Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Kantongi Izin Usaha No. 05.NW.03.18.00.134; PT. AJP Diduga Jual Beli Minyak Ilegal

Kamis, 27 Juni 2019 | 2:11 pm
Reporter: Tim
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 1538
red.photo Izin Usaha PT. Alwaled Jaya Perkasa (AJP).

red.photo Izin Usaha PT. Alwaled Jaya Perkasa (AJP).

 

Muba LintasPe –
Puluhan mobil tengki minyak yang bertulisan PT. AJP bernaung di wilaya Kabupaten Musi Banyuasin dengan tujuan untuk menampung minyak dari hasil penyulingan mesyarakat secarah tradisional dan minyak-minyak hasil kegiatan mereka di bawa keluar MUBA bahkan disinyalir sampai keluar Negeri.

Dari hasil Tim Invrstigadi yang tergabung dari beberapa medi/ wartawan dilapangan, terdapat tengki minyak PT. AJP mengisi lansung di penyuling milik warga dan terdapat beberapa titik yang di jadikan tempat Pull, seperti di simpang Bayat, Ulak Pace, Desa Beruge dan beberapa tempat lainnya, kemudian masing-masing mobil tengki itu terdapat tulisan Solar INDUSTRI, padahal minyak yang ada didalam tengki itu minyak hasil penyulingan masyarakat secarah tradisional atau minyak ilegal.(red.06/19)

Dari hasil yang dapat dihinpun awak Media dilapangan bahwa PT. AJP diduga kesingkatan dari PT. Alwaled Jaya Perkasa yang merupakan perusahaan pemegang izin niaga umum yang bergerak dibidang perdagangan Hight Speed Diesel ( HSD ) Solar Industri dan jenis usaha yang di tangani perusahaan itu meliputi distributor, Suppliyer dan transnporter Solar Industri.

PT. Alwaled Jaya Perkasa juga mengantongi sertifikat Izin niaga Umum (INU) bahan bakar minyak dari kementrian ESDM RI dengan kode izin usaha. No. 05.NW.03.18.00.134 tanggal 30 Oktober 2016 dan SITU, SIUP dari kementrian juga izin SIUP/SITU NPWP yang berdomisili di Pemerintah Sumatra Selatan juga mengantongi izin resmi lainnya.

Namun kenyataan dilapangan diduga perizinan yang di kantongi oleh pihak perusahaan tersebut dijadikan tameng saja guna berlindung dari hukum untuk mengelabui petugas dan instansi terkait linnya.

Sala satu warga Desa Bayat Ilir yang tidak mau disebut namanya dalam pemberitaan ini karena takut dirinya terancam. Begitu di kompirmasi dia mengatahan kalau yang beli minyak di lokasi ini memang banyak.

“Yang membeli minyak disini memang banyak tapi yang paling dominan itu Alwalet dan untuk harga minyak lampu Rp. 800.000 / Drum, minyak solar dan bisin berpeasi antara 700.000 sampai 800.000”. Ucapnya.

Lebih lanjut sumber tadi mengatakan kalau kendaraan angkut Alwalet ngepull di temat khusus ketika banyak minyak siap angkut.

“Saat banyak minyak mobil Alwalet itu ngepull disini”, seraya menunjukan tekpat seringnya mobil Alwalet parkir disitu, “Untuk pengurusnya itu ada orang bali berindisial YK dan HY”, dan dia mengatakan “Tidak ada yang mau masuk ke wilayah sini baik itu petugas instansi lainnya, semua takut masuk kesitu”. Katanya.

Ditempat terpisa Ketua Umum Forum Masyarakat Musi Bersatu FM2B Kurnaidi saat diminta tanggapannya dia mengatakan bahwa “Ini bukan persoalan yang baru bahkan bukan hanya mobil AJP saja masih banyak mobil lain, baik itu tengki dan truk bak mati yang membawa minyak keluar dari Muba. Hal ini kami sudah membuktikannya dengan melakukan pendataan beberapa waktu lalu”. Kata Kurnaidi.

Dia mengatakan bahwa Pemerintah Musi Banyuasin (Pemkab. Muba) sudah melakukan langkah yang baik untuk masyarakat dan pemerintah.

” Pemkab Muba sudah membangun Stasiun tempat penampungan minyak dari sumur tuah dan sudah bekerjasama dengan pihak pertamina melalui BUMD Petro Muba dengan MoU jasa angkat angkut dan tentunya hal ini dapat memberikan kontribusi yang positif terutama dapat meningkatkan pendapatan asli daerah ( PAD).

Kurnaidi juga berharap agar hal ini diperhatikan lebih serius.

“Harapan saya ini jangan setengah-setengah, libatkan unsur pimpinan daerah sampai ke tingkat Desa, bentuk satgas kawal usaha perminyakan dalam Kabupaten Musi Banyuasin sehingga tidak ada lagi minyak yang keluar dari Muba’. Harapnya “.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!