Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pembagian Kontainer Dagang Disdagperin Pemkab Muba Tuai Protes

Rabu, 30 Desember 2020 | 2:31 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: Winda Camelia
Dibaca: 353

Kontainer dagang sejak di bagikan yang sampai saat ini belum dipakai untuk berjualan. Rabu (30/12/2020)

Kontainer dagang sejak di bagikan yang sampai saat ini belum dipakai untuk berjualan. Rabu (30/12/2020)

 

MUBA, SUMSEL, LINTASPERISTIWA.COM, – Pembagian kontainer di alun – alun gelanggang remaja (Bundaran) Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menuai protes. 

Lantaran 8 orang pedagang yang sudah berjualan 4 hingga 6 tahun tidak mendapatkan bagian dari kontainer tersebut.

Selain kontainer, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga membagikan bantuan berupa becak motor dan gerobak dorong.

Merasa tidak adil, para pedagang yang tidak mendapatkan bagian kontainer datangi kantor Disdagperin Muba. Menurutnya, pembagian kontainer tersebut tidak transparan dan tidak tepat sasaran. Tentunya hal ini menimbulkan polemik antar pedagang.

Pedagang Bandrek, Adi saat diwawancarai awak media menceritakan bahwa dirinya setiap harinya berjualan, sudah 4 tahun di Bundaran, merasa kecewa karena tidak dibagikan kontainer. 

“Ya, sangat kecewa. Orang lain yang jualan baru 1 – 2 bulan dibundaran kok mereka bisa dapat kontainer. Padahal berkas yang kami ajukan sudah lengkap dan bahkan lebih dulu. Saat dikonfirmasi ke kantor, pembagian tersebut sesuai data lama. Tapi kok bisa, kami pedagang lama tidak dapat kontainer”, ungkap nya.  

Sebelum – sebelumnya, dirinya selalu mendapatkan bantuan dari Disdagperin apalagi bantuan saat masa pandemi Covid 19 ini. “Kalo memang data lama, mustinya saya dapat mbak, apalagi saya selalu jualan setiap hari nya. Nah, ini ada salah satu pedagang lama yang tidak berjualan sejak dilakukan pembangunan di Bundaran, dia bisa dapat”, ucap Adi. 

Senada dengan Adi, Pedagang Nasi goreng, Eko juga mengatakan hal yang sama. Dirinya mengatakan pembagian bantuan ini tidak adil, karena ada yang dua beradik kandung mendapatkan kontainer, semoga pembagian kontainer ini tidak kongkalikong ya. 

“Kontainer yang di bagikan itu sebanyak 75 kontainer, selain dibagikan ke pedagang di bundaran sepertinya juga menyebar di pasar, tentunya masih sekitar Kota Sekayu. Namun terlihat ada beberapa pedagang, sejak di bagikan kontainer sampai kini belum juga berjualan, dimungkinkan mereka baru mau berjualan, atau masih mikir mau berjualan apa”, ujar Eko.

Ia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Disdagperin untuk melakukan sidak kepada pedagang yang mendapatkan kontainer tapi belum juga melakukan aktivitas penjualan.

“Ya harapan nya tarik kembali kontainer yang sampai saat ini pedagangnya belum berjualan, untuk di berikan kepada yang benar – benar sudah berjualan. Kami yang tidak dapat kontainer ini, belum tau pasti esok atau lusa akan mendapatkan giliran pembagian kontainer apa tidak, jika tidak ada anggarannya lagi kemungkinan tidak dapat”, harap Eko. 

Kepala Disdagperin Muba Azizah SSos MT saat dikonfirmasi di kantornya sedang tidak ada di tempat, dinas luar di Jakarta. Selasa (22/12/2020)

Dikonfirmasi melalui via WhatsApps, Rabu (28/12/2020) awak media disuruh temui Kabid Bina Usaha Pelaku Distribusi (BUPD) Disperindag Muba, Darmadi. 

Kabid BUPD Disperindag Muba saat ditemui di kantornya, Kamis (29/12/2020) sedang tidak berada di tempat. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!