Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Napi di Lapas Sekayu Dapatkan Remisi di Hari Kemerdekaan

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 4:16 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 149

Bupati Muba dan Kalapas Sekayu foto bersama dihalaman lapas Sekayu. Sabtu (17/08/2019)

Bupati Muba dan Kalapas Sekayu foto bersama dihalaman lapas Sekayu. Sabtu (17/08/2019)

MUBA LINTASPE-

Sebanyak 19 orang narapidana di Lapas kelas IIB Sekayu akan menghirup udara bebas ketika mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman pada hari Kemerdekaan Indonesia. Demikian disampaikan oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sekayu Ronaldo Devinci Talesa A.Md IP, SH dalam laporannya pada acara penyerahan remisi umum kepada wargabinaan dalam rangka peringatan HUT RI yang ke – 74, di halaman Lapas Sekayu. Sabtu (17/08/2019).
 
Para napi yang mendapat remisi sendiri dibagi kedalam dua kelompok. Diantaranya remisi umum I dan remisi umum II. Pemberian remisi ini karena mereka sudah menjalani masa hukuman dan berkelakuan baik selama menjalani pidana.
 
Ada 544 orang napi yang diberi remisi. Sebanyak 19 orang diantaranya langsung bebas karena otomatis selesai masa hukumannya. 
 
“Napi yang mendapatkan remisi umum I, masa hukumannya dipangkas antara satu hingga enam bulan. Sementara yang mendapat remisi umum II langsung bebas dengan pemotongan masa pidana penjara yang sama dengan remisi umum I”, jelas Devin.
 
Lebih lanjut, 544 orang napi tersebut meliputi 525 orang mendapatkan remisi umum I yakni 1 bulan sebanyak 203 orang, 2 bulan sebanyak 110 orang, 3 bulan sebanyak 118 orang, 4 bulan sebanyak 72 orang, 5 bulan sebanyak 21 orang, 6 bulan sebanyak 1 orang. 19 orang mendapatkan Remisi umum II yakni 1 bulan sebanyak 5 orang, 2 bulan sebanyak 3 orang, 3 bulan sebanyak 4 orang, 4 bulan sebanyak 5 orang, 5 bulan sebanyak 2 orang.
 
Sementara itu, dalam sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI yang dibacakan oleh Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan bahwa pemberian remisi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak warga binaan pemasyarakatan, tetapi lebih dari itu remisi merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah berhasil menunjukan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetisi diri dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional.
 
“Melalui pemberian remisi ini diharapkan seluruh warga binaan pemasyarakatan agar selalu patuh dan taat pada hukum / norma yang ada sebagai bentuk tanggung jawab baik kepada tuhan maha pencipta maupun sesama manusia”, ucap Bupati.
 
Kondisi Lapas mendapat perhatian serius dari pemerintah, lebih lanjut. Dimana lapas yang kelebihan penghuni diatas 100% saat ini menjadi sumber segala permasalahan, bahkan terkadang menjadi alasan pembenar terhadap terjadinya penyimpangan – penyimpangan di Lapas.
 
“Masih banyak kita dengar adanya dugaan pengendalian dan peredaran narkoba, penyalagunaan ponsel dan pungutan liar yang terjadi dalam lapas semuanya berakar pada masalah kelebihan penghuni”, terang Dodi.
 
Disampaikannya, program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan sangat sesuai dengan tema perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia “SDM unggul Indonesia Maju”. Ini akan menjadi solusi penyelesaian permasalahan – permasalahan pemasyarakatan harus menyentuh berbagai program pembinaan sehingga dapat mengantarkan mereka menjadi manusia yang berkualitas, terampil dan mandiri sehingga mereka mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan SDM yang mendukung dan memajukan perekonomian nasional.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.