Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Puisi Masih Berjaya, Dari Chairil Anwar Hingga AK. GANI

Minggu, 9 Agustus 2020 | 8:59 pm
Reporter: Ekobepe
Posted by: Admin
Dibaca: 596
Wejangan Gubernur Sumsel H Herman Deru memperingati HPI di gelar di Museum Pahlawan Nasional Mayjen (Purn) TNI Dr. A.K. Gani, di Jalan M.P. Mangkunegara, Kel. Sukamaju Kec. Sako, Palembang, Minggu (9/8/20).

Wejangan Gubernur Sumsel H Herman Deru memperingati HPI di gelar di Museum Pahlawan Nasional Mayjen (Purn) TNI Dr. A.K. Gani, di Jalan M.P. Mangkunegara, Kel. Sukamaju Kec. Sako, Palembang, Minggu (9/8/20).

Sejarawan Sumsel, Kemas A.R. Panji foto bersama Penyair Sumsel J.J. Polong

Sejarawan Sumsel, Kemas A.R. Panji foto bersama Penyair Sumsel J.J. Polong

Poto bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru memperingati HPI di gelar di Museum Pahlawan Nasional Mayjen (Purn) TNI Dr. A.K. Gani, di Jalan M.P. Mangkunegara, Kel. Sukamaju Kec. Sako Palembang, Minggu (9/8/20).

Poto bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru memperingati HPI di gelar di Museum Pahlawan Nasional Mayjen (Purn) TNI Dr. A.K. Gani, di Jalan M.P. Mangkunegara, Kel. Sukamaju Kec. Sako Palembang, Minggu (9/8/20).

 

 

PALEMBAG SUMSEL LINTASPERISTIWA.COM –

Pelaksanaan baca Puisi memperingati  Hari Puisi  Indonesia (HPI) yang seyogyanya dilaksabakan pada tanggal 26 Juli 2020, hari ini di gelar di Museum Pahlawan Nasional Mayjen (Purn) TNI Dr. A.K. Gani, yang beralamat di Jalan M.P. Mangkunegara, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang. Minggu (9/8/20).

Kegiatan digagas dan dilaksanakan oleh Sanggar Seni dan Budaya Teater Alam dan Pengelola Museum Pahlawan Nasional Dr. A.K Gani.

Pagelaran baca  puisi karya  Dr. A.K. Gani, Chairil Anwar, Taufik Ismail, Ws Rendra  dan karya penyair lainnya berjalan dengan sukses.

Turut hadir Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syahrizal Sarkomi, para penyair dan Sejarawan Sumsel serta undangan lainnya.

Ketua panitia edwin Fast yang juga Pimpinan Sanggar Seni dan Budaya Teater Alam Palembang, menyatakan, bahwa kegiatan HPI Hari ini  baru terlaksana hari ini dibulan Agustus 2020.

Hari Puisi Indonesia ditetapkan bertepatan dengan tanggal lahirnya sang penyair Indonesia, Chairil Anwar di Medan pada 26 Juli 1922. Untuk menyemarakkan peringatan HPI tahun 2020, kami dengan segala kemampuan yang ada sehingga kegiatan ini terlaksana. Bersama beberapa seniman, penyair, dan pegiat sastra kami juga melakukan baca puisi keliling. Dan Alhamdulillah hari pak Gubernur berkenan hadir.

“Beliau (Herman Deru), jika dari pembawaan dan vocalnya seperti penyair. Beliau pun sudah lama sejak SMA kebiasaan itu (membaca puisi),” katanya.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengapresiasi kegiatan puisi tersebut, menurutnya sudah seharusnya kegiatan puisi di suport oleh semua pihak termasuk pemerintah Provinsi Sumsel.

Sejarawan Sumsel, Kemas A.R. Panji foto bersama Penyair Sumsel J.J. Polong
Sejarawan Sumsel, Kemas A.R. Panji foto bersama Penyair Sumsel J.J. Polong

 

Malahan dirinya meminta agar puisi masuk dalam kegiatan extra kulikuler dan menjadi bagian dari pelajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah yang ada di Sumsel dan harus digalakkan lagi.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Sumsel itu berharap, ditengah kemajuan teknologi dan massa pandemi Covid-19 saat ini, seni puisi bisa tetap eksis. Herman Deru juga sempat membawakan puisi karya Chairil Anwar, dengan judul Doa.

“Jangan putus semangat, dan pemerintah hadir disini,” ujar Herman Deru.

Mengenai nasib Museum AK Gani ini , Gubernur melihat pemerintah masih kurang peran sehingga sudah sewajarnya menurutnya pemangku kebijakan mengambil peran tapi bukan mengambil aset museum AK Gani ini agar Museum AK Gani ini bisa menjadi destinasi wisata edukasi.

“ Kalau kita lihat  kondisi sekarang karena ada masa lalu AK Gani berperan aktip dalam membangun Sumsel menjadi Gubernur di awal-awal kemerdekaan, banyak sekali jasa beliau, bahkan tadi perencanaan Jalan Tol Trans Sumatera sudah ada di zaman beliau, jadi sekarang ini kita hanya mengeksekusi , artinya di saat belum ada google map, google earth, belum ada GPS para pendahulu kita sudah ada rencana itu,” pungkasnya.

Dalam wawancara terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syahrizal Sarkomi berjanji akan membantu pengembangan Museum A.K. Gani, doakan semoga jalannya lancar dan terwujud.

Bertempat Di Museum Pahlawan Nasional Mayjen (Purn) TNI Dr. A.K. Gani, di Jalan M.P. Mangkunegara, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang, Minggu (9/8). Digelar Pembacaan Puisi memperingati  Hari Puisi  Indonesia (HPI) tanggal 26 Juli 2020. Kegiatan digagas dan dilaksanakan oleh Sanggar Seni dan Budaya Teater Alam dan Pengelola Museum Pahlawan Nasional Dr. A.K Gani.

Poto bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru memperingati HPI di gelar di Museum Pahlawan Nasional Mayjen (Purn) TNI Dr. A.K. Gani, di Jalan M.P. Mangkunegara, Kel. Sukamaju Kec. Sako Palembang, Minggu (9/8/20).
Poto bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru memperingati HPI di gelar di Museum Pahlawan Nasional Mayjen (Purn) TNI Dr. A.K. Gani, di Jalan M.P. Mangkunegara, Kel. Sukamaju Kec. Sako Palembang, Minggu (9/8/20).

 

Pagelaran baca  puisi karya  Dr. A.K. Gani, Chairil Anwar, Taufik Ismail, Ws Rendra  dan karya penyair lainnya. berjalan dengan sukses. Turut hadir diantaranya Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syahrizal Sarkomi, para penyair dan Sejarawan Palembang serta undangan lainnya.

Ketua panitia yang juga Pimpinan Sanggar Seni dan Budaya Teater Alam Palembang, Edwin Fast menyatakan, kegiatan HPI Hari ini diperingati seharusnya dibulan Juli tepatnya 26 Juli, namun karena ada halangan sehingga baru dibulan Agustus ini terlaksana oleh para  penggiat sastra di Sumsel.

Hari Puisi Indonesia ditetapkan bertepatan dengan tanggal lahirnya sang penyair Indonesia, Chairil Anwar di Medan pada 26 Juli 1922. Untuk menyemarakkan peringatan HPI tahun 2020, kami dengan segala kemampuan yang ada sehingga kegiatan ini terlaksana. Bersama beberapa seniman, penyair, dan pegiat sastra kami juga melakukan baca puisi keliling. Dan Alhamdulillah hari pak Gubernur berkenan hadir.

Gubernur mengapresiasi kegiatan puisi tersebut, menurutnya sudah seharusnya kegiatan puisi di suport oleh semua pihak termasuk pemerintah Provinsi Sumsel.

Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Sumsel itu berharap,  seni puisi bisa tetap eksis. Herman Deru juga sempat membawakan puisi karya Chairil Anwar, dengan judul Doa.

“Jangan putus semangat, dan pemerintah hadir disini,” ujar Herman Deru.

Mengenai nasib Museum AK Gani ini , Gubernur melihat pemerintah masih kurang peran sehingga sudah sewajarnya menurutnya pemangku kebijakan mengambil peran tapi bukan mengambil aset museum AK Gani ini agar Museum AK Gani ini bisa menjadi destinasi wisata edukasi.

“Kalau kita lihat kondisi sekarang karena ada masa lalu AK Gani berperan aktip dalam membangun Sumsel dan pernah menjadi Gubernur di awal-awal kemerdekaan, banyak sekali jasa beliau, ujarnya.

Dalam wawancara terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syahrizal Sarkomi berjanji akan membantu pengembangan Museum A.K. Gani,

“Saya sudah komunikasi dengan pusat cagar budaya dan museum di Jakarta mereka mempersilahkan untuk mengajukan apa yang perlu di bantu di Kementrian, artinya positip sekali kegiatan ini, mendapatkan respon dari Gubernur,” katanya.

Dalam Acara penutupan baca puisi HPI Sejarawan Sumsel dan penulis buku Memoar Puisi A.K. Gani membacakan 2 puisi, berikut petikan puisi yg dibacakan oleh Sejarawan Sumsel.  Puisi pertama berjudul “Hukum Alam” :

HUKUM ALAM

Cacing lemah ayam kuat; cacing dimakan ayam

Ayam lemah musang kuat; ayam dimakan musang

..

Musang lemah macan kuat; musang dimakan macan

Macan lemah manusia kuat; macan dimakan manusia

Indonesia harus kuat;agar tidak dimakan penjajah

 

Selanjutnya dilanjutkan puisi Kedua bertajuk “Janggut”.

 

JANGGUT

Janggut pulang kedagu.

Ayam pulang kekolong.

Kambing pulang kekandang.

Manusia pulang kerumah

Bangsa pulang ke tanah air.

..

Kalau janggut tidak pulang kedagu, bukan janggut namanya.

Kalau ayam tidak pulang kekolong, bukan ayam namanya.

Kalau kambing tidak pulang kekandang, bukan kambing namanya.

Kalau manusia tidak pulang kerumah, bukan manusia namanya.

Kalau bangsa tidak pualng ketanah airnya, bukan bangsa namanya.

 

Alhamdulillah, diacara penutupan tadi saya sempat membacakan 2 Puisi Karya A.K. GANI (1945-1946) dengan judul Hukum Alam dan Janggut. Ujar Kemas Ari Panji sambil menutup pembicaraan. #(MAYA).

Dalam Acara penutupan baca puisi HPI Sejarawan Sumsel dan penulis buku Memoar Puisi A.K. Gani membacakan 2 puisi, berikut petikan puisi yg dibacakan oleh Sejarawan Sumsel.  Puisi pertama berjudul “Hukum Alam” :

 

HUKUM ALAM

Cacing lemah ayam kuat; cacing dimakan ayam

Ayam lemah musang kuat; ayam dimakan musang

..

Musang lemah macan kuat; musang dimakan macan

Macan lemah manusia kuat; macan dimakan manusia

Indonesia harus kuat;agar tidak dimakan penjajah

Selanjutnya dilanjutkan puisi Kedua bertajuk “Janggut”.

 

JANGGUT

Janggut pulang kedagu.

Ayam pulang kekolong.

Kambing pulang kekandang.

Manusia pulang kerumah

Bangsa pulang ke tanah air.

Kalau janggut tidak pulang kedagu, bukan janggut namanya.

Kalau ayam tidak pulang kekolong, bukan ayam namanya.

Kalau kambing tidak pulang kekandang, bukan kambing namanya.

Kalau manusia tidak pulang kerumah, bukan manusia namanya.

Kalau bangsa tidak pualng ketanah airnya, bukan bangsa namanya.

Diakhir kegiatan HPI ini sejarawan Sumsel mngucapkanAlhamdulillah, tadi saya sempat membacakan 2 Puisi Karya A.K. GANI (1945-1946) dengan judul Hukum Alam dan Janggut. Kata Kemas Ari Panji sambil kepada jurnalis sambil menutup pembicaraan. #(Eko)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!