Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

BPOM : Tidak Boleh Diedarkan, “Dinsos PALI” Akui Ada Bansos Kadaluwarsa

Kamis, 4 Maret 2021 | 9:32 pm
Reporter: Hendri Irdianto, SH
Posted by: Admin
Dibaca: 263
Photo Sisa Pembakaran Mie Instan di Halaman Kantor Dinsos PALI

Photo Sisa Pembakaran Mie Instan di Halaman Kantor Dinsos PALI, (04/03/2021)

Photo Sisa Pembakaran Mie Instan di Halaman Kantor Dinsos PALI
Photo Sisa Pembakaran Mie Instan di Halaman Kantor Dinsos PALI, (04/03/2021)

 

 

PALI, LINTASPERITIWA.COM, – Menanggapi Bantuan Sosial (Bansos) yang di distribusikan ke masyarakat Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Kab. PALI) yang diduga Kadaluwarsa (Expired Date) ternyata pihak Dinas Sosial menyatakan memang benar dan sudah ditarik kembali serta penyebabnya.

“Memang benar di pemberitaan itu terkait kadaluwarsa di kecamatan Penukal Utara, makanya saya minta awak media datang ke kantor pada hari ini, dan adanya penumpukan logistik Bansos karena adanya Pilkada dan mie instan yang kadarluwarsa sebanyak 300 dus dan disimpan digudang” Ujar Plt Kadinsos PALI Metty Etika, SE, M.Si saat ditemui di Kantornya (04/03/2021).

Namun selain adanya Bansos yang kadarluwarsa ternyata awak media melihat dugaan tempat pembakaran Bansos (Beras dan Mie Instan) di seputaran kantor Dinsos Kab. PALI, ditemukan berserakannya beras dan mie instan sisa pembakaran, namun saat dikonfirmasi pihak Dinsos menyatakan memang benar hanya beras yang sudah bau saja yang dibakar.

“Pihak Dinsos hanya membakar/ memusnahkan 10 sak beras (1 sak = 5 Kg) saja namun untuk mie instan tidak ada, dan beras yang dibakar itu karena baunya seperti buntang yang disebabkan paralon WC bocor dan airnya menetes mengenai beras dan tanpa disaksikan pihak lain itu keteledoran kami namun beras yang dibakar sudah kami ganti” Kilah Kadinsos PALI.

Selain pihak Dinsos PALI yang memberikan keterangan, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menjelaskan Makanan atau Obat yang melampaui masa kadaluwarsa tidak boleh diedarkan.

“Artinya yang tidak boleh apa, yang sudah melampaui masa kadaluwarsa, tapi kalau pun belum kadaluwarsa ternyata ada kerusakan, obatnya rusak, berbauh, tengik, apapun terjadi penurunan mutu tidak boleh diedarkan,” jelas Dwi Irwan, S.Si kepala BPOM Palembang saat di bincangi awak media via telepon.

Sementara itu salah satu Praktisi Hukum PALI dari KHNF, berinisial (NF) saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon untuk menanggapi terkait adanya temuan Bansos Kadaluwarsa, mengatakan temuan ini bisa dilaporkan ke BPOM Palembang dan aparat penegak hukum.

“Deliknya bisa dikenakan Undang-undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Junto Pasal 52 KUHP Tentang Penyalah gunaan Wewenang Jabatan,” ungkap NF.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!