Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Samsat Palembang II Optimis Target Pajak Kendaraan Bermotor 2018 Tercapai

Rabu, 7 Maret 2018 | 9:18 pm
Reporter: Red
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 621

Foto bersama warga patuh pajak dilayanan samling palembang II. Rabu (07/03/2018)

Foto bersama warga patuh pajak dilayanan samling palembang II. Rabu (07/03/2018)

 

Palembang LintasPe-

Dalam rangka mencapai target pendapatan daerah di tahun 2018 ini khususnya PKB dan BBNKB, Tim Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Unit Pelaksana Teknis Bapenda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Palembang II wilayah Seberang Itu menggencarkan sosialisasi ajakan “Bayar Pajak Kendaraan bermotor sebelum jatuh Tempo” baik di media cetak/ Media Online dan sosial media. Rabu (07/03/2018).

Herryandi Sinulingga, AP selaku Kepala UPT Bapenda provinsi Sumsel Samsat Palembang II kepada awak media lintaspe mengatakan bahwa Tim Samsat Palembang II baik petugas kepolisian, bapenda, jasa raharja dan Bank sumsel Babel terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di kantor samsat palembang II dan samsat corner Opi Mall.

“Selain itu, kita memastikan Layanan samsat terus berjalan salah satunya mobil Samsat Keliling (Samping)  yang beroperasi setiap harinya di wilayah kerja samsat Palembang II. Mobil samling ini merupakan program untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga memudahkan masyarakat membayar pajak tahunan kendaraan bermotornya”, ujarnya. 

Dalam bulan Maret tahun 2018, lanjutnya. Mobil Samling Palembang II beroperasi di wilayah Kecamatan Plaju karena banyak warga plaju yang meminta agar mobil samling beroperasi di wilayah Plaju dan ditindak lanjuti secara bergantian melayani di wilayah kecamatan- kecamatan lainnya di Daerah Seberang Ulu. 

“Target samsat Palembang II untuk tahun 2018 ini, khususnya PKB (Pajak Kenderaan Bermotor) sebesar Rp. 75.960.000.000 (Tujuh puluh Lima Milyar Sembilan Ratus Enam Puluh Juta Rupiah) dan sampai dengan tanggal 6 maret 2018 telah berhasil dicapai sebesar Rp.16.704.120.035 (Enam belas Milyar, Tujuh Ratus Empat Juta Seratus Dua Puluh Ribu Tiga  puluh Lima Rupiah) atau sebesar 21,99 % dari Target yang ditetapkan dan untuk Target BBNKB (Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor) sebesar Rp. 81.504.000.000 (Delapan Puluh Satu Milyar, Lima Ratus Empat Juta Rupiah ) dan sampai tanggal 6 Maret 2018 telah terealisasi sebesar Rp. 18.144.229.750 (Delapan Belas Milyar, Seratus Empat Puluh Empat Juta, Dua Ratus Dua puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Lima Puluh Rupiah) atau sebesar 22,26 % dari Target yang telah ditetapkan di Tahun 2018”, bebernya. 

Ditambahkannya, selain sosialisasi di Media pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan para Camat dan Lurah diwilayah Seberang Ulu untuk dapat membantu mensosialisasikan ke warga di wilayah kecamatan masing masing melalui RT dan RW nnyauntuk mengajak membayar Pajak kendaraan bermotor sebelum jatuh tempo karena Denda Pajak kendaraan sebesar 25% plus bunga berjalan 2 % jika lewat sebulan dst.

“Hasil pendapatan dari Pajak kenderaan bermotor Pemerintah Kota Palembang juga mendapatkan Dana Bagi Hasil Pajak kendaraan bermotor sebesar 30 % dari target Pajak kendaraan bermotor yang telah ditetapkan di Samsat”, tambah Sinulingga.

Selain itu, pihaknya juga  melakukan sosialisasi ke pihak dealer motor dan mobil bekas bahwa saat terjadi transaksi jual beli motor dan mobil disarankan kepada pembeli langsung balik nama kendaraan bermotornya ke atas nama pembeli, dan juga mensosialisasikan kepada masyarakat yang menjual kendaraan bermotornya segera memblokir kendaraan bermotornya secara gratis kekantor samsat untuk menghindari pemilik kendaraan yang telah menjual kendaraannya yang belum blokir sebab jika tidak diblokir maka pastinya terkena pajak progresif karena sesuai dengan ketentuan Perda No 3 tahun 2011 dan pergub no 11 Tahun 2012 tentang pajak daerah bagi pemilik kendaraan bermotor yang memiliki kenderaan atas nama nya lebih dari satu kenderaan akan dikenakan pajak progresif.

“Bagi pemilik kendaraan yang telah menjual kendaraannya,  jika tidak diblokir maka tentunya akan merugikan pemilik kendaraan itu sendiri karena mobil tersebut masih terdaftar atas nama pemilik pertama disistem kami tetapi jika diblokir maka pembeli kedua atas kendaraan tersebut wajib membayar pajak”, terangnya.  (red)

 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.