Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Lagi: Diduga Sarat KKN – Proyek DD Desa Talang Buluh Dilaporkan Warga Ke Kejaksaan Negeri Sekayu

Senin, 2 Maret 2020 | 10:01 pm
Reporter: Red.tim
Posted by: Admin
Dibaca: 1090

photo dari doc, video lampiran laporan warga desa talang buluh

Surat laporan warga desa talang buluh 21 februari 2020

Surat laporan warga desa talang buluh 21 februari 2020

Surat laporan warga desa talang buluh 21 februari 2020

Surat laporan warga desa talang buluh 21 februari 2020

 

 

BHL Muba Sumsel LintasPe –

Pembangunan jalan setapak terletak didusun 2 Desa Talang Buluh Kecamatan (Kec.) Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Prov. Sumsel) yang dibangun dengan menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017-2018 dan tahun 2019 yang lalu dilaporkan Rasid yang merupakan warga desa talang buluh itu sendiri.

Saat dikonfirmasi awak media Rasid mengatakan bahwa dirinya telah melayangkan surat laporan kepada pihak Kejaksaan Negeri Sekayu, Tipikor Polres Muba, Bupati Muba Cq Inspektorat Kab. Muba, Ombudsman Sumsel dan Kejaksaan Tinggi Sumsel serta Satgas Dana Desa.

“Laporan tersebut saya sampaikan kepihat tersebut atas dugaan pengurangan volume beberapa baian dibagian badan Jalan Setapak Cor Beton yang terletak dusun 2 desa talang buluh”, ujarnya.

Menurut dia Cara tersebut disinyalir paling banyak dilakukan, karena diduga sangat mudah dan gampang untuk mengelabui masyarakat, terutama di desa yang jauh jangkauannya dari perkotaan.

“Seperti Pembangunan jalan setapak yang terletak didusun 2 desa talang buluh kec. batang hari leko ini selama tiga tahun berturut turut membangun dengan menggunakan dana desa sejak tahun 2017 – tahun 2018 dan tahun 2019 dengan besaran dana juga berpariasi untuk tahun tahun 2017 saya lupa besarannya karena papan informasinya sudah hilang, untuk tahun 2018 sebesar Rp : 574,697.000.- lebih kurang sedangkan tahun 2019 sebesar Rp : 619,059.000,- lebih kuran”, jelasnya.

Tambah Rasid, “Ironisnya lagi ketebalan pada bagian tengah badan tersebut diduga berpariasi mulai dari 7 Cm hingga 2 Cm”

Rasis juga mengatakan bahwa Pembangunan cor beton tersebut diduga Tebal dipinggir namun tipis dibagian tengahnya, “Sepengetahuan saya pembangunan jalan setapak rabat beton itu tipis dibagian tengahnya berpariasi pada tahun 2017 ketebalannya 7 Cm, tahun 2018 hanya 6 Cm ironisnya lagi tahun 2019 hanya 2 Cm ketebalan dibagian tengahnya dan sekarang kondisinya sudah mulai retak-etak dan pecah”, ungkap Rasid.

“Kepala Desa talang buluh atau Aparatur Pemerintahan Desa talang buluh diduga tidak terbuka tentang informasi kegiatan Pembangunan, Pemberdayaan, dan Pemberdayaan masyarakat dimulai Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019, hal ini terbukti bahwa di Desa talang buluh tidak ada sosialisasi APBDes sebagaimana ditentukan dalam aturan, dan lain lain ; sehingga warga desa minim sekali informasi tentang hal tersebut”, ucapnya.

Rasid juga menyampaikan, “BPD atau Anggota BPD tidak menjalankan tugas dan fungsinya, terlebih dalam kegiatan pengawasan terhadap setiap pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan di Desa talang buluh dimulai periode Tahun 2017, 2018, 2019, terbukti dari adanya informasi bahwa Kepala Desa dan Ketua BPD selalu tertutup dan tidak transparan kepada masyarakat”.

Diduga KKN di desa talang buluh sudah mengakar buktikan saja bahwa saat ini bendahara desa yang diangkat oleh Kepala Desa talang buluh adalah suaminya sendiri sedangkan Sekretaris desa merupakan adik kandung kepala desa talang buluh itu sendiri”, bebernya

Dia menambahkan “Permasalahan ini sudah saya laporkan kepada pihak instansi terkait agar melakukan pengecekan langsung kelapangan jangan hanya berdasarkan keterangan dari pihak pemerintah desa saja”.

“Pada saat melakukan pengecekan dilapangan mestinya libatkan masyarakat yang ada didesa biar transparan atau diketahui oleh kami sebagai masyarakat, jangan diam-diam alias sembunyi-sembunyi karena kami warga masyarakat yang ada didesa lebih tau kebenarannya, hanya saja kami tidak bisa bertindak layaknya aparat terkait atau penegak hukum”, kata Rasid.

Masih kata Rasid, “Karena kami sebagai warga talang buluh benar-benar ingin tau bahwa dana desa itu dipergunakan sebagimana mestinya. semua itu demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat tentunya”.

“Untuk itu kami sangat mengharapkan kepada instansi terkait agar bisa menjalan kan tugasnya secara profesional dan transparan demi tegaknya keadilan bagi masyarakat, itu harapan kami karena menurut kami dalam kegiatan tersebut ada indikasi dugaan KKN sehingga merugikan masyarakat dan negara”, harapnya.

Saat dikonfirmasi melalui dinding WhatSaPpnya 08217762×××× senin (2-3-2020) Kepala Desa Talang Buluh Yenti Puspita Sari tidak memberikan tanggapan terkait konfirmasi kami sampai berita ini diterbitkan.(red.tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!