Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Prodik Politik Islam UIN Raden Fatah Gelar Seminar Timur Tengah

Rabu, 5 Februari 2020 | 11:20 am
Reporter: Ekobepe
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 277
suasana Seminar kerja sama dengan Konjen Iran memprakarsai tentang pandangan Islam dan kajian negara-negaa Timur Tengah.

suasana Seminar kerja sama dengan Konjen Iran memprakarsai tentang pandangan Islam dan kajian negara-negaa Timur Tengah. Selasa, (04/02/2020).

suasana Seminar kerja sama dengan Konjen Iran memprakarsai tentang pandangan Islam dan kajian negara-negaa Timur Tengah.
suasana Seminar kerja sama dengan Konjen Iran memprakarsai tentang pandangan Islam dan kajian negara-negaa Timur Tengah. Selasa, (04/02/2020).

 


Palembang LintasPe –

Kerjasama antar lembaga internasional bukan lagi hal yang berat buat UIN RADEN FATAH Palembang. Gelaran seminar setaraf nasional maupun internasional acapkali sukses dilaksanakan. Seperti kali ini, bekerjasama dengan Konjen Iran memprakarsai seminar nasional tentang pandangan Islam dan kajian negara-negaa Timur Tengah. Selasa, (04/02/2020).

Prodi politik Islam kerjasama dengan Konsuler Kebudayaan Iran di Jakarta menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Ukhuwah Islamiyah” dan Pembentukan Sistem Republik Islam Iran.

Hadir dalam seminar tersebut ibu Dr. Endang Rochmiatun, M.Hum selaku wakil dekan 1 bapak Dolla Sobari selaku wakil dekan 3, Bapak Otoman, M.Hum dan Bapak Niko Oktario Adityas, MA. selaku ketua dan Sekretaris Prodi Politik Islam UIN Raden Fatah Palembang.

Dalam paparannya, Dr. Dina Sulaiman selaku narasumber dan pengamat geo politik timur tengah memaparkan bahwa sejak abad 19 ada upaya untuk membuat timur tengah tidak kompak.

Selanjutnya menurut Bu Dina, Tahun 1947 resolusi PBB Membagi dua (2) wilayah yaitu wilayah Palestina dan Israel sendiri berdiri menjadi sebuah negara pada tahun 1948.

Keinginan AS untuk mendirikan Israel sebagai kepanjangan tangan mereka di timur tengah telah membuat rakyat Palestina semakin dipojokkan oleh negara-negara adidaya AS dan sekutu.

Sedangkan narasumber lainnya yaitu ibu Endang rochmiatun memaparkan mengenai human development indeks yang terjadi di Iran. Menurutnya setelah revolusi islam peran perempuan Iran semakin tinggi dan ini bisa dilihat dari human development indeks.

Iran yang fokus terhadap pembelaan mustadh’afin seperti yang tercantum dalam konstitusinya, turut hadir untuk membela Palestina. Karena menurut Iran, Palestina merupakan bagian dari kekuatan Islam yang harus mendapatkan simpatik dan pembelaan dari negara-negara islam.

Diharapkan, peserta mendapatkan masukan  dan wacana pemikiran bahwasanya kedudukan Islam, di tanahnya sendiri mendapatkan begitu banyak tantangan dan cobaan.

Mempersatukan negara-negara Islam dalam satu pemikiran merdeka dan berdaulat  tampaknya tidak mudah, jika ukhuwah saja tidak dijalankan secara hablum minannasi. (ekobepe)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.