koridor diluar hukum formal melainkan melalui musyawarah kekeluargaan sepanjang akibat yang ditimbulkan tidak begitu berat.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Babat Supat, Bripda Rizki Arnanda dan Kanit Binmas Polsek Babat Supat Bripka Andri SH telah melakukan problem sloving atas terjadinya Tindak Pidana penganiayaan.

Dalam hal ini, Bripka Andri SH mengatakan bahwa problem solving ini, satu istilah yang selalu dipergunakan oleh bhabinkamtibmas dalam setiap menyelesaikan masalah yang ada dimasyarakat, yang mana penyelesaian masalah tersebut merupakan permasalahan ringan (tipiring) seperti halnya keributan rumah tangga, selisih paham dan lain-lain.

“Kali ini, kami telah memediasi Abdullah dan Karim warga Dusun I Desa Langkap. Keduanya telah melakukan perdamaian secara kekeluargaan atas terjadinya tindak pidana penganiayaan yg terjadi pada hari Rabu tanggal 16 September 2019 sekira pukul 12:30 Wib di dusunnya”, beber Kanit.

Keduanya, lebih lanjut. Dipertemukan untuk dilakukan musyawarah agar diperoleh kesepakatan bersama diantara kedua belah pihak.

Kesepakatan akhirnya disepakati melalui surat perjanjian, point – point dalam surat perjanjian tersebut telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan ketentuan dan pertimbangan sebagai berikut, berjanji tidak lagi mengulangi semua perbuatan yang dianggap merugikan atau melecehkan, apabila mengulangi perbuatan tersebut maka siap untuk dituntut kepada pihak yang berwajib atau sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Ya, melalui musyawarah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di desa binaan kami”, tambahnya.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!