Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Masyarakat Pertanyakan Aliran Air Berbusa dari RSUD Talang Ubi PALI

Jumat, 14 September 2018 | 12:56 am
Reporter: Hendri
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 409

 

PALI SUMSEL, LintasPe-

Sejumlah masyarakat mempertanyakan aliran air berbusa dari RSUD Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, seperti dikatakan oleh Fr (35) tahun salah satu warga yang bermukim di sekitar RSUD PALI mengungkapkan kekhawatirannya, sebagai masyarakat dirinya takut kalau air berbusa tersebut diduga mengandung Limbah, kami khawatir takutnya air berbusa yang dibuang oleh pihak RSUD ke selokan itu berbahaya bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap kepada Pihak RSUD dan dinas terkait, ” jika memang aliran air mengandung busa itu tidak berbahaya hendaknya disosialisasikan ke masyarakat sekitar,”harapnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Jon yang juga Ketua RT. 019 RW. 005 Kelurahan Pasar Bhayangkara,” terus terang kami sebagai masyarakat sampai saat ini merasa sangat khawatir apakah air yang mengalir keselokan dari RSUD Talang Ubi tersebut akan menimbulkan bahaya atau tidak, kami lihat air itu yang terkadang ada buihnya. Apakah air tersebut dapat menganggu kesehatan warga kami atau tidak hingga kini kami belum tau.

Berdasarkan penelusuran media bahwa bahwa aliran air dari RSUD ini melalui selokan mengalir sepanjang ratusan meter menuju sungai Abab yang melewati pemukiman yang padat rumah penduduk itu belum diketahui kebenarannya apakah mengandung limbah cair atau tidak. Seperti yang diketahui bahwa RSUD ini sudah lama berdiri mungkin sudah hampir puluhan tahun, sejak masih bergabung Kekabupaten Muara Enim, Nah setelah tahun 2013 PALI mekar menjadi DOB, sudah barang tentu pelayanannya terus mengalami peningkatan.

Meskipun Rumah Sakit Umum Daerah yang berada di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sudah lama berdiri dan beroperasi melayani kesehatan masyarakat, akan tetapi masih ada saja masyarakat yang menduga bahwa Aliran Cair berbusa dari RSUD Pendopo PALI patut diduga mengandung Limbah. cairan air berbusa yang mengalir dari rumah sakit ini merupakan salah satu sumber yang dikhawatirkan masyarakat bisa menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan hidup.

“karena beberapa masyarakat sebagai sumber media ini menyampaikan bahwa, jika air berbusa itu tidak di kelolah dengan baik dan benar sebelum di buang ke media lingkungan,patut diduga salah satu limbah cair yang dapat memberi dampak negatif berupa gangguan kesehatan bahkan kematian bagi mahluk hidup serta bisa menganggu kelangsungan ekosistem lingkungan dan setiap pembuangan air limbah ke lingkungan harus ada izin dari instansi yang berwenang,” terang sejumlah warga yang namanya tidak ingin dipublikasikan.

Berbicara tentang peraturan lingkungan masyarakat bisa buka peraturan yang ada di Indonesia bahwa yang boleh membuang limbah ke media lingkungan harus mendapat izin dari menteri, gubernur, bupati/ walikota sesuai kewenanganya di atur oleh undang – undang no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan yang mengatur Baku Mutu Air Limbah sebelum di buang ke media lingkungan telah diatur di dalam PERMEN LH nomor 5 tahun 2014 tentang baku mutu air limbah. Air limbah adalah sisa dari suatu usaha dan/ atau kegiatan yang berwujud cair (Permen LH no. 5 tahun 2014). Air limbah jika tidak tertangani dengan baik akan merugikan masyarakat antara lain menyebabkan pencemaran lingkungan hidup,seperti saat ini yang dikeluhkan masyarakat adalah salah satunya air berbusa mengalir melalui selokan dari RSUD PALI,” ujarnya.

Sementara itu DIRUT RSUD PALI dr. Tri Fitrianti saat dikonfirmasi sejumlah wartawan dikantornya terkait kekhawatiran masyarakat mengatakan bahwa, “masyarakat yang bermukim di sekitar RSUD tidak perlu khawatir akan air yang berbusa tersebut, karena pihak kami telah mengelolah limbah dengan baik dan tidak melebihi ambang baku mutu yang di atur dalam KEMEM LH, bahkan kami telah mempunyai Tempat Penyimpanan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun bahkan telah memiliki izin dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. PALI Kamis, (13/09/2018).

Ketika di tanya media, apakah RSUD PALI telah memiliki izin dari lingkungan yakni izin pembuangan air limbah ” untuk izin pembuangan air limbah belum ada karena dokumen baru di ajukan bulan januari 2018 kemarin dan sampai sekarang belum keluar bahkan hari ini ada staff kami yang lagi mengurusnya di Dinas Lingkungan Hidup Kab. PALI,” paparnya.

Ia pun mengungkapkan perihal lamanya proses izin keluar di karenakan harus ada hasil uji lab. Air limbah selama tiga bulan berturut – turut dan sample air limbah di analisa di Lab. BLH Provinsi SUMSEL yang Sudah terakreditasi KAN dan untuk periode dibawah januari 2018 sample air limbah belum di uji kandungannya di Lab. tambahnya.

Terpisah saat wartawan mengkonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, sayangnya KADIN sedang tidak berada ditempat di karenakan lagi dinas luar” ungkap staff DLH.

selanjutnya wartawan lintasperistiwa mencoba menghubungi Kabid DLH via wa hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban tentang hal tersebut. ( Hendri Irdianto, SH)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.