Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Kantongi Izin Angkut Batubara PT Astaka Dodol dan PT Tri Aryani Bisa Lintasi Jalan Umum

Sabtu, 24 November 2018 | 5:06 pm
Reporter: Tim
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 396

Foto: Pathi Ridwan Kadis Dishub Musi Banyuasin ketika di konfirmasi awak media, Kamis 22/11/2018.

Foto: Pathi Ridwan Kadis Dishub Musi Banyuasin ketika di konfirmasi awak media, Kamis 22/11/2018.
 
MUBA SUMSEL, LintasPe-
 
Ketika di larangnya melintas angkutan armada darat truk batubara di jalan umum seperti halnya di Lahat dan Muara Enim membuat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Musi Banyuasin Pathi Ridwan mengatakan pada awak Media di ruang kerjanya bahwasannya pemkab Muba masih memeberikan toleransi terhadap dua (2) Perusahaan yang telah mengantongi izin yakni PT Tri Aryani dan PT Astaka Dodol, Kamis 22/11/18.
 
Bermula dari konfirmasi awak media kepada Kadishub, terkait logo Dishub dengan tulisan ‘izin khusus angkutan batubara’ yang terpasang pada pintu depan sejumlah armada PT Tri Aryani, Kadishub mempersilahkan agar datang langsung kekantornya. Dan ketika di lontarkan kembali pertanyaan yang sama dengan didampingi salah satu staffnya,  Pathi Ridwan langsung menjawab pertanyaan tersebut.
 
“Siapa bilang cuma PT Tri Aryani yang kita kasih izin?  PT Astaka juga kok, ” kata Pathi Ridwan. 
 
Menurutnya, Dishub memberikan izin pemakaian jalan bagi armada angkutan darat termasuk angkutan batubara yang disesuaikan dengan kelas jalan yang dilalui. Iapun mencontohkan jika jalan yang dilewati saat ini adalah jalur Macang Sakti-Simpang Keban-Mangun Jaya,  berarti kelas jalan tersebut adalah jalan kelas III yang artinya Maximum Sumbu Terberat (MST) kendaraan dengan tonase maksimal 8 ton yang boleh melewati jalan tersebut. 
 
“Ini bukan berarti sejenis tronton dengan roda 10 bermuatan sekitar 40 ton tak bisa lewat jalan tersebut. Jika muatannya 40 ton itu gak masalah, kan rodanya ada 10. Jadi yang dihitung adalah MST nya,” Terangnya.  
 
Berdasarkan surat edaran Sekda bahwa kendaraan operasional perusahaan tak boleh melewati jalan tersebut, menurut dia hanya bersifat sementara. Hanya berlaku selama jalur tersebut dalam perbaikan. Sementara itu ketika dalam rapat diruangan Sekda Muba belum lama ini,  perwakilan PT Astaka, PT Tri Aryani, PT Pinago dan PT Conocho Philips sudah menyatakan kesiapannya membantu perbaikan kerusakan jalan pada jalur tersebut. 
 
“Dalam rapat diruangan sekda belum lama ini, keempat perusahaan yang operasionalnya banyak melalui jalan tersebut sudah berkomitmen untuk bersama sama memperbaiki kerusakan jalan. Jadi sudah tak ada masalah, ini mungkin hanya menunggu pekerjaan perbaikan jalan yang tengah berlangsung selesai, ” jelasnya. 
 
Pathi Ridwan mengakui, terkait izin PT Tri Aryani yang memang sudah akan berakhir pada akhir bulan November 2018, namun perusahaan tersebut sudah mengajukan perpanjangan izin yang saat ini sudah dimeja bupati untuk satu tahun kedepan. 
 
“Ada 26 unit armada PT Tri Aryani yang terdaftar di Dishub mengacu pada izin yang kita keluarkan. Sementara PT Astaka Dodol sebanyak 40 unit, diluar dari ini berarti perusahaan tersebut berbuat nakal dan jika ketahuan kita bisa berikan sanksi, ” tandasnya (Tim) 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.