Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Reses DPRD MUBA; Bahrul SH; Utamakan Desa Tertinggal

Jumat, 16 Februari 2018 | 11:18 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 1233

Foto bersama usai Reses I Tahun 2018 Komisi III Anggota DPRD Muba Bahrul SH dari daerah pemilihan II di Desa Sidorahayu B2 Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Jumat (16/02/2018).

Suasana Reses I Tahun 2018 Komisi III Anggota DPRD Muba Bahrul SH dari daerah pemilihan II di Desa Sidorahayu B2 Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Jumat (16/02/2018).

Komisi III Anggota DPRD Muba Bahrul SH menyampaikan Reses I Tahun 2018 Komisi III Anggota DPRD Muba Bahrul SH dari daerah pemilihan II di Desa Sidorahayu B2 Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Jumat (16/02/2018).

Plakat Tinggi LintasPe-

Guna menyerap aspirasi, mewujudkan Muba Maju Berjaya, Komisi III Anggota DPRD Muba Bahrul SH dari daerah pemilihan II (Kecamatan Lawang Wetan, Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Batang hari Leko, Kecamatan Sanga Desa dan Kecamatan Plakat) melakukan reses I Tahun 2018 di Desa Sidorahayu B2 Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Jumat (16/02/2018).

Reses ini berlangsung selama 3 hari, sejak tanggal 16-18 Februari 2018. Dalam penyampaian reses Komisi III Anggota DPRD Muba Bahrul SH, ia mengatakan bahwa kegiatan reses ini bertujuan untuk menampung aspirasi dan berdialog bersama dengan kepala desa dan para warga untuk disampaikan ke pemerintah daerah. “Ini adalah wujud komitmen kami sebagai orang yang dipercayakan masyarakat untuk duduk mewakili mereka di DPRD”, ungkapnya.

Disampaikannya bahwa untuk infrastruktur di Kecamatan Plakat Tinggi ini khusus tahun 2019 harus tuntas dan diutamakan daerah-daerah yang berada di pelosok, yang kondisi daerah itu sendiri masih terbilang tertinggal. “Target saya terutama di Desa Sidorahayu, tahun 2019 ini harus tuntas, tidak ada lagi jalan desa yang rusak. Karena dilihat bagusnya desa itu dari jalan, jika jalan itu mulus maka terlihat makmur masyarakatnya, dan kita lakukan pemerataan tapi kita akan perjuangkan desa tertinggal dulu, yang sudah berapa tahap tidak dilakukan pembangunan”, ujarnya.

Menurutnya, Kepala Desa dalam hal ini harus proaktif mengajukan usulan dalam pembangunan baik dalam musrenbang maupun reses karena yang diusulkan saja terkadang belum terealisasi apalagi yang tidak. “Jadi, banyak jalan-jalan yang belum tersentuh didalam desa, coba didata berapa kilometer jalan yang harus diperbaiki, dan saya berharap tolong awasi cara pengerjaannya dan bagaimana kualitas jalannya”, harapnya.

Kegiatan reses tersebut dirangkai dengan tanya jawab. Segala usulan-usulan yang disampaikan oleh warga dan kepala desa langsung diserap oleh anggota DPRD Muba ini dan dimasukan kedalam notulen rapat reses tersebut.

Adapun usulan-usulan yang disampaikan oleh masyarakat selain infrastuktur jalan, yakni mengadakan pendalaman bendungan atau pengerukkan karena dimusim kemarau masyrakat mengalami kesulitan air bersih, membuka lapangan sepak bola dengan menggunakan lahan desa, anggaran yang dimasjid Sidorahayu untuk ditambah lagi, membuat perkemahan pramuka, meminta pengawalan proposal yang telah diajukan terkait pembangunan Madrasah Aliyah, dan yang terakhir terkait Undang-undang perlindungan anak  untuk memberikan perlindungan kepada guru karena selalu was-was nyubit anak-anak urusannya ke Polsek. 
 

Mendengar aspirasi yang disampaikan masyarakat, tentu pihaknya selaku wakil rakyat yang sudah dipercayakan rakyat akan membawa aspirasi tersebut ke tingkat kabupaten sehingga nanti bisa terealisasi. “Coba buat proposal, biar saya yang mengawalnya dalam rapat. Insya allah akan terlaksana”, tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kades Sidorahayu David Irawan mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Muba yang telah menyampaikan semua aspirasinya kepada Pemkab Muba. “Harapan kami apa yang telah kami usulkan itu, dalam rapat di DPRD di dahulukan yang kami, insfrastuktur jalan, apa yang telah rusak untuk di benahi lagi”, harapnya.

Lebih lanjut, Kades Sidorahayu menghimbau kepada warganya untuk menyelamatkan tanah desa untuk pembangunan desa yang lebih baik. “Jika dibandingkan Kecamatan lain, kita terdepan. Maka dari itu, tolong tanah desa dimanfaatkan untuk pembangunan, karena banyak dipakai warga, jika bukan haknya diharapkan kesadarannya untuk tidak menggunakan lahan desa”, himbaunya. (WindaC)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!