Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Mantan Kadis PU CK Muba Tersandung Dugaan Korupsi

Kamis, 6 Agustus 2020 | 5:07 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: Winda Camelia
Dibaca: 273

Suasana pres release di Mapolres Muba. Kamis (06/08/2020)

Suasana pres release di Mapolres Muba. Kamis (06/08/2020)

Muba LintasPe-

Seorang mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Pengairan (Dinas PU CK) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tersandung dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan penyelesaian pembangunan gedung serbaguna Sekayu Tahun anggaran 2015.
 
Mantan Kadis tersebut berinisial ZA yang beralamatkan komplek praja permai blok A No. 14 Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu. Demikian diungkapkan oleh Kapolres Muba diwakili oleh Waka Polres Muba Kompol Irwan Andeta S.Ik didamping Kasat Reskrim AKP. Delli Haris SH dalam pres release di Mapolres Muba. Kamis (06/08/2020).
 
Sebelumnya (19/09/2016), empat orang tersangka yakni Deddy Adrian ST MM Bin Tantowi Jauhari (Oknum ASN Muba selaku KPA dan PPK), H. Januarizkhan Bin H. Izzeddinhan, Harissandy Bin Djunaidi dan Ardiansyah Bin Alm. Sayadu (Kontraktor PT Jaya Sejahtera Kontrindo) telah di vonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang dan mereka sedang menjalani Hukuman di Lapas Pakjo.
 
“Kemudian tahun 2019, menindaklanjuti fakta-fakta persidangan dari keempat terpidana tersebut diatas tim penyidik Tipikor Polres Muba melakukan penyidikan lanjutan dan menetapkan ZA selaku pengguna anggaran sebagai tersangka”, ungkap Irwan.
 
Lalu tanggal 5 Mei 2020, berkas perkara yang juga mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muba ini dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU kejaksaan Negeri Muba dan hasil koordinasi tim penyidik dengan JPU sehubungan dengan wabah virus covid-19 baru sekarang ini bisa dilaksanakan pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke JPU.
 
“Selanjutnya, tim penyidik akan tetap melakukan perkembangan fakta-fakta persidangan selanjutnya dan jika ada fakta yang baru akan ditindaklanjuti”, tukasnya.
 
Diceritakan sebelumnya, gedung termahal di Kabupaten Muba tersebut mulai dibangun pada 2013 lalu dengan anggaran sebesar Rp. 8.925.000.000 yang berasal dari APBD. Pembangunan dilanjutkan kembali pada 2014 dengan anggaran yang lebih besar yakni Rp 19.636.170.000.

Lalu pada 2015 kembali dianggarkan dengan dana yang lebih fantastis, yakni Rp 29.792.300.000. Penganggaran kembali berlanjut pada 2016 dengan anggaran sebesar Rp 5.030.000.000.

Namun, dalam proses pengerjaannya dinilai tidak sesuai RAB dan tumpang tindih sehingga ditengarai negara dirugikan senilai Rp. 3.286.830.679.39,-

“ZA terancam pidana pasal 2 ayat 1 pidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah paling banyak 1 miliar, dan pasal 3 dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit 50 juta dan paling banyak 1 miliar”, beber Waka Polres.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.