Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

BPPRD Muba Laksanakan Uju Petik, Guna Tingkatkan PAD Non Migas

Selasa, 26 Februari 2019 | 9:49 pm
Reporter: red
Posted by: redaksi
Dibaca: 382
petugas BPPRD Muba Saat melakukan Uji Petik di salah satu hotel di Kab. Muba.

petugas BPPRD Muba Saat melakukan Uji Petik di salah satu hotel di Kab. Muba.

petugas BPPRD Muba Saat melakukan Uji Petik di salah satu hotel di Kab. Muba.

petugas BPPRD Muba Saat melakukan Uji Petik di salah satu hotel di Kab. Muba.

petugas BPPRD Muba Saat melakukan Uji Petik di salah satu rumah makan di Kab. Muba.

SEKAYU MUba LintasPe –

Langkah Positif yang dilakukan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Musi Banyuasin, Demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui sektor bukan dari Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), terus melakukan upaya optimalisasi pendapatan asli daerah, dari sektor pajak dengan intensifikasi pajak daerah, yaitu melaksanakan kegiatan uji kepatuhan atau uji petik terhadap beberapa wajib pajak daerah di Kabupaten Musi Banyuasin.

Kegiatan uji petik yang dilaksanakan oleh pihaknya, merupakan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28, tahun 2009, tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. “Kegiatan uji petik, merupakan upaya kita dalam meningkatkan PAD, bukan dari sektor minyak dan gas,” hal ini dikatakan Kepala BPPRD Muba, H Riki Junaidi, AP, M.Si, saat dihubungi, Selasa (26/2)

Dijelaskannya, bahwa dalam pelaksanaan uji petik, sejumlah tim telah diturunkan, untuk melakukan pengawasan terhadap wajib pajak hotel dan restoran setiap hari. Tentunya, lanjut Riki, berdasarkan hasil penilaian terhadap pendapatan dari Wajib Pajak (WP).

“Besaran pajak yang dipungut yaitu berdasarkan Perda yaitu, 10 persen setiap bulan dari pendapatan wajib, yang musti dibayar sebagai Pajak,” terangnya..

Upaya turun langsung kelapangan, dikarenakan masih banyaknya objek pajak yang tidak taat dengan aturan. Selain itu, diduga adanya manipulasi pendapatan setiap bulannya. Sehingga pajak daerah yang disetorkan tidak sesuai dengan yang seharus. “Kami mengambil langkah uji petik, dikarenakan selama ini banyak obyek pajak, diduga membayar tidak sesuai dengan kenyataan pendapatan yang diperoleh. Seperti ada rumah makan yang ramai dikunjungi, tetapi membayar pajak setiap bulannya, hanya sekitar sebulan Rp.50 ribu. berarti satu bulan hanya memperoleh pendapatan Rp.500 ribu,” bebernya.

Menurut Riki, melalui upaya uji petik, maka terlihat adanya peningkatan pajak yang disetorkan. Selain itu, pihaknya juga membawa tim terpadu yang terdiri dari Pol PP Muba dan pihak Kejari Muba, sehingga wajib pajak menjadi sadar akan kewajiban. “Kita bukan bermaksud untuk menakut-nakuti pelaku usaha, tetapi kami memberikan informasi dan pemahaman bahwa ada kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pelaku usaha,” katanya.(red)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.