Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Masyarkat Teluk Kijing Keluhkan Besarnya Biaya Bersalin dan Ambulance, Kabid Yankes Angkat Bicara 

Senin, 24 September 2018 | 11:07 am
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 809

Foto: Kabid Yankes Candra dan Hafzih, Hermanto saat diwawancarai awak media, Senin 24/09/2018

Foto: Puskesmas Teluk Kijing Kecamatan Lais Kab. Musi Banyuasin Prov. Sumatera Selatan

Foto: Poskesdes Desa Teluk Kijing Dalam kondisi tertutup Sabtu, 22/09/2018

 
MUBA SUMSEL, LintasPe-
 
Program pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di bidang kesehatan bagi masyarakat peserta JKN-KIS aktif dan pengguna KK, KTP di desa nampaknya tidak sesuai harapan. Pasalnya masyarakat Teluk Kijing mengeluhkan besarnya biaya Bersalin dan biaya Ambulance oleh pihak Poskesdes dan Puskesmas  setempat, Sabtu 22/09.
 
Dalam pantauan awak media, Salah satu masyarakat setempat yang tidak kami sebutkan namanya mengatakan bahwasannya Poskesdes Teluk Kijing tidak pernah ada kegiatan sebagai mana mestinya sehingga jika terjadi persalinan dimalam hari maka pasienpun mendatangi rumah bidan sehingga hitung dan bersifat secara pribadi sehingga ditetapkannya nominal seluruh persalinan tersebut. 
 
“Jika anak pertama lahir itu harus bayar 1juta s/d 1,5juta dan anak kedua sampai seterusnya 700ribu s/d 800ribu. Terus jika memakai ambulanpun harus bayar 250ribu s/d 350ribu. Kemudian KTP dan KK dipinta oleh bidan terkait dan bidan itupun mengajukan klaim ke pihak Puskesmas agar seluruh biaya persalinan dan ambulance dibayar oleh pemerintah,” ujarnya.
 
Lebih Lanjut, “Praktek seperti ini telah lama terjadi di Desa kami dan tentunya harus dipertanggung jawabkan karena bidan itu digaji oleh pemerintah dan mengabdi pada negara serta diambil sumpah  untuk melayani masyarakat jika memang keberatan dan merasa tertekan dalam melayani masyarakat terutama disiplin tentang jam kerja dan sebagainya silahkan mundur karena masih banyak bidan bidan lain yang siap menggantikan mereka,” jelasnya. 
 
Kemudian awak mediapun mendatangi Margareta Sok selaku Kepala Desa Teluk Kijing dua (2). Saat diwawancarai dikediamannya iapun berharap agar permasalahan ini segera di atasi. Serta menghimbau agar instansi instansi terkait harus mendukung seluruh program, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat dalam memajukan daerah dan mensejahterakan rakyat.
 
“Harapan saya tentunya permasalahan ini segera diatasi oleh dinas terkait sehingga tidak terulang lagi kemudian hari. Tolong pahami dan terapkan bahwasannya kita selaku pelayan masyarakat agar dalam menjalani tugas ini dengan ikhlas dan jangan bebani masyarakat dalam kondisi ekonomi yang lemah seperti saat ini,” tutur Margareta.  
 
“Kemudian saya berharap agar pemerintah Daerah mohon segera diaktifkan Poskesdes yang ada di desa desa, dan bidan bidan desapun dalam melaksakan tugas tolong sesuai aturan, kemudian instansi terkait agar segera mensosialisasikan bahwasannya program pemerintah Berobat Gratis menggunakan KK, KTP untuk jenis pelayanan melahirkan, KB, sunat, dan Ambulance,” Harap Margareta. 
 
Tempat terpisah awak mediapun  mendatangi kantor Dinas Kesehatan, Senin 24/09/18 Kepala Dinkes Dr.H.Azmi Dariusmansyah. M.Kes. Melalui Kabid Yankes Candra mengatakan dalam waktu dekat ini akan menindak lanjuti permasalan tersebut dan tentunya punisment kita akan berikan jika memang semua itu terbukti. 
 
“Dalam waktu dekat ini kita akan turun kelapangan dan menindak lanjuti dan jika memang benar tentunya kita akan berikan punisment sesuai dengan besar tidaknya kesalahan yang dilakukan oknum-oknum tersebut,” katanya
 
“Kemudian untuk informasi atau keluhan masyarakat terutama untuk pelayan yang berhubungan langsung dengan masyarakat tentunya kami tidak menutup diri karena kesehatan adalah salah satu program pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam Mewujudkan Muba Maju Berjaya,” tandasnya. (Ahmad Jahri) 
 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.