Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Dianggap Melenceng Dari Cita-Cita, Sejumlah Anggota IWO PALI Kecewa

Senin, 15 Juli 2019 | 11:30 pm
Reporter: Hendri Irdianto, SH
Posted by: Lintas Peristiwa1
Dibaca: 374
Logo IWO PALI. Senin,  

Logo IWO PALI. Senin,  (15/07/2019)

Logo IWO PALI. Senin,  
Logo IWO PALI. Senin,  (15/07/2019)

PALI LintasPe –

Sejumlah anggota Ikatan Wartawan online (IWO) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Kab. PALI) mengaku kecewa, lantaran cita-cita terbentuknya organisasi IWO dirasa melenceng dari tujuan berdirinya organisasi. PALI, (15/07/2019)

Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa anggota IWO PALI. Adapun sejumlah anggota IWO PALI yang merasa kecewa diantaranya, Syamsudin dari Media Memoonline.com (Wakil Ketua IWO PALI) Kaisar dari Media Globalinvestigasi.co.id (Bendahara) Budi media Klikanggaran.com (Divisi Hukum), Karel Media Saungnews, dan Hendri dari media Lintasperistiwa.com (Wakil Sekjen IWO).

“Cita-cita berdirinya IWO di PALI ini yakni ingin merubah peradaban baru”.

Dimana, di era industri 40 wartawan yang bertugas di Kab. PALi tergabung di IWO dituntut tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, melainkan juga untuk membangun sebuah peradaban dunia. Namun, hal ini kami rasa sudah melenceng”, ujar Syamsudin (Sam)Wakil Ketua IWO PALI, Senin (15/07/19).

Salah satunya IWO PALI dianggap sudah melenceng dari tujuan utama yang dibentuk yakni, IWO PALI serasa dimanfaatkan oleh oknum di tubuh IWO PALI itu sendiri. Misalnya, ditemukan beberapa Proposal perihal permintaan bantuan dana IWO di beberapa instansi Pemerintahan. Namun, proposal tersebut hanya ditandatangani oleh oknum tertentu saja. Serta para anggota tidak mengetahui kemana dana hasil proposal tersebut digunakan.

“Ini benar-benar berani. Saya takut ada konsekuensi hukum yang diterima. mengajukan Proposal resmi ke dinas-dinas mengatasnamakan IWO PALI hanya ditandatangani satu pengurus saja”, ujar Syam.

Perbuatan tersebut jelas-jelas hanya menjadikan IWO sebagai organisasi yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Namun, imbasnya IWO PALI bisa di cap sebagai organisasi yang paling sering mengajukan proposal bantuan dana ke dinas-dinas. Adapun salah satu contoh Proposal dari IWO PALI yang hanya ditandatangani oknum tertentu yakni, proposal di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Perumahan serta Kawasan Pemukiman Kabupaten PALI.

Hal senada diungkapkan oleh Kaisar Selaku Bendahara IWO PALI. Menurutnya meski dia di daulat sebagai Bendahara, namun tugas tersebut seakan tidak difungsikan.

“Saya memang menjabat Bendahara, namun baik tidak ada jabatan, lantaran bila ada bantuan pihak ketiga sangat jarang dana tersebut saya yang memegangnya. Termasuk dana dari mana saja yang masuk dan keluar untuk Kantor IWO di Simpang 5 Talang Ubi, saya tidak tau sama sekali”, Bendahara IWO PALI.

Lain pula yang diutarakan oleh Hendri dan Karel. Dia mempermasalahkan tak bebasnya untuk berdiam di Kantor IWO PALI.

“Waktu itu saya lupa hari apa (Hari halal bihalal PKS), lalu kami berdua ke kantor IWO PALI mau buat berita. Eh ternyata kunci kantor tidak boleh diserahkan sembarangan selain Staf kantor dan Ketua”, ujar Hendri menirukan ucapan Staf Kantor IWO PALI.

Sementara itu Budi dari Media Klikanggaran.com, turut perihatin atas kejadian yang menimpa IWO PALI. Sebagai salah satu pendiri IWO PALI yang ikut rakernas IWO di Depok, Jawa Barat beberapa bulan yang lalu sangat kecewa jika IWO PALI hanya dijadikan alat bagi oknum tertentu.

“Saya ingin bergabung dengan IWO PALI ini, karena saya sepakat jika wartawan itu mestinya tidak hanya sebagai penyampai informasi, melainkan juga turut bisa menjadi bagian dari pendorong peradaban baru yang beradab”, cetus Budi.

“Peradaban baru itu saya memaknainya dari semua komponen, termasuk perilaku adab seorang wartawan itu sendiri”, tutup salah satu pendiri IWO PALI ini.(Hendri Irdianto, SH)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.