Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Sat Reskrim Polres Muba Gelar Rekontruksi Pembunuhan Sadis Di babat Supat

Selasa, 18 Juni 2019 | 4:49 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 247

Tersangka Bongkeng membagikan senjata kepada teman - temannya. Selasa (18/06/2019)

Tersangka memperagakan sedang duduk di warung melihat korban lewat menggunakan sepeda motor. Selasa (18/06/2019)

MUBA LINTASPE-

Satuan Reserse Kriminal Polres Muba melakukan rekontruksi pembunuhan berencana yang disertai pencurian dengan kekerasan terhadap anak dibawah umur yang menyebabkan kematian, yang terjadi di Jalan Kebun Sawit Philip III Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat. Selasa (18/06/2019).

Sebanyak 30 adegan ditunjukkan dalam rekontruksi tersebut, yang dilaksanakan di halaman Mako Polres Muba diperagakan langsung oleh tiga pelaku yakni Riki Martin alias Bongkeng (18) Bin Marpoly dan Muhammad Rafli (17) Bin Zulkipli dan VFH (16).

Ketiga tersangka nampak dengan tenang memperagakan adegan demi adegan peristiwa yang telah merenggut nyawa Aldi Apriansyah (15) Bin Suhardin dan Raja Putra (18) Bin Irawan, mulai dari tersangka Bongkeng duduk diwarung mengajak temannya untuk membunuh korban, pulang kerumah mengambil senjata dan menusuk korban menggunakan pisau hingga tewas lalu tersangka pun melarikan diri.

Dalam hal ini, Kasat Reskrim AKP Deli Haris SH didampingi JPU, Bapas, Kuasa Hukum dan Penyidik Sat Reskrim Polres Muba saat dikonfirmasi mengatakan bahwa rekontruksi ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan sesuai pengakuan tersangka dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas yang segera akan kami limpahkan ke kejaksaan, dan dari rekonstruksi yang dilakukan terungkap cerita lengkap proses pembunuhan tersebut hingga mayat dibuang ke parit”, ucap Kasat.

Pembunuhan ini tergolong sadis, sebab ketiga tersangka tak berhenti menusuk punggung korban sebanyak 34 lubang.

“Atas perbuatannya, ketiga pelaku di kenakan Pasal 340 KUHP dan Pasal 365 KUHP ayat (4) dan atau pasal 80 ayat (3) tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara atau seumur hidup”, terang Deli.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.