Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Cegah Karhutla, Korem 044/Gapo Dan HMI Cabang Palembang Gelar Diskusi Publik

Senin, 18 Maret 2019 | 3:14 pm
Reporter: Red/Rilis
Posted by: Lintas Peristiwa
Dibaca: 164

 

PALEMBANG SUMSEL, LintasPe

Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono diwakili Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Korem Mayor Kav Delvi Marico, S.E. pada Sabtu (16/3/2019) mengikuti diskusi publik yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang tentang “Pencegahan Karhutla” bertempat di Hotel Swarna Dwipa Jln. Tasik No.2 Kota Palembang.

Kegiatan yang mengambil tema “Gambut Lestari, Landscape Tidak Membara, Sumsel Berjaya”, ini diikuti oleh puluhan perwakilan berbagai BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan Organisasi Kemahasiswan lainnya di Palembang dengan pemateri Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono diwakili Kasiops Mayor Kav Delvi Marico, S.E.

Dalam kesempatan tersebut, Kasiops Korem 044/Gapo Mayor Delvi Marico, S.E. menyampaikan, bahwa selama ini, unsur Mahasiswa dan organisasi kepemudaan, relatif belum terlibat banyak dalam mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Padahal posisi dan kemampuan kelompok ini sangat strategis sekali, karena itu perlu sekali dilibatkan dan disosialisasikan terus menerus tentang bahaya dan penanggulangan Karhutla khususnya di wilayah Sumsel.

“Masalah Karhutla bukanlah hal yang sederhana, tapi sangat rumit dan komplek. Tantangannya sangat berat, karena itu kerjasama semua pihak mutlak dilakukan. Saya gembira jika rekan-rekan mahasiswa punya kegelisahan terhadap ini, sehingga nantinya kegelisahan itu harus diwujudkan dalam tindakan konkrit. Korem 044/Gapo siap bekerjasama dengan semua pihak, termasuk dengan Mahasiswa,” kata Kasiops.

Sebagaimana diketahui, masalah Karhutla sudah terjadi sejak 2014 dan 2015 lalu. Tahun ini diprediksi kemarau bakal panjang, dan ini berpotensi terjadinya Karhutla, terutama kawasan gambut dan berapa daerah lainnya. “Tahun 2019 ini saja, pada Februari lalu, sudah terjadi kebakaran, padahal kondisi sekarang masih musim hujan. Itu artinya, potensi Karhutla sangat besar, karena itu kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Semua elemen baiknya terlibat pada proses ini, tidak hanya menunggu saat Karhutla terjadi. Justru mencegah yang harus diperkuat”, terang Mayor Delvi.

Disebutkan juga oleh Mayor Kav Delvi bahwa Karhutla tidak hanya atau tidak sekedar memadamkan api. Terpenting adalah mencegah agar itu tidak terjadi. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap masalah sangat penting. “Apa itu gambut, rawa basah, tata kelola air, dan hal lain terkait, perlu dipahami,” ujarnya.

Disebutkan juga bahwa terjadinya Karhutla juga berkaitan dengan persoalan harga diri bangsa dan ketahanan nasioanl, karena itu tentara sangat berkepentingan terhadap hal ini. Kelebihan kalangan Mahasiswa adalah kedinamisan, kreatifitas, dan sikap kritis. Ini diyakini sangat berperan besar. “Diharapkan juga kalangan akademisi dan Mahasiswa terutama, bisa mencari dan menciptakan formula-formula baru untuk mengatasi Karhutla ini. Riset-riset dan inovasi sangat diharapkan. Disinilah kelebihan utama kalangan perguruan tinggi, sehingga bisa dijalin sinergi dengan semua unsur”, pungkas Kasiops Korem 044 Gapo.

Selain Kasiops Korem 044/Gapo, hadir juga sebagai narasumber adalah Koordinator TRGD Sumsel Dr. Najib Asmani, ZSL Indonesia Bpk David Ardhian, M.Si. dan Bpk La Ode Muhammad. Acara dimoderatori oleh Dr. Yenrizal, M.Si. Diakhir acara dibacakan dan ditandatangani pernyataan sikap Mahasiswa yang intinya mendukung pelaksanaan restorasi gambut di wilayah Sumatera Selatan.

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.