Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Kritikan Tajam Dilontarkan NCW Terhadap Manager PLN Rayon Pendopo

Rabu, 17 Januari 2018 | 2:52 pm
Reporter: Red/ tim
Posted by: redaksi
Dibaca: 996
PLN Rayon Pendopo kabupaten Pali. Sumsel. Rabu(17/01/18)
 
PALI Semsel LintasPe –
 
Ketua umum nasional Corruption watch( NCW) Syaiful Nazar menyampaikan kritikan tajam terhadap pimpinan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir(pltn/pln) Pendopo PALI, Ia meminta agar Manager PLN Rayon pendopo kabupaten Penukal abab lematang ilir(Pali),Sumsel di pecat, ungkapnya kepada Wartawan.
 
Permintaan tersebut di sampaikan Syaiful Nazar saat di mintai tanggapannya oleh sejumlah wartawan terkait perihal terjadinya carut marut dan kacaunya Tagihan listrik pelanggan PLN dalam Rayon pendopo yang terjadi dalam kurun waktu bertahun-tahun Lamanya.
 
“Ini kepala PLN Rayon pendopo sudah layak dilakukan pemecatan, lantaran gagal dalam menyelesaikan permasalahan Tunggakan Pelanggan yang terjadi selama bertahun-tahun”. Ujar Syaiful Nazar, saat di hubungi sejumlah wartawan via phone. Selasa(16/01/2018).
 
“Bagaimana Tunggakan pelanggan sebesar itu yang  masing-masing mencapai Rp 3-7 juta bisa terjadi berarti selama ini ada indikasi pembiaran dari pihak PLN dan ini Tidak boleh terjadi”.
 
“Di lakukan upaya pencatatan meteran atau main tembak aja nie PLN”. Kanyanya.
 
Permasalahan tersebut menurut Syaiful merupakan suatu pertanda jika kepala PLN Rayon pendopo selama ini tidak becus dalam bekerja dan memimpin anak buahnya.untuk itulah NCW meminta agar yang bersangkutan di berikan sanksi untuk di pecat.
 
Saat di tanya perihal adanya upaya pemutusan secara paksa dengan mengambil meteran pelanggan oleh pihak PLN Syaiful menganggap perbuatan tersebut sangatlah Naib untuk dilakukan. Seharusnya pihak PLN bisa menempuh lewat jalan-jalan yang lebih bijak, seperti dengan melibatkan pemerintah daerah seperti pihak kecamatan dan kelurahan untuk bermusyawarah dengan masyarakat mencari solusi yang lebih baik.
 
“Apa lagi saat ini masyarakat dihadapi oleh situasi ekonomi yang serba sulit”. Paparnya”. Terang Syaiful.
 
“Melakukan Pemutusan secara paksa tentunya merupakan sesuatu yang melanggar hukum dan bentuk dari suatu ketidak adilan, pemutusan secara paksa dilakukan seharunya setelah pihak PLN memberikan surat peringatan pertama dan kedua, barulah dilakukan pemutusan Aliran listrik, jika masih tidak di indahkan barulah dilakukan pemutusan paksa”. Jelas Syaiful.
 
“Pemerintah kabupaten PALI tidak boleh tinggal diam dan harus turun Tangan dalam menyikapi permasalahan ini Jangan sampai Ribuan masyarakat Pali akan terancam dalam ancaman kegelapan”. Pesannya.
 
Hingga berita ini diturunkan manager pln rayon Pendopo belum dapat dihubungi(tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.