Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Miris Sohir Hidup Di Bawah Garis Kemiskinan Belum Tersentuh Perhatian Pemerintah Kab. PALI

Minggu, 28 Juli 2019 | 3:32 pm
Reporter: Hendri Irdianto, SH
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 653
Kediaman Sohir Warga RT. 019 RW. 005 Kel. Pasar Bayangkara Kec. Talang Ubi Kab. PALI.

Kediaman Sohir Warga RT. 019 RW. 005 Kel. Pasar Bayangkara Kec. Talang Ubi Kab. PALI. Minggu, (28/07/2019)

Sohir Warga RT. 019 RW. 005 Kel. Pasar Bayangkara Kec. Talang Ubi Kab. PALI, Yang Hidup Di Bawah Garis Kemiskinan,

Sohir Warga RT. 019 RW. 005 Kel. Pasar Bayangkara Kec. Talang Ubi Kab. PALI, Yang Hidup Di Bawah Garis Kemiskinan. Minggu, (28/07/2019)

PALI LintasPe –

Indonesia bulan depan akan merayakan kemerdekaannya yang ke 74 Tahun, namun masih ada masyarakat yang hidup dalam garis kemiskinan yang hidup melarat bak jaman penjajahan, belum tersentuh bantuan program sosial dari pemerintah.

Setidaknya itulah gambaran kehidupan keluarga Sohir dan istrinya Sarwati beserta lima (5) orang anaknya, masih hidup di bawah garis kemiskinan yang mengandalkan penghasilan dari hasil menyadap karet milik orang lain dan bertempat tinggal di gubuk yang di siapkan oleh pemilik kebun, sedang membutuhkan uluran bantuan pemerintah setempat, saat di jumpai di kediamannya. minggu, (28/07/2019)

“Saya orang kecil dan hanya berpenghasilan dari nyadap karet dan bertanam sayuran untuk mencukupi biaya kehidupan sehari- hari, dan rumah yang saya tempati ini milik pemilik kebun”.

Dalam satu bulan suami istri ini bahu-membahu untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari serta untuk sekolah anak nya satu orang dan yang lainnya putus sekolah.

“Dalam satu bulan penghasilan saya dan istri rata-rata satu juta rupiah, itu untuk makan sehari-hari dengan 7 anggota keluarga, biaya sekolah satu anak saya dan yang tiga putus sekolah karena salah satu faktornya terkendala biaya”. Jelas Sohir dengan raut wajah sedih saat di sambangi awak media @lintaspwristiwa

Selama ini keluarga Sohir belum mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan program bantuan dalam bentuk apapun, dan berharap pemerintah Kab. PALI turun dan melihat keluarga ini.

“Selama ini keluarga saya belum mendapatkan perhatian dan bantuan apapun dari pemerintah, baik program PKH ataupun program lainnya, mungkin kami di anggap keluarga yang kaya raya, sehingga kami tidak di perhatikan oleh pemerintah, saya dan keluarga berharap pemerintah Kab. PALI turun dan melihat kehidupan kami, sehingga bisa tahu apakah kami layak mendapat bantuan atau tidak”. Ungkap Bapak lima anak ini

Pernyataan Sohir di tambahkan pula oleh Sarwati selaku istrinya menjelaskan dengan nada memelas.

“Saya berharap pemerintah Khususnya Pak Heri Amalindo dapat membantu kami melalui program kesejahteraan keluarga”. Ujar Sarwati di uraikannya dengan nada bergetar sedih.

Senada dengan keluarga Sohir, Ketua RT. 019 Rw 005 Kel. Pasar Bayangkara Kec. Talang Ubi Kab. PALI, Nazori Irozan tempat keluarga pra sejahtera ini tinggal menumpang di rumah pemilik kebun karet yang di sadapnya, membenarkan bahwa keluarga Sohir hidup di bawah garis kemiskinan dan layak mendapat perhatian dari pemerintah, dan pihak nya telah beberapa kali mencoba mendata warganya yang hidup di bawah garis kemiskinan untuk mendapatkan program sosial salah satunya program PKH.

“Memang benar keluarga Sohir merupakan keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan tinggal di rumah yang di sediakan oleh pemilik kebun karet yang di sadapnya, sedang membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah setempat, bahkan banyak warga kami yang disini bernasip sama, yang saya nilai berhak mendapatkan bantuan program sosial seperti PKH”. Ungkap Nazori Irozan selaku ketua RT. 019

Ketua RT. 19 RW. 005 Kel. Pasar Bayangkara Kec. Talang Ubi Kab. PALI ini berharap pihak Pemerintahan Kab. PALI dan instansi yang terkait turun kelapangan untuk meninjau warganya yang masih banyak membutuhkan perhatian dari pemerintah khususnya pemerintah Kab. PALI.

“Pernah pihak RT melaporkan data warga di sini yang butuh perhatian dari pemerintah, dan datanya sudah di laporkan ke pihak kelurahan, dulu katanya akan ada pendataan keluarga pra sejahtera, namun hingga sekarang belum terealisasi, saya berharap pemerintah Kab. PALI melalui dinas terkait turun ke lapangan agar tahu betul kehidupan warga kami yang saya rasa membutuhkan perhatian dan bantuan dari Pemerintah melalui program sosial”.

Sehubungan hari Minggu di mana kantor pemerintahan libur, awak media mencoba melaporkan keadaan keluarga di bawah garis kemiskinan/ pra sejahtera ini dan meminta tanggapan Kadinsos Kab. PALI, Metty Etika, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kab. PALI melalui pesan singkatnya via WatshAapp memberikan komentarnya.

“Data silahkan dibawa kekantor, Ada Kepala Bidang (Kabid) yang membidanginya”. Pesan singkat Kadinsos Kab. PALI (28/07/2019)

(Hendri Irdianto, SH)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!