Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Napi Lapas Sekayu Terima Remisi Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2020 | 6:06 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: Winda Camelia
Dibaca: 215

Suasana penyerahan surat keputusan remisi di halaman Lapas Sekayu. Senin (17/08/2020)

Suasana penyerahan surat keputusan remisi di halaman Lapas Sekayu. Senin (17/08/2020)

Muba LintasPe-

Pada Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan RI tahun 2020 ini, Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manuasi R.I memberikan remisi kepada Narapidana Lembaga Pemasyakatan Kelas IIB Sekayu sebanyak 569 orang, dan 3 diantaranya langsung bebas.

Dengan kapasitas 300 orang, Lapas Sekayu saat ini dihuni oleh 969 Warga Binaan Pemasyarakatan dengan rincian 745 Narapidana dan 224 tahanan dengan bermacam kasus, antara lain: Narkoba 455 orang, Illegal Loging 3 orang, Korupsi 4 orang, Pencurian dan Perampokan 196 orang

Pembunuhan dan Penganiyaan 91 orang, Perlindungan anak dan KDRT 525 orang, Penipuan, perjudian, Sajam/Senpi 62 orang, Lain-lain 106 orang.

“Besarnya remisi yang diperoleh adalah sebagai berikut 1 Bulan 193 orang, 3 Bulan, 147 orang, 3 Bulan 139 orang, 4 Bulan 57 orang, 5 Bulan 33 orang”, beber Kalapas Klas IIB Sekayu Jhonny Hermawan Gultom A.Md IP S.Sos dalam sambutannya pada acara pemberian remisi umum bagi narapidana dan anak dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 75 di halaman Lapas Sekayu. Senin (17/08/2020).

Dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan, menurutnya. Pidana penjara bukan semata-mata sebagai sebuah hukuman namun lebih menitikberatkan pada pembinaan kepribadian dan kemandirian dalam rangka reintegrasi sosial warga binaan untuk kembali kedalam masyarakat setelah bebas nanti. Konsep pembinaan ini juga mengandung pengertian sebagai upaya memperbaiki diri bagi narapidana atas kesalahan dan kekeliruan yang telah diperbuatnya.

“Atas upaya memperbaiki diri inilah pemerintah memberikan penghargaan bagi mereka yang dinilai telah dapat mencapai penyadaran diri yang tercermin dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma agama dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Bagi mereka yang memperoleh remisi, sepatutnya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebab remisi merupakan nikmat yang layak Saudara terima karena telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.” ucapnya.

Pihaknya sangat memahami bahwa, upaya pembinaan terhadap narapidana sebagai manusia dengan segala eksistensinya dan dalam kondisi yang serba terbatas adalah sebuah tugas yang sangat berat.

“Tetapi alhamdulillah berkat perhatian dan kepedulian jajaran Pemerintah Daerah Musi Banyuasin, banyak program pembinaan yang sudah berjalan dan kami harapkan akan terus berjalan dan semakin bertambah.” ujar Gultom.

Disebutkannya, adapun program pembinaan yang sudah berjalan diantaranya Program Pelatihan Keterampilan kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Musi Banyuasin.

“Ke depan kami mengharapkan lagi tambahan program pembinaan dalam bidang perikanan, peternakan, lingkungan hidup, serta koperasi dan perindustrian mengingat saat ini kami sedang dalam tahap merintis industri “tempe dan roti”. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk perhatian pembinaan dalam bidang-bidang yang lain.” harapnya.

Kalapas berharap kepada Bapak Bupati beserta jajarannya dan para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para stakeholder, maupun secara personal agar kiranya dapat memberikan dukungan terhadap program-program yang akan di laksanakan, dimana pihaknya punya banyak Sumber Daya Manusia yang tentunya akan sangat bermanfaat apabila kita bina dengan baik.

“Ini bukanlah tanggung jawab kami semata tapi tanggung jawab kita bersama karena mereka adalah saudara-saudara kita dan sebagian besar adalah warga Kabupaten Musi Banyuasin. Tanpa dukungan Pemerintah Daerah niscaya cita-cita resolusi pemasyarakatan dan revitalisasi penyelenggaraaan pemasyarakatan dapat menyelesaikan masalah-masalah kompleks seperti over capacity, gangguan keamanan dan ketertiban, peredaran narkoba, sanitasi, kebutuhan air bersih, pengelolaan sampah dan limbah, serta minimnya sarana dan prasarana dan masalah lainnya akan terselesaikan dengan baik”, pungkas Kalapas

Disampaikan Kalapas, pihaknya saat tengah melakukan pembuangan sanitasi air limbah, yang sudah mulai bertahap agar tidak mengganggu masyarakat sekitar Lapas Sekayu.

“Ke depannya masih dalam faktor pandemi covid 19, apakah Lapas Sekayu dapat kembali melakukan pembangunan atau memang akan dibentuk peningkatan kapasitas bangunan itu sendiri. Akan tetapi yang paling Urgent saat ini adalah mesin genset”, ungkapnya.

Menanggapi permasalahan yang ada di Lapas Sekayu, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI mengatakan bahwa ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita semua untuk mendapatkan pembinaan kepada masyarakat. Salah satunya adalah meningkatkan fasilitas untuk listrik di dalam. Oleh karena itu, apa yang dibutuhkan Lapas ini segera ajukan surat permohonan.

“Untuk itu, segera kan lah buat surat permohonan tembusan kepada saya, masalah air bersih dan pembuangan air limbah juga akan kami carikan solusinya. Yang paling penting dalam Lapas ini adalah ketersediaan air bersih dalam menghadapi masa kemarau”, ujar Dodi.

Jika pihaknya tidak di berikan surat, bantuan juga tidak akan datang. Kemudian over kapasitas yang terjadi yakni kelebihan 300% di Lapas Sekayu, di mana upaya di beberapa tahun yang lalu ialah pembebasan lahan dan mendapatkan bantuan dari Kementerian. Namun sampai sekarang masih terkendala karena adanya kontraksi anggaran dari pusat yang selama ini.

“Ya, harapannya ada dana dari pusat, lahannya kita sediakan, dan ada blog-blog yang memang harus kita tingkatkan kapasitasnya, kita bangun bertingkat dan sistem lapas modern, bangunan yang layak, paling tidak memberikan ruang yang cukup untuk wargabinaan”, harapnya.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.