Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

SBH Dewi Sartika diundang sebagai pemateri Orientasi Saka Bakti Husada

Selasa, 18 September 2018 | 3:21 pm
Reporter: Red
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 206

Kak Fenti Suprihartini saat menyampaikan materi saka dan sharing prosedur pendirian saka di Puskesmas Peninggalan. Jumat (14/09/2018).

Kak Fenti Suprihartini saat menyampaikan materi saka dan sharing prosedur pendirian saka di Puskesmas Peninggalan. Jumat (14/09/2018).

 

MUBA SUMSEL, LintasPe-

SBH DEWI SARTIKA PUSKESMAS SRI GUNUNG KWARRAN SUNGAI LILIN KWARCAB MUSI BANYUASIN KWARDA SUMATERA SELATAN MENGHADIRI UNDANGAN PUSKESMAS PENINGGALAN KWARRAN TUNGKAL JAYA SEBAGAI PEMATERI SAKA BAKTI HUSADA

SBH Dewi Sartika Piskesmas Sri Gunung hadir memenuhi undangan dari Puskesmas Peninggalan Kwarran Tungkal Jaya Kwarcab Musi Banyuasin Kwarda Symatera Selatan sebagai pemateri Orientasi Saka Bakti Husada yang diwakili oleh kak Fenti Suprihartini dan didampingi oleh Dewan Saka yaitu kak Andre Saputra, kak Khoirul Huda dan kak Sari Fitriyani. Jumat (14/09/2018).

Orientasi Saka Bakti Husada yang diselenggarakan oleh Puskemas Peninggalan bertempat di gedung pertemuan Puskesmas Peninggalan yang beada di desa Peninggalan Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan ini juga dihadiri oleh Ka Kwarran Tungkal Jaya kak Aji Seto Sarsito, Pimpinan Puskesmas Peninggalan kak Suganda, Pamong Saka, petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Peninggalan kak Eti Suprapti, Pembina Pramuka dan calon anggota Saka Bakti Husada Puskesmas Peninggalan.

Dalam sambutannya pada acara orientasi ini Ka Kwarran Tungkal Jaya kak Aji Seto Sarsito berkata,” Kwarran Tungkal Jaya sangat mengapresiasi kegiatan orientasi Saka Bakti Husada yang diselenggarakan oleh Puskesmas Peninggalan. Dan Kwarran Tungkal Jaya akan siap membimbing dan mendukung penyelenggaraan Saka Bakti Husada di Puskesmas Peninggalan.”

Lanjut Ka Kwarran Tungkal Jaya,”Semua saka baik, tinggal tergantung dari peminatan peserta didik. Dan nanti setelah purna bakti dari Saka Bakti Husada, seorang peserta didik bisa pindah ikut saka-saka lainnya.”

Dalam acara orientasi ini, kak Fenti Suprihartini diberi kesempatan untuk menyampaikan materi tentang saka dan sharing tentang prosedur pendirian saka. Bahwa Satuan Karya Pramuka (Saka) dibentuk sebagai wadah pengembangan diri sesuai dengan minat dan bakat dari peserta didik. Di fasilitasi atau dibina secara berjenjang dari kwarnas, kwarda, kwarcab hingga kwarran bersama dengan instansi/institusi terkait, guna mempersiapkan kader muda pembangunan Indonesia.

Setelah diadakan kegiatan orientasi Saka maka harus ditindaklanjuti dengan mengadakan musyawarah di tingkat Puskesmas untuk membentuk struktur organisasi Saka. Setelah organisasi saka terbentuk maka dikeluarkanlah Surat Keputusan (SK) tentang penyelenggaraan saka hasil musyawarah bersama. Selanjutnya SK yang dilampiri dengan struktur organisasi dilaporkan dengan Ka Kwarran setempat dan ditanda tangani bersama antara Pimpinan Puskesmas dengan Ka Kwarran, karena pada hakekatnya saka adalah hasil kerjasama antara instansi dengan Kwarran dan Gugus depan.

Selanjutnya Pimpinan Puskesmas selaku Pimpinan Saka mengajukan surat permohonan kepada Ka Kwarran untuk memperoleh surat rekomendasi ke gugus depan yang dituju.

Setelah menyampaikan surat rekomendasi dari Ka kwarran kepada Kamabigus dan atas ijin dari Kamabigus maka tindakan selanjutnya adalah penjaringan peserta didik dengan memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang saka, baru memberikan formulir pendaftaran sebagai anggota saka. Setelah diterima sebagai calon anggota saka maka harus ada surat ijin dari orang tua.

Setelah melewati masa orientasi dan dinilai loyalitas dan keaktifannya selama menjadi calon anggota saka barulah diadakan pelantikan/pengukuhan sebagai anggota saka dan berhak memakai badge saka.

Selanjutnya pemberian materi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) sesuai dengan krida-kridanya. Saka Bakti Husada terdiri dari 6 krida dan terbagi dalam 37 SKK. Setelah menempuh SKK maka akan diadakan ujian untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus (TKK) sesuai SKK yang diambil. Dan setelah enam bulan menjadi anggota saka maka akan diadakan acara purnabakti. Begitulah pendidikan kepramukaan di saka akan terus berkelanjutan.

Setelah acara orientasi dilaksanakan dilanjutkan dengan giat ramah tamah. Akhirnya kak Fenti Suprihartini mengucapkan terima kasih kepada Ka Kwarran Tungkal Jaya dan Pimpinan Puskesmas Peninggalan yang telah memberi kesempatan untuk memberi materi dan sharing bersama. Selamat dan sukses untuk Puskesmas Peninggalan. Semoga Tunas Kelapa bisa tumbuh subur dan menjulang tinggi di Puskesmas Peninggalan.

Sekali Pramuka tetap Pramuka. Satu Pramuka untuk satu Indonesia. Jayalah Pramuka. Jayalah Indonesia.Salam Pramuka. (Red/Ril)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.