Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Ini Dia Sanksi ASN dan TKS Yang Tidak Bekerja Pasca Libur Hari Raya Idul Adha

Jumat, 14 September 2018 | 8:50 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 516

Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah janji ASN berlangsung dengan khidmat di pendopoan Rumah Dinas Bupati Muba. Jumat (14/09/2018)

Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah janji ASN berlangsung dengan khidmat di pendopoan Rumah Dinas Bupati Muba. Jumat (14/09/2018)

 

Muba Sumsel LintasPe-

Bupati Musi Banyuasin (Muba) H. Dodi Reza Alex Noerdin mengucapkan terima kasih atas kerja keras dari perangkat daerah yang telah menunjukkan kinerjanya dengan baik, sehingga Pemerintah Kabupaten Muba mendapatkan penghargaan di tingkat Nasional.

Penghargaan tersebut berupa anugerah penghargaan dari Kementerian Desa dan pembangunan daerah tertinggal untuk bursa inovasi daerah terbaik dan generasi sehat sehat cerdas terbaik se-indonesia, juga dalam pengelolaan keuangan terbaik dan menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tercepat se – Indonesia.

Selain penghargaan tersebut, Ia juga mendapati dan menemukan banyak sekali kekurangan seperti tidak berlangsungnya pelayanan masyarakat secara efisien di dinas – dinas maupun instansi. Seperti halnya, pada inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Muba yang dilakukannya, Kamis (23/08) yang lalu, terdapat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) tidak kembali bekerja pasca libur Hari Raya Idul Adha 1439 H.

“Pemkab Muba dengan berat hati dan kecewa, saya terpaksa menandatangani 33 ASN yang mendapatkan sanksi atas pelanggaran disiplin yang tidak menunjukkan kinerja dengan baik yang ada di dinas Pemukiman Perumahan dan Permukiman (Perkim), dan di Kecamatan Sekayu”, ungkap Bupati Muba dalam arahannya pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Muba. Jumat (14/09/2018)

Dimana, sambungnya. Dari 33 ASN tersebut, 29 dari Dinas Perkim mendapatkan sanksi yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku berupa penundaan kenaikan jabatan dan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Begitu juga dengan adanya TKS yang terpaksa dengan berat hati, harus di rumah kan karena sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

“Ini tidak bisa di tolerir karena menyangkut pelayanan kepada masyarakat, saya bercita-cita agar sanksi ini menjadi sanksi yang terakhir yang harus saya tanda tangani dan diputuskan. Untuk itu, saya mengajak seluruh ASN Muba untuk terus tingkatkan kinerja kita berdasarkan etos kerja yang baik, etika yang loyal terhadap atasan dan tentu saja kinerja yang membanggakan”, ajaknya. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.