Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Diduga ada mafia dibalik  Angkutan Minyak PT Alwaled Jaya Perkasa

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 10:41 am
Reporter: Team
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 972

 
MUBA SUMSEL, LintasPe-
 
Idham zulpikri Ketua lembaga pengawasan pembagunan sumatera selatan (PP-Sumsel) mengatakan bahwasannya “Kegiatan penyulingan minyak mentah hasil tambang tradisional milik masyarakat di Kecamatan Babat Toman menjamur sudah sejak lama. Minyak hasil sulingan tersebut laris manis di tampung oleh pengepul di salah satu tempat dengan jumlah yang tidak sedikit,” ujarnya
 
“Puluhan ton minyak hasil sulingan tersebut melengang di jalanan yang akan didistribusikan ke berbagai tempat di luar Kabupaten Musi Banyuasin. aktivitas tersebut setiap hari berlanjut seolah – olah tidak terendus oleh aparat penegak hukum di Kabupaten musi banyuasin,” ungkapnya. 
 
“Salah satunya pemain minyak sulingan tersebut diduga yaitu PT. Alwaled Jaya Perkasa, puluhan tedmon tampung berisikan puluhan ribu liter minyak di angkut dari full milik PT Alwaled Jaya Perkasa melengang dengan santai di jalanan meningalkan wilayah Kabupaten Musi banyuasin Setelah di telusuri PT. Alwaled Jaya Perkasa ini diduga tidak memiliki dokumen atau izin baik pengolahan atau penampungan minyak hasil sulingan masyarakat,” jelasnya. 
 
Dalam pantauan awak media, Aktivitas pembelian minyak hasil sulingan ini  untuk wilayah Babat Toman dibeli oleh PT. Alwaled Jaya Perkasa dan diduga di tampung di salah satu gudang di wilayah desa beruge. 
 
“Yang kami sayangkan di mana para penegak hukum atau pihak pemerintah kok mendiamkan aktivitas tersebut. Kami mencurigai ada oknum yang terlibat di balik aktivitas yang dilakukan oleh PT. Alwaled jaya perkasa,” ungkap Pikri.
 
Lebih lanjut, “Jika tidak ada Oknum Aparat penegak hukum yang terlibat mana mungkin aktivitas tersebut sudah berjalan cukup lama hampir satu tahun setiap hari truck tronton milik PT Alwaled melengang berisikan puluhan ton minyak berbagai jenis bisa lolos tidak terjerat hukum,” terangnya. 
 
Salah satu contoh truk tangki pengangkutan minyak hasil masyarakat milik PT. Petro Muba, itukan sangat jelas legalitasnya dan asal usul serta struktur perusahaanya. Milik pemerintah daerah didistribusikan ke pihak Pertamina sehingga aktivitas mayarakat menjadi legal bertujuan untuk meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD).  
 
“Jika tidak ingin di angap oleh masyarakat luas seperti begitu ya kita lihat saja berani tidak pihak yang berwajib menghentikan atau menertipkan kegiatan tersebut.  izin yang jelas sesuai dengan ketentuan hukum yang ada,” tandasnya. 
 
Tempat terpisah Kepala Desa Beruge Samsuri memgatakan pada awak media, bahwasannya selama kegiatan dan praktik itu berlangsung tanpa ada informasi atau sepengetahunanya.
 
“Kegiatan itu sudah lama berjalan namun tidak ada informasi atau pihak yang memberi tahu saya sementara sangat jelas bahwasannya praktik tersebut masuk wilayah saya jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan pasti nanti saya yang di tanya,” kata samsuri.
 
Kapolsek Babat Toman  AKP Ali Rojikin SH, MH. Ketika di konfirmasi di ruang kerjanya Jum’at 05/10/18. Mengatakan jika untuk permasalahan izin silahkan tanyakan langsung keperusahaan tersebut. 
 
“Untuk masalah izin perusahaan itu silahkan tanya langsung ke kantor atau humas perusahaannya,” tutur kapolsek (Team) 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.