Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pemkot Gunungsitoli Di duga Tutup Mata Atas Surat Sanggahan Tanah Warisan Yang Disampaikan Warga

Senin, 26 Februari 2018 | 7:25 pm
Reporter: Selamet Harefa
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 1608

Surat yang telah disampaikan kepada walikota gunungsitoli tentang surat sanggahan tanah warisan yang diperoleh pemkot gunungsitoli. Senin ( 26 /02 ).

Surat yang telah disampaikan kepada walikota gunungsitoli tentang surat sanggahan tanah warisan yang diperoleh pemkot gunungsitoli. Senin ( 26 /02 ).

Nias Sumbar Lintaspe-

Terkait surat yang telah disampaikan pada tanggal 16 januari 2018 kepada walikota Gunungsitoli tentang surat sanggahan tanah warisan yang diperoleh Pemkot Gunungsitoli hingga kini belum ada balasan. Senin (26/02/2018).

Dengan pertapakan tanah yang sudah di garap dan diratakan oleh Pemkot Gunungsitoli yang terletak di Bangowo Desa Dahana Tabaloho, luasnya kurang lebih 2660 ( Dua Ribu Enam Ratus Enam Puluh ) meter per segi tersebut menuai kontroversi antara Pemkot Gunungsitoli maupun warga ahli waris.

Saat wartawan lintaspe turun kelokasi untuk menghimpun informasi ke lokasi tanah garapan tersebut, saat invetigasi berlangsung di lapangan, secara kasat mata para awak wartawan melihat bahwa lokasi tersebut telah gundul dan rata dengan tanah dibuktikan dengan adanya akar tanaman pohon kelapa yang sebelumnya telah rubuh diratakan oleh alat berat.

Saat wartawan mengkonfirmasi pada salah seorang warga tak jauh dari lingkungan sekitar, namanya tak mau disebutkan mengatakan, bahwa tanah warisan leluhur tersebut sekarang ini telah di peroleh oleh Pemerintah kota Gunungsitoli.

“Dimana tanah tersebut sebelumnya berasal dari Desa Sifalaete Tabaloho sesuai dengan hasil stambuk keturunan silsilah leluhur (Alm) Singambowo Harefa, yang pada saat ini menjadi wilayah Desa Dahana Tabaloho”, ujarnya.

Di tempat terpisah, wartawan lintaspe menyambangi rumah ahli waris berinisial ”AL”di jalan diponegoro Nomor 330 Desa Sifalaete Tabaloho kecamatan Gunungsitoli sangat menyesalkan Pemkot Gunungsitoli yang secara sepihak telah menguasai tanah warisan leluhur orang tua kami.

“Tanah tersebut telah di garap tanpa adanya diskusi maupun sepucuk surat satupun sebagai pemberitahuan yang dapat kami terima untuk dimusyawarahkan terlebih dahulu”, ujarnya.

Lanjut, “AL” mengatakan pihaknya telah mengajukan surat keberatan dan sanggahan belum lama ini, atas tanah tersebut kepada Pemko Gunungsitoli melalui penerima kuasa, ahli waris dari Alm Mareti Harefa hingga saat sekarang ini belum ada surat balasan dari pihak Pemkot Gunungsitoli.

Apabila dikemudian hari, sambungnya. Pemko Gunungsitoli dengan sengaja dan tidak mengindahkan sanggahan surat yang telah dibuat, maka ahli waris menempuh jalur hukum yang sesuai dengan UUD 45 yang berlaku di NKRI, terkait Tindak pidana penyerobotan tanah serta pengerusakan.

Sementara itu, SH sebagai pemegang kuasa berharap kepada pemkot Gunungsitoli, walikota Gunungsitoli agar dapat di indahkan surat yang telah di layangkan tanggal 16 januari 2018. “Pesan kami kepada Pemkot Gunungsitoli untuk tidak meneruskan pembangunan dan segera memberhentikan pekerjaan penggarapan di atas tanah warisan orang tua kami, saat ini tanah tersebut belum ada pembagian kepada pihak ahli waris”, ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak pemerintah Kota Gunungsitoli. (S.Harefa)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!