Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Camat Babat Toman : PT Alwaled Jaya Perkasa Diduga Tak Mengantongi Izin

Senin, 8 Oktober 2018 | 8:22 am
Reporter: Team
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 596

Foto: Armada pengangkut BBM di Depan Ruko Kediaman Karyawan PT Alwaled Jaya Perkasa di desa Beruge 08/10/2018.

Foto: Armada pengangkut BBM di Depan Ruko Kediaman Karyawan PT Alwaled Jaya Perkasa di desa Beruge 08/10/2018.
 
MUBA SUMSEL, LintasPe- 
 
Camat Babat Toman, M Aswin mengaku asing dengan nama PT Alwaled Jaya Perkasa, perusahaan penampungan dan pengangkutan BBM jenis Solar dan minyak Lampu hasil penyulingan tradisional di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Hal ini dikatakannya melalui akun whatsappnya  ketika awak media menanyakan terkait dugaan pengangkutan BBM ilegal yang dilakukan perusahaan tersebut.
 
“PT Alwaled? kayaknya saya baru dengar namanya. Kalau izin, kemungkinan besar tidak adalah,” kata Aswin melalui akun whatsapp nya, Sabtu (6/10).
 
Dari jawaban Camat Babat Toman tersebut semakin menguatkan dugaan aktivitas ilegal PT Awaled Jaya Perkasa di Desa Beruge yang diketahui sudah beroperasi sekitar satu tahun. 
 
Dalam pantauan awak media, Sementara kapasitas produksi BBM PT Awaled Jaya Perkasa ditaksir dengan volume yang cukup besar. Meski tanpa angka yang pasti , setidaknya 10 armada mobil tangki jenis tronton dan ketika jelang malam hari  barulah armada perusahaan tersebut meninggalkan lokasi dan diduga menuju Gandus, Kota Palembang. 
 
Tempat terpisah, Kepala Desa Beruge, Syamsuri, menguatkan pernyataan Camat Babat Toman yang mengaku tak mengenal PT Alwaled, Syamsuri justru gerah dengan keberadaan perusahaan tersebut di wilayahnya. Karena, selain tak pernah melaporkan keberadaan perusahaan tersebut  berbagai pertanyaan masyarakat desa Beruge terkuat aktivitas PT Alwaled telah membuat dirinya tak bisa tenang dan selalu merasa khawatir jika terjadi sesuatu. Karena selaku kepala desa , apapun yang terjadi dalam wilayah tersebut otomatis menjadi tanggung jawab pemerintahan desa.
 
“Ada yang bilang, jangan jangan itu isinya bom, produksi narkoba dan banyak lagi sehingga saya tak bisa tenang dibuatnya. Sementara saya tak pernah tahu apa dan siapa pelaku usaha tersebut, dan kalau ditanya pendapat saya, lebih baik usir saja mereka , apalagi usahanya ilegal, ” ujar Syamsuri.
 
Dari sejumlah referensi terkait misteri PT Alwaled Jaya Perkasa terungkap bahwasanya PT Alwaled  Jaya Perkasa ternyata milik seorang pengusaha muda asal Kendari, Sulawesi Tenggara Hamka Hasan. Hamka sendiri juga merupakan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulawesi Tenggara yang justru saat ini penyandang status tersangka dalam kasus dugaan penipuan.
 
Dilihat lebih jauh di situs PT Alwaled Jaya Perkasa  merupakan perusahaan pemegang izin niaga umum yang bergerak dibidang perdagangan Hight  Speed Diesel (HSD) solar industri. Jenis usaha yang ditangani perusahaan tersebut meliputi distributor ,supplier dan trasnporter solar industri. 
 
Meski mencakup  suplai solar industri dari wilayah Indonesia Timur hingga Kota Industri Pulau  Batam, namun , perusahaan tersebut tidak mencantumkan data apakah memiliki cabang didaerah lain termasuk di wilayah Sumsel. (Team)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.