Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Melawan Polisi, Mantan Kades Tampang Baru Ditembak di Pulau Jawa

Jumat, 27 Desember 2019 | 7:43 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 1372

Suasana press release di Mapolres Muba. Jumat (27/12/2019)

Suasana press release di Mapolres Muba. Jumat (27/12/2019)

MUBA LINTASPE-

Tepat satu tahun, Anang Sukri (43) Bin Mastamim menjadi buronan kasus penganiayaan berat dan pembunuhan yang terjadi di Desa Tampang Baru Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 20 Desember 2018 silam, ditembak polisi dalam operasi penangkapan yang berlangsung pada 20 Desember 2019 di Margaasih Kabupaten Cimahi, Jawa Barat.
 
Pihak Kepolisian terpaksa menembak Mantan Kades Tampang Baru dua periode (2004 – 2015) ini karena tidak mau menyerahkan diri, bahkan melawan anggota saat hendak ditangkap di pulau Jawa.
 
Tersangka melakukan penganiayaan berat kepada Kepala desa yang sedang menjabat sekarang, Usman Ar Bin Amir dan membunuh Romli (50) Bin Solid menggunakan sebuah parang.
 
Romli dibacok bagian punggung atas sebelah kiri sebanyak 2 kali, punggung kanan sebanyak 2 kali, paha sebelah kanan sebanyak 2 kali, telapak tangan sebelah kanan, dan jari tangan kiri putus, sehingga nyawa nya tak bisa di selamatkan lagi.
 
Sedangkan Usman mengalami Luka bacok di tubuh bagian belakang sehingga dirawat dirumah sakit Jambi.
 
“Pembunuhan dan penganiayaan berat tersebut dilatarbelakangi permasalahan tanah, yang mana menurut tersangka tanah miliknya yang diperoleh dari korban pada saat menjabat Kades dijual lagi oleh korban kepada orang lain, sehingga korban emosi dan langsung membacok korban di tempat kejadian perkara”, ungkap Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem S.Ik dalam press release di Mapolres Muba. Jumat (27/12/2019).
 
Pasal yang disangkakan terhadap tersangka, sambung Kapolres. Primer pasal 338 KUHP subsider 351 ayat (3) KUHP ancaman 15 tahun di penjara dan Pasal 351 ayat (2) KUHP ancaman hukumannya 9 tahun di penjara.
 
Sementara itu, tersangka Anang Sukri saat di wawancarai mengakui bahwa dirinya usai membacok kedua korban, ia langsung kabur masuk ke hutan di daerah Jambi.
 
“Saya kabur masuk hutan, selama tiga hari saya keluar dari hutan, tidak tahan karena lapar. Akhirnya saya pergi ke Jakarta dan ngontrak di Cimahi”, ungkapnya.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!