Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Seminar Karya Tulis Ilmiah “Mengembangkan Minat Penulisan Ilmiah Di Era Milenial”

Sabtu, 7 Desember 2019 | 11:54 pm
Reporter: Ekobepe
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 840
photo bersama mahasiswa UIN RADEN FATAH Palembang.

photo bersama mahasiswa UIN RADEN FATAH Palembang. Sabtu (07/12/2019)

photo bersama mahasiswa UIN RADEN FATAH Palembang.
photo bersama mahasiswa UIN RADEN FATAH Palembang. Sabtu (07/12/2019)

 

Palembang LintasPe –

Hari Sabtu yang biasanya libur usai rutinitas perkuliahan, ternyata malah membuat semangat Komunitas Pecinta Sejarah UIN RADEN FATAH menggelar acara kreatifitas dengan tema Semangat Literasi Milenial. Sabtu, (07/12/2019).

Tak tanggung-tanggung 3(tiga) narasumber dari penulis lokal Palembang dihadirkan dalam satu panggung.

Pemateri dari GGS dengan mengambil tema, “Study Club Gerak  Gerik Sejarah sebagai wadah Gerakan Sosial Literasi mengundang decak kagum dengan pengalaman penulisan konten sejarah lokal maupun keislaman”, dan tentu saja ajakan untuk bergabung dengan komunitas ini dapat menambah link dan anggota baru dengan konsen kesejarahan.

Setelah Arafah Pramasto, SPd dari GGS menyampaikan materi, dilanjutkan pemateri dari School is not Enough Community- Eko B.Prasetyo,ST dengan materinya. “Menulis itu Gampang ‘kok ! (Kata Siapa?)”, memukau peserta dengan bahasan sederhana bagaimana memulai penulisan dengan langkah Mapping Draft yang bisa dipahami peserta dari pengalaman menyusun buku Djedjak Palembang Tempo Doeloe yang mengambil sumbernya langsung dari Netherland / Belanda.

Dan sebelum ditutup dengan tanya jawab peserta yang cukup dinamis dan update tentang penulisan karya ilmiah di era milenial.

Otoman, M.Hum memberikan materi Tentang, “Aspek-aspek Penting Dalam Penulisan Karya ilmiah, merangsang peserta dengan materi yang sangat penting bagi peserta mahasiswa umumnya tentang Penulisan skripsi dan pematangan teori penulisan ilmiah”.

Bahkan Moderator sendiri Kemas A.R. Panji, SPd , MSi sempat memberikan tips dan pengalaman beliau sendiri yang notabene adalah penulis sejarah dan kebudayaan mendapat sambutan dan penghargaan positif dari peserta karena kecintaannya kepada dunia sejarah Indonesia dan keislaman di Indonesia.

Menarik kesimpulan dari para pemateri, akhirnya ditemukan benang merah antara kesenangan untuk menulis dan merekam jejak kesejarahan dengan cara yang berbeda-beda.

Diikuti lebih dari seratusan lebih peserta, semoga muncul Penulis-penulis handal dari Sumatra Selatan agar sejarah bisa dikenang anak cucu sebagai warisan peradaban dunia.
Jadi, masih berpikir bahwa menulis itu susah? ternyata Gampang ‘kok!(ekobepe)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!